Responden Peserta Didik dan Guru terhadap Kemampuan Berpikir Kritis SMA Negeri 3 Pekanbaru

Journal of Social Humanities and Education, Dec 2024

This study aims to analyze teachers' and students' responses to critical thinking skills in biology learning at SMA Negeri 3 Pekanbaru. The research employed a descriptive qualitative method using observation, interviews, and documentation. The subjects were 11th-grade students and biology teachers. The results indicate that the evaluation process conducted by teachers was inconsistent. Essay-based evaluations were deemed effective in measuring critical thinking skills, although not always based on specific indicators. Most students assessed critical thinking questions as moderately difficult, with their evaluation results categorized as high. However, a gap in students' understanding was identified, requiring further attention. This study recommends the systematic use of critical thinking indicators to better support the development of students' critical thinking skills.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1699/2049

Responden Peserta Didik dan Guru terhadap Kemampuan Berpikir Kritis SMA Negeri 3 Pekanbaru

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume 3 Nomor 4, Tahun 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 266-278 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1699 Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Responden Peserta Didik dan Guru terhadap Kemampuan Berpikir Kritis SMA Negeri 3 Pekanbaru Fira Herlini1*, Sepita Ferazona2, Nurkhairo Hidayati3 1,2,3 Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia Alamat Kampus: Jl. Kaharudin Nasution No.113, Pekanbaru, Riau, Indonesia Korespondensi penulis: * Abstract. This study aims to analyze teachers' and students' responses to critical thinking skills in biology learning at SMA Negeri 3 Pekanbaru. The research employed a descriptive qualitative method using observation, interviews, and documentation. The subjects were 11th-grade students and biology teachers. The results indicate that the evaluation process conducted by teachers was inconsistent. Essay-based evaluations were deemed effective in measuring critical thinking skills, although not always based on specific indicators. Most students assessed critical thinking questions as moderately difficult, with their evaluation results categorized as high. However, a gap in students' understanding was identified, requiring further attention. This study recommends the systematic use of critical thinking indicators to better support the development of students' critical thinking skills. Keywords: Critical thinking, biology learning, educational evaluation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan guru dan siswa terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 3 Pekanbaru. Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan guru biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru belum konsisten. Soal evaluasi berbentuk esai dianggap cukup efektif untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, meskipun tidak selalu didasarkan pada indikator yang spesifik. Mayoritas siswa menilai soal berpikir kritis memiliki tingkat kesulitan sedang dan hasil evaluasi mereka berada pada kategori tinggi. Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman siswa yang membutuhkan perhatian lebih. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan indikator berpikir kritis yang lebih sistematis untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci: Berpikir kritis, pembelajaran biologi, evaluasi pendidikan 1. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah fasilitas atau penghubung bagi manusia agar dapat mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang diperoleh. Seperti yang kita ketahui, UUD 1945 pasal 31 Ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan. Jadi, penting bahwa setiap orang memiliki hak atas pendidikan. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan generasi mendatang dapat menjadi orang yang pintar dan berkualitas, yaitu orang yang dapat memanfaatkan perkembangan dengan baik. Pendidikan juga merupakan hal penting bagi sebuah negara agar dapat berkembang dengan cepat. Negaranegara maju umumnya mengutamakan pendidikan bagi penduduknya. Dengan harapan bahwa melalui pendidikan, kesejahteraan warga negara akan terjamin (Purwanto, 2021). Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk menciptakan lingkungan belajar dan proses pembelajaran yang memungkinkan Received: November 28, 2024; Revised: Desember 12, 2024; Accepted: December 29, 2024; Published : December 31, 2024 peserta RESPONDEN PESERTA DIDIK DAN GURU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SMA NEGERI 3 PEKANBARU didik mengembangkan potensi diri secara aktif (Muhammad, 2019). Pengembangan potensi diri secara aktif dapat dilakukan dalam pembelajaran biologi. Pembelajaran biologi adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA). Pada prinsipnya, biologi bukanlah ilmu yang rumit untuk dipelajari. Memahami biologi berarti memahami tentang diri sendiri dan juga lingkungan sekitar. Biologi juga terkait dengan cara sistematis untuk mengetahui dan memahami alam. Oleh karena itu, biologi tidak hanya tentang menguasai dan mengumpulkan pengetahuan dalam bentuk fakta, konsep, dan prinsip, tetapi juga sebagai proses penemuan (Harefa et al., 2022). Pembelajaran biologi merangsang peserta didik untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah, seperti polusi lingkungan, ledakan populasi penyakit bulu, atau keracunan makanan. Masalah-masalah ini menarik minat belajar peserta didik dan memerlukan pemecahan yang baik (Agnesa & Rahmadana, 2022). Oleh karena itu, di dalam pembelajaran biologi diharapakan kepada peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, setiap peserta didik harus bisa berpikir kritis menghadapi perubahan. Berfikir kritis bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dasar yang diperlukan dalam latihan dan aktivitas pembelajaran awal yang menarik. Ini diajarkan dengan berbagai metode pembelajaran, tergantung pada situasi pendidikan yang sedang berlangsung dan tahap perkembangan berfikir kritis (Marudut et al., 2020). Berpikir kritis memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi peserta didik, menyelesaikan tugas, menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi, dan menarik kesimpulan dari pelajaran yang diberikan selama proses belajar. peserta didik yang mampu berpikir kritis akan mahir dalam menyelesaikan masalah dengan efisien (Suriati et al., 2021). Kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat dipengaruhi oleh gender di dalam (Cahya, 2023) menurut (Miswari, 2020:115) disebutkan bahwa peserta didik perempuan memiliki kemampuan berpikir kritis lebih tinggi daripada peserta didik laki-laki. Dalam lingkungan pendidikan di sekolah, terdapat korelasi antara gender dan kemampuan berpikir kritis. Anak laki-laki lebih banyak menunjukkan masalah daripada anak perempuan, sedangkan anak perempuan lebih baik dalam melakukan tugas lisan di tahun-tahun awal dan dapat dipertahankan. Penelitian ini dilakukan mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan (Agnafia, 2019) yang berjudul “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Biologi” dapat disimpulkan berdasarkan analisis data diperoleh kemampuan berpikir kritis rata-rata skor penjelasan 72% kategori tinggi, interpretasi 63% kategori tinggi, analisis 31% kategori rendah, regulasi diri 51% kategori cukup, evaluasi 46% kategori cukup dan inferensi 62% kategori 267 CONCEPT - VOLUME 3 NOMOR 4, TAHUN 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 266-278 tinggi. Hasil atau penelitian menunjukkan bahwa hampir semua peserta didik kritis kategori kemampuan berpikir cukup. Berdasarkan uraian di atas, yang menunjukkan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi m (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1699/2049
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1699/2049

Fira Herlini, Sepita Ferazona, Nurkhairo Hidayati. Responden Peserta Didik dan Guru terhadap Kemampuan Berpikir Kritis SMA Negeri 3 Pekanbaru, Journal of Social Humanities and Education, 2024, pp. 266-278,