Implementasi Pelatihan Desain Grafis di Balai Pelatihan Kerja Desa Kronggen dalam Memperoleh Kesempatan Kerja
Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 14-20
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1708
Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Implementasi Pelatihan Desain Grafis di Balai Pelatihan Kerja Desa
Kronggen dalam Memperoleh Kesempatan Kerja
1,2,3
Shabrina Khilda Zulfia1*, Rona Fristi Febbilla2, Wasis Wijayanto3
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas
Muria Kudus, Indonesia.
Alamat : Jl. Lkr. Utara, Kayuapu Kulon, Gondangmanis, Kec.Bae, Kabupaten Kudus,
Jawa Tengah, Indonesia.
Korespondensi penulis:
Abstract. The problem that the Indonesian people are still facing is the employment problem. The high workforce
every year is not equipped with appropriate skills and expertise. It is hoped that this training program can create
a workforce that has skills and expertise in their field. Qualitative research method with a descriptive approach.
Data collection techniques are through observation, interviews and literature study. The aim of this research is
to provide participants with graphic design knowledge and skills, so that participants can apply the skills they
have acquired in opening their own business. The results of this research are that the Kronggen village BLK
annually carries out graphic design training. In 2024, for the first time, the Kronggen village BLK will carry out
cosmetology training.
Keywords: Graphic Design, BLK, Non-Forma Education.
Abstrak. Permasalahan yang masih dihadapi bangsa Indonesia adalah masalah ketenagakerjaan. Tingginya
tenaga kerja setiap tahunya tidak diberngi dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai. Diharap melalui
program pelatihan ini dapat menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian pada bidangnya.
Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi,
wawancara, dan studi pustaka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membekali pengetahuan dan keterampilan
desain grafis kepada peserta, sehinga peserta dapat menerapkan keterampilan yang didapat dalam membuka usaha
sendiri. Hasil penelitian ini yaitu BLK desa Kronggen setiap tahunnya melaksanakan pelatihan desain grafis. Pada
tahun 2024 untuk pertama kalinya BLK desa Kronggen melaksanakan pelatihan tata rias.
Kata kunci: Desain Grafis, BLK, Pendidikan Non-Formal.
1. LATAR BELAKANG
Permasalahan
yang
masih
dihadapi
bangsa
Indonesia
adalah
masalah
ketenagakerjaan yang hingga kini menjadi masalah berkepanjangan. Permasalahan ini
disebabkan karena tingginya tenaga kerja setiap tahunnya. Untuk mengatasi pertumbuhan
tenaga kerja tersebut pemerintah harus sigap dalam menyediakan lapangan pekerjaan.
Tingginya tenaga kerja ini tidak diimbangi dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai
hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Habibi, 2019).
Melalui program pelatian menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk
menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompeten pada bidangnya.
Pelatihan ini sebagai salah jenis Pendidikan non formal dan memiliki pengaruh besar dalam
keberhasilan pembangunan nasional dalam menumbuhkan ekonomi di Indonesia. Melalui
Pendidikan non formal, setiap individu dapat meningkatkan keterampilan serta minat
bakatnya. Pendidikan non formal menurut (Syaadah et al., 2022) menyatakan bahwa
Received Desember 10, 2024; Revised Desember 24, 2024; Accepted Januari 08, 2025; Online Available
Januari 10, 2025
IMPLEMENTASI PELATIHAN DESAIN GRAFIS DI BALAI PELATIHAN KERJA DESA KRONGGEN
DALAM MEMPEROLEH KESEMPATAN KERJA
Pendidikan nonformal merupakan kegiatan Pendidikan yang diorganisir dan berkelanjutan
namun tidak berkaitan dengan Pendidikan formal.
Pendidikan non formal ini berupa pelatihan desain grafis, pemberian pelatihan desain
grafis ini bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan desain grafis kepada
peserta, sehinga peserta dapat menerapkan keterampilan yang didapat dalam membuka
usaha sendiri, melalui program yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) di
Desa Kronggen. Desain grafis menurut (Tjandra et al., 2022) menyatakan bahwa desain
grafis merupakan keterampilan dan seni secara visual. Sedangkan menurut (Tjahyadi &
Antonio, 2023) menyatakan bahwa desain grafis merupakan proses komunikasi
menggunakan elemen visual seeprti tulisan, bentuk, dan gambar yang bermakna untuk
menciptakan sudut pandang terhadap suatu pesan yang disampaikan.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancra yang dilakukan pada hari Sabtu, 5 oktober
2024 memperoleh hasil bahwa Balai Latihan Kerja Desa Kronggen, Kec. Brati, Kab.
Grobogan telah berdiri sejak tahun 2019 hingga sekarang. Balai latihan kerja ini sendiri
sudah melakukan pelatihan sebanyak 5 kali. Pelatihan yang dilakukan di BLK Desa
Kronggen lebih sering melaksanakan pelatihan Desain grafis, terhitung sudah 4 kali
melakukan pelatihan desain grafis. Sedangkan pada pelatihan di tahun 2024 yang telah
dilaksanakan pada bulan agustus 2024 BLK Desa Kronggen untuk pertama kalinya
melakukan pelatihan Tata Rias yang di ikuti sebanyak 16 peserta dan didampingi 2 mentor.
Menurut narasumber anggaran yang dapat dikeluarkan dalam setiap kali melaksanakan
pelatihan berbeda-beda. Misalnya pada pelatihan desain grafis anggaran yang dikeluarkan
lebih besar daripada anggaran yang dikeluarkan dalam pelatihan tata rias kemarin.
Anggaran yang dikeluarkan dalam pelatihan berasal dari dana pemerintah.
Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Wahyuningtyas et al., 2012) yang
menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dapat memberikan perubahan tingkah laku orang –
orang yang mengikuti pelatihan. Pengelolaan program pelatihan dapat meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, pengawasan dan penilaian. Menurut penelitian
yang dilakukan oleh (Habibi, 2019) menyatakan bahwa pelaksanaan pelatihan yang
dilakukan berjalan dengan baik hal ini didukung dengan upaya maksimal dalam setiap
tahap pelatihan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Balai Latihan Kerja unit vokasi yang berada dibawah kepememimpinan dinas sosial
tenaga kerja dan trasmigrasi yang bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja yang
kompeten, dan terampil. Balai Latihan Kerja merupakan tempat untuk menyelenggarakan
latihan kerja bagi peserta pelatihan yang harapannya peserta mampu menguasai suatu jenis
15
CONCEPT - VOLUME 4, NOMOR 1, TAHUN 2025
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 14-20
tingkat kompetensi tingkat tertentu (Abdi, 2019). Melalui pelatihan ini menjadi salah satu
upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dan membekali pengetahuan
kepada peserta untuk membuka usaha sendiri. Dari penjabaran permasalahan diatas peneliti
tertarik untuk mengambil judul “Implementasi Pelatihan Desain Grafis Di Balai Pelatihan
Kerja Desa Kronggen Dalam Memperoleh Kesempatan Kerja”.
2. METODE PENELITIAN
Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode
k (...truncated)