Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume. 4, No. 1, Tahun 2025
e-ISSN : 2963-5527; dan p-ISSN : 2963-5527; Hal. 38-55
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1746
Available online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Menunjang Prestasi
Belajar Siswa di MTs Assalam Penuguan Banyuasin
Anisa Fadillah1*, Rytha Petrossky2, Sri Utami3, Syafwatul Putria H4
1,2,3,4
Universitas Muhammadiyah Palembang, Indonesia
Jl. Jendral A.Yani, Kel. 13 Ulu, Kec. Seberang Ulu II, Palembang, Kode Pos 30263
Email : *1,
[email protected],
[email protected],
[email protected]
Abstract. The existence of management of facilities and infrastructure to serve the entire community in the school
through a joint effort to achieve goals both effectively and efficiently. The formulation of the research problem is;
How to Manage School Facilities and Infrastructure to Support Student Learning Achievement at MTS Assalam.
The aim of the research is to find out how the management of school facilities and infrastructure supports the
achievement of student participants at MTS Assalam Penuguan Banyuasin. Qualitative research method, using a
descriptive approach. Information is obtained from interviews, hand notes, documents and visual materials such
as photos and videos, materials from the internet and other documents. As a result of the research, findings were
obtained regarding: The availability of facilities and infrastructure in schools can make it easier for students and
teachers in the learning process, if they have adequate facilities and infrastructure, teachers' strategies and skills
in teaching and use the facilities and infrastructure appropriately. Complete educational facilities and
infrastructure can create better learning conditions. Based on the research results, conclusions from interviews
with management informants of facilities and infrastructure at MTS Assalam can be said to support student
learning achievement, because at MTS Assalam the infrastructure is good. And the suggestion is that schools need
to increase creativity and innovation in maintaining facilities and infrastructure. So doesn't cost too much money
or procurement funds for maintenance. For example, holding a class wall cleaning competition. So that student
creativity increases, maintenance is maintained and expenses for purchasing wall paint are minimized.
Keywords: Management Facilities , Infrastructure, Student Learning Achievement
Abstrak. Keberadaan manajemen sarana dan prasarana guna melayani seluruh masyarakat yang ada di sekolah
melalui sebuah usaha bersama untuk mencapai tujuan baik secara efektif dan efisien. Rumusan masalah penelitian
yaitu; Bagaimana Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah dalam Menunjang Prestasi Belajar Siswa di MTS
Assalam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana manajemen sarana dan prasarana sekolah dalam
menunjang prestasi peserta belajar siswa di MTS Assalam Penuguan Banyuasin. Metode penelitian kualitatif,
dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Informasi di peroleh dari hasil wawancara, catatan tangan, dokumen
dan bahan-bahan visual seperti foto dan video, bahan dari internet dan dokumen lainnya. Hasil penelitian,
diperoleh temuan-temuan tentang: Ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah mampu mempermudah siswa
dan guru dalam proses pembelajaran, apabila memiliki sarana dan prasarana yang memadai, strategi dan
kecakapan guru dalam mengajar dan memanfaatkan sarana dan prasarana dengan sesuai. Kelengkapan sarana dan
prasarana pendidikan dapat menciptakan kondisi pembelajaran lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian,
kesimpulan dari hasil wawancara dengan Informan manajemen Sarana dan Prasarana di MTS Assalam sudah
dapat dikatakan menunjang prestasi belajar siswa, karena di MTS Assalam sarana prasarananya sudah baik.
Adanya sebuah saran yaitu sekolah perlu meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam melakukan pemeliharaan
sarana dan prasarana. Sehingga tidak terlalu memberatkan uang atau dana pengadaan untuk pemeliharaan.
Misalnya melakukan lomba kebersihan tembok kelas. Sehingga kreativitas siswa semakin meningkat,
pemeliharaan terjaga serta meminimalisir pengeluaran untuk pembelian cat tembok.
Kata kunci: Manajemen Sarana , Prasarana, Prestasi Belajar Siswa
1. LATAR BELAKANG
Sekolah mempunyai salah satu komponen penting yang harus dimiliki yaitu sarana dan
prasarana. Keberadaan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan pendidikan mutlak di
butuhkan dalam proses pembelajaran, sehingga setiap komponen tersebut harus terpenuhi
sebagaiamana mestinya. Tanpa adanya sarana dan prasarana di sekolah dapat menyebabkan
Received: November 30, 2024; Revised: Desember 30, 2024; Accepted: Januari 21, 2025; Online Available: Januari 23,
2025;
Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Menunjang Prestasi
Belajar Siswa di MTs Assalam Penuguan Banyuasin
kesulitan dan memicu kegagalan dalam proses pelaksanaan sistem pendidikan. Kegiatan sarana
dan prasarana yang ada di sekolah tentunya memerlukan sebuah manajemen yang baik.
Manajemen dipandang sebagai profesi yang dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai
suatu prestasi. Dalam pendidikan, manajemen merupakan suatu aktivitas yang memadukan
sumber pendidikan yang telah di tentukan sebelumnya dengan mengarahkan orang-orang agar
melaksanakan aktivitas tertentu untuk mencapai sebuah tujuan (Kurniawan : 22). Dengan
adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab, maka terbentuklah kerjasama dan
keterikatan formal dalam suatu organisasi. Adanya manajemen pendidikan juga diharapkan
dapat tercapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien, sehingga masalah mutu dalam
pendidikan dapat teratasi dengan bijaksana (Sari, N.D : 2021).
Sarana dan prasarana mutlak dibutuhkan dalam proses pendidikan, sehingga menjadi
salah satu aspek yang harus dipenuhi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sarana dan
prasarana pendidikan ialah peralatan (perlengkapan) yang secara langsung di pergunakan
dalam proses belajar mengajar di lingkungan sekolah, seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi,
serta media pengajaran. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan fasilitas yang secara tidak
langsung di gunakan untuk menunjang jalannya proses pengajaran, sama halnya seperti
halaman, kebun, taman sekolah dan jalan menuju ke sekolah. Kementerian agama mengatakan
bahwa madrasah di indonesia ialah lembaga pendidikan formal yang kurikulumnya mengacu
pada kurikulum pendidikan nasional, tetapi memiliki muatan pembelajaran agama yang lebih
banyak jika dibandingkan dengan sekolah umum. Jika sekolah negeri dibawah naungan
Departemen
Pendidikan
Nasional,
madrasah
dipayungi
oleh
Departemen
Agama
(Kemenag.go.id).
MTs Assalam Penuguan Banyuasin sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah
pertama dibawah Pimpinan Yayasan Drs. Hadrawi dan menggunakan kurikulum pemerintah
dalam pelaksanaan dan proses pembelajarannya yang bertujuan untuk mencapai tujuan
pendidikan nasional. Di (...truncated)