Pendidikan Anak Nelayan di Desa Eretan Wetan : Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Mengatasi Tantangan dan Mendorong Pemberdayaan Masyarakat

Journal of Social Humanities and Education, Jan 2025

This study examines the educational challenges of fishermen's children in Eretan Wetan Village, focusing on economic factors, accessibility, and cultural views that influence their participation in formal education. The purpose of the study was to identify the barriers faced by fishermen's children in accessing education, and to develop recommendations to improve the quality of education in coastal areas. The method used was qualitative research with a case study approach, where data were collected through in-depth interviews and direct observation of the lives of fishing communities. The results showed that poor socio-economic conditions of families, limited access to education due to the distance of schools, and cultural views that prioritize work as fishermen over formal education, were the main obstacles. Therefore, community-based interventions are needed to overcome these barriers, as well as government policies that support the development of educational infrastructure and increase awareness of the importance of education to empower coastal communities and break the cycle of poverty.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1696/2047

Pendidikan Anak Nelayan di Desa Eretan Wetan : Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Mengatasi Tantangan dan Mendorong Pemberdayaan Masyarakat

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 01-13 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1696 Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Pendidikan Anak Nelayan di Desa Eretan Wetan: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Mengatasi Tantangan dan Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Ahmad Ro’i Alfaza1*, Atikah Syamsi2, Tamsik Udin3 1,2,3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia E-mail: [email protected], .id2, .id3 Alamat: Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia Korespondensi penulis: Abstract. This study examines the educational challenges of fishermen's children in Eretan Wetan Village, focusing on economic factors, accessibility, and cultural views that influence their participation in formal education. The purpose of the study was to identify the barriers faced by fishermen's children in accessing education, and to develop recommendations to improve the quality of education in coastal areas. The method used was qualitative research with a case study approach, where data were collected through in-depth interviews and direct observation of the lives of fishing communities. The results showed that poor socio-economic conditions of families, limited access to education due to the distance of schools, and cultural views that prioritize work as fishermen over formal education, were the main obstacles. Therefore, community-based interventions are needed to overcome these barriers, as well as government policies that support the development of educational infrastructure and increase awareness of the importance of education to empower coastal communities and break the cycle of poverty. Keywords: Education, Fishermen's Children, Economic Factors, Community Empowerment. Abstrak. Penelitian ini mengkaji tantangan pendidikan anak-anak nelayan di Desa Eretan Wetan, dengan fokus pada faktor-faktor ekonomi, aksesibilitas, dan pandangan budaya yang mempengaruhi partisipasi mereka dalam pendidikan formal. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi oleh anak-anak nelayan dalam mengakses pendidikan, serta untuk mengembangkan rekomendasi guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pesisir. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap kehidupan masyarakat nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial-ekonomi keluarga yang miskin, akses pendidikan yang terbatas karena jarak sekolah yang jauh, dan pandangan budaya yang lebih memprioritaskan pekerjaan sebagai nelayan daripada pendidikan formal, menjadi kendala utama. Untuk itu, diperlukan intervensi berbasis komunitas yang dapat mengatasi hambatan tersebut, serta kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk memberdayakan masyarakat pesisir dan memutus siklus kemiskinan. Kata Kunci: Pendidikan, Anak Nelayan, Faktor Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat. 1. LATAR BELAKANG Pendidikan bukan hanya alat untuk meningkatkan literasi, tetapi juga sarana untuk transformasi sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat memengaruhi pembangunan masyarakat. Di wilayah pesisir seperti Desa Eretan Wetan, dengan karakteristik sosial-ekonomi dan geografi yang khas, pendidikan tidak hanya menjadi hak dasar, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kapasitas masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama dalam Received Desember 02, 2024; Revised Desember 15, 2024; Accepted Januari 04, 2025; Online Available Januari 07, 2025 Pendidikan Anak Nelayan di Desa Eretan Wetan: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Mengatasi Tantangan dan Mendorong Pemberdayaan Masyarakat memberantas kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan mendukung pembangunan berbasis komunitas. Desa Eretan Wetan, yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional, menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anakanak mereka. Karakteristik wilayah pesisir yang rentan terhadap kemiskinan, perubahan iklim, dan keterbatasan infrastruktur menjadi faktor yang memengaruhi akses pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir cenderung memiliki tingkat partisipasi pendidikan yang lebih rendah dibandingkan masyarakat di wilayah lain akibat faktor ekonomi dan sosial yang kompleks (Rahayu et al., 2014). Anak-anak di wilayah ini sering kali terpaksa memilih antara melanjutkan pendidikan atau membantu keluarga dalam pekerjaan ekonomi seperti menangkap ikan atau menjadi buruh harian. Fenomena ini juga terjadi di wilayah pesisir lainnya, seperti Kecamatan Ujung Tanah di Sulawesi Selatan, di mana pendidikan informal dalam keluarga menjadi alternatif akibat minimnya akses terhadap pendidikan formal. Akibatnya, peran anak lebih banyak sebagai tenaga pendukung ekonomi keluarga daripada sebagai pelajar aktif dalam sistem pendidikan formal (Munirah, 2019). Selain faktor ekonomi, tantangan infrastruktur juga menjadi kendala utama. Kurangnya fasilitas pendidikan seperti sekolah, guru berkualitas, dan sumber daya belajar membatasi kemampuan anak-anak di Desa Eretan Wetan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Penelitian menunjukkan bahwa wilayah pedesaan dan terpencil cenderung memiliki kesenjangan pendidikan yang signifikan dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Hal ini diperparah oleh kurangnya dukungan kebijakan yang terfokus pada pembangunan pendidikan di daerah terpencil (Temple, 2009). Sebagai solusi, pendidikan berbasis komunitas telah terbukti menjadi pendekatan efektif dalam mengatasi tantangan ini. Misalnya, program literasi komunitas di Desa Tambak Mulyo, Semarang, berhasil meningkatkan tingkat literasi masyarakat serta menciptakan rasa tanggung jawab kolektif untuk memperkuat pendidikan lokal. Program ini menekankan pada pelibatan masyarakat dalam mengelola pendidikan berbasis kebutuhan lokal (Azzahra, 2011). Tidak hanya itu, pendekatan yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan juga telah menunjukkan hasil positif. Program pendidikan lingkungan di Aceh Barat dan Green Bay, Wisconsin, misalnya, berhasil menggabungkan pendidikan berbasis komunitas dengan pelestarian ekosistem lokal, sehingga menciptakan keseimbangan antara kearifan lokal dan strategi pembangunan global (Behr et al., 1995)(Fithria et al., 2017). 2 CONCEPT - VOLUME 4, NOMOR 1, TAHUN 2025 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal. 01-13 Pendidikan yang berbasis lokal juga menjadi alat untuk menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernitas. Studi di Kanada menunjukkan bahwa pendidikan yang mengintegrasikan aspek budaya lokal dapat membantu masyarakat pesisir untuk beradaptasi dengan tuntutan globalisasi tanpa kehilangan identitas budaya mereka. Pendidikan semacam ini memperkuat (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1696/2047
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1696/2047

Ahmad Ro’i Alfaza, Atikah Syamsi, Tamsik Udin. Pendidikan Anak Nelayan di Desa Eretan Wetan : Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Mengatasi Tantangan dan Mendorong Pemberdayaan Masyarakat, Journal of Social Humanities and Education, 2025, pp. 01-13,