Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di Sekolah Dasar

Journal of Social Humanities and Education, Dec 2024

This study aims to determine the number of slow leaner leaners in inclusive primary schools. The method used in descriptive with a quantitative approach through observation, interviews, instruments, and document analysis techniques. The research subjects included all students from grade I to grade VI. The observation result showed that out of a total of 310 students, 28 students (8.97%) were identified as PDBK. Based on the result of interviews using the instrument, 16 PDBK (57.14%) were identification showed that most of the PDBK were in the borderline and mental detective categories based on the results of psychologist referrals. This research is expected to serve as a basis for schools in designing more inclusive learning programmes and providing appropriate interventions to meet the needs of slow leaner PDBK.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1647/1998

Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di Sekolah Dasar

Concept: Journal of Social Humanities and Education Volume 3 Nomor 4, Tahun 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 189-211 DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1647 Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di Sekolah Dasar Lora Septiana 1*, Jesi Alexander Alim 2, Hendri Marhadi 3 1-3 Universitas Riau, Indonesia Email : Alamat: Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau 28293 Korespondensi penulis: * Abstract. This study aims to determine the number of slow leaner leaners in inclusive primary schools. The method used in descriptive with a quantitative approach through observation, interviews, instruments, and document analysis techniques. The research subjects included all students from grade I to grade VI. The observation result showed that out of a total of 310 students, 28 students (8.97%) were identified as PDBK. Based on the result of interviews using the instrument, 16 PDBK (57.14%) were identification showed that most of the PDBK were in the borderline and mental detective categories based on the results of psychologist referrals. This research is expected to serve as a basis for schools in designing more inclusive learning programmes and providing appropriate interventions to meet the needs of slow leaner PDBK. Keywords: Identification, learners with special needs, slow leaners Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) slow leaner di sekolah dasar inklusif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik observasi, wawancara, instrument dan analisis dokumen. Subjek penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas I hingga kelas VI. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari total 310 peserta didik sebanyak 28 peserta didik (8.97%) teridentifikasi sebagai PDBK. Berdasarkan hasil wawancara menggunakan instrument diketahui bahwa 16 PDBK (57.14%) teridentifikasi sebagai slow leaner. Identifikasi lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar PDBK berada pada kategori borderline dan mental defevtive berdasarkan hasil rujukan psikolog. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah dalam merancang program pembelajaran yang lebih inklusif dan memberikan intervensi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan PDBK slow leaner. Kata Kunci : Identifikasi, Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, Slow Leaner 1. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu melalui pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan sikap yang diperlukan agar dapat berfungsi secara efektif dalam masyarakat (Wiryana dan Alim 2023). Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk individu yang berkualitas, berkarakter, serta berkontribusi baik bagi bangsa dan Negara (Asih et al., 2023). Undang-undang 1945 amandemen pasal 31 ayat 1 dan 2 menjelaskan setiap individu berhak memperoleh pendidikan yang setara termasuk pada anak disabilitas. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dan Undang-Undang No. 8 tahun 2016 penyandang disabilitas menekankan pentingnya pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang setara dan layak sesuai dengan kebutuhannya. Received: Oktober 13, 2024; Revised: November 19, 2024; Accepted: Desember 11, 2024; Published: Desember 13, 2024 Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di Sekolah Dasar Pendidikan inklusif didefenisikan sebagai pendekatan yang berupaya untuk mengintegrasikan semua peserta didik termasuk berkebutuhan khusus dalam memperoleh pendidikan yang setara untuk mencapai potensi diri tanpa dibedakan berdasarkan perkembangan individu, sosial, dan intelektual (Dhoka, 2023; Khairuddin, 2020; Juntak dkk, 2023). Landasan pendidikan inklusif adalah bhinneka tunggal ika sebagai bentuk wujud pengakuan kebhinekaan manusia. Landasan yuridis berupa UU No. 23 tahun 2002 pasal 48 dan 49 tentang perlindungan anak, UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dan PP No. 13 tahun 2020 membahas akomodasi yang layak untuk peserta didik penyandang disabilitas. Sementara Landasan empiris dinyatakan dengan banyak penelitian yang menyimpulkan tentang pendidikan inklusif berdampak positif terhadap Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) dan peserta didik regular (Taufik dan Rahaju, 2021; Kasman, 2021; Mulyadi dan Kresnawaty, 2020). Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang besar dalam mewujudkan sekolah yang inklusif bagi PDBK (Rusmono, 2020). Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti keterbatasan dan kurangnya pelatihan guru inklusif, kurang memadainya fasilitas dan instruktur yang mendukung pembelajaran inklusi, kurangnya dukungan finansial bagi sekolah inklusi, dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai penyebaran sekolah inklusif (Rofifah, 2020). Selain itu PDBK di sekolah dasar sering kali mengalami kesulitan belajar karena perbedaan kognitif dengan teman sebaya sehingga berpengaruh pada hasil belajarnya (Dhoka et al., 2023). Berdasarkan fenomena tersebut identifikasi PDBK terkhusus pada peserta didik slow leaner sangat penting dilakukan. Identifikasi merupakan proses menemukenali peserta didik sebelum yang bersangkutan mengikuti pembelajaran (Irvan, 2020). Hal ini bertujuan agar peserta didik menerima pendidikan sesuai dengan kebutuhannya (Jaya, Putra, dan Alim 2023). Slow leaner adalah istilah yang digunakan pada peserta didik yang mengalami hambatan berupa lamban belajar atau gangguan fungsi intelektual. Disabilitas ini sulit untuk terdeteksi karena penampilan luarnya sama dengan anak pada umumnya (Farisiyah dan Budiarti 2023). Identifikasi memungkinkan guru untuk merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang individual dan adaptif, serta membantu meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan (Lestari dan Kurnia, 2023). Dengan mengetahui kebutuhan khusus setiap peserta didik sekolah dapat menyediakan dukungan sumber daya yang tepat dan membantu dalam mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif (Asih, Riska, dan Alim 2023). 190 CONCEPT - VOLUME 3 NOMOR 4, TAHUN 2024 e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 189-211 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah PDBK slow leaner di sekolah dasar. Selain itu, sebagai dasar bagi pihak sekolah dalam merancang program pembelajaran yang lebih inklusif dan memberikan in 2. KAJIAN TEORITIS Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) slow learner adalah peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata namun masih dalam rentang normal (IQ 70-89). Mereka sering mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah (Arnez dan Utami 2022). PDBK slow leaner digambarkan sebagai individu yang memiliki laju belajar lamban bukan berarti mereka tidak bisa belajar atau tidak memiliki potensi, melainkan mereka membutuhkan lebih banyak waktu, usaha, dan dukungan untuk memahami dan memproses informasi (Farisiyah dan Budiarti 2023). Identifik (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/1647/1998
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/view/1647/1998

Lora Septiana, Jesi Alexander Alim, Hendri Marhadi. Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di Sekolah Dasar, Journal of Social Humanities and Education, 2024, pp. 189-211,