Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di Sekolah Dasar
Concept: Journal of Social Humanities and Education
Volume 3 Nomor 4, Tahun 2024
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 189-211
DOI: https://doi.org/10.55606/concept.v3i4.1647
Available Online at: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept
Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di
Sekolah Dasar
Lora Septiana 1*, Jesi Alexander Alim 2, Hendri Marhadi 3
1-3
Universitas Riau, Indonesia
Email :
Alamat: Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau 28293
Korespondensi penulis: *
Abstract. This study aims to determine the number of slow leaner leaners in inclusive primary schools. The
method used in descriptive with a quantitative approach through observation, interviews, instruments, and
document analysis techniques. The research subjects included all students from grade I to grade VI. The
observation result showed that out of a total of 310 students, 28 students (8.97%) were identified as PDBK.
Based on the result of interviews using the instrument, 16 PDBK (57.14%) were identification showed that most
of the PDBK were in the borderline and mental detective categories based on the results of psychologist
referrals. This research is expected to serve as a basis for schools in designing more inclusive learning
programmes and providing appropriate interventions to meet the needs of slow leaner PDBK.
Keywords: Identification, learners with special needs, slow leaners
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) slow
leaner di sekolah dasar inklusif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif
melalui teknik observasi, wawancara, instrument dan analisis dokumen. Subjek penelitian mencakup seluruh
peserta didik kelas I hingga kelas VI. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari total 310 peserta didik sebanyak
28 peserta didik (8.97%) teridentifikasi sebagai PDBK. Berdasarkan hasil wawancara menggunakan instrument
diketahui bahwa 16 PDBK (57.14%) teridentifikasi sebagai slow leaner. Identifikasi lebih lanjut menunjukkan
bahwa sebagian besar PDBK berada pada kategori borderline dan mental defevtive berdasarkan hasil rujukan
psikolog. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah dalam merancang program
pembelajaran yang lebih inklusif dan memberikan intervensi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan PDBK slow
leaner.
Kata Kunci : Identifikasi, Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, Slow Leaner
1. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan potensi
individu melalui pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan sikap yang diperlukan agar dapat
berfungsi secara efektif dalam masyarakat (Wiryana dan Alim 2023). Pendidikan memiliki
peran penting dalam membentuk individu yang berkualitas, berkarakter, serta berkontribusi
baik bagi bangsa dan Negara (Asih et al., 2023). Undang-undang 1945 amandemen pasal 31
ayat 1 dan 2 menjelaskan setiap individu berhak memperoleh pendidikan yang setara
termasuk pada anak disabilitas. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dan Undang-Undang
No. 8 tahun 2016 penyandang disabilitas menekankan pentingnya pendidikan inklusif bagi
anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang setara dan layak sesuai
dengan kebutuhannya.
Received: Oktober 13, 2024; Revised: November 19, 2024; Accepted: Desember 11, 2024; Published: Desember 13, 2024
Identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Slow Leaner di Sekolah Dasar
Pendidikan inklusif didefenisikan sebagai pendekatan yang berupaya untuk
mengintegrasikan semua peserta didik termasuk berkebutuhan khusus dalam memperoleh
pendidikan yang setara untuk mencapai potensi diri tanpa dibedakan berdasarkan
perkembangan individu, sosial, dan intelektual (Dhoka, 2023; Khairuddin, 2020; Juntak dkk,
2023). Landasan pendidikan inklusif adalah bhinneka tunggal ika sebagai bentuk wujud
pengakuan kebhinekaan manusia. Landasan yuridis berupa UU No. 23 tahun 2002 pasal 48
dan 49 tentang perlindungan anak, UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional, dan PP No. 13 tahun 2020 membahas akomodasi yang layak untuk peserta didik
penyandang disabilitas. Sementara Landasan empiris dinyatakan dengan banyak penelitian
yang menyimpulkan tentang pendidikan inklusif berdampak positif terhadap Peserta Didik
Berkebutuhan Khusus (PDBK) dan peserta didik regular (Taufik dan Rahaju, 2021; Kasman,
2021; Mulyadi dan Kresnawaty, 2020).
Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang besar dalam mewujudkan
sekolah yang inklusif bagi PDBK (Rusmono, 2020). Hal ini dikarenakan beberapa faktor
seperti keterbatasan dan kurangnya pelatihan guru inklusif, kurang memadainya fasilitas dan
instruktur yang mendukung pembelajaran inklusi, kurangnya dukungan finansial bagi sekolah
inklusi, dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai penyebaran sekolah inklusif
(Rofifah, 2020). Selain itu PDBK di sekolah dasar sering kali mengalami kesulitan belajar
karena perbedaan kognitif dengan teman sebaya sehingga berpengaruh pada hasil belajarnya
(Dhoka et al., 2023). Berdasarkan fenomena tersebut identifikasi PDBK terkhusus pada
peserta didik slow leaner sangat penting dilakukan. Identifikasi merupakan proses
menemukenali peserta didik sebelum yang bersangkutan mengikuti pembelajaran (Irvan,
2020). Hal ini bertujuan agar peserta didik menerima pendidikan sesuai dengan kebutuhannya
(Jaya, Putra, dan Alim 2023).
Slow leaner adalah istilah yang digunakan pada peserta didik yang mengalami
hambatan berupa lamban belajar atau gangguan fungsi intelektual. Disabilitas ini sulit untuk
terdeteksi karena penampilan luarnya sama dengan anak pada umumnya (Farisiyah dan
Budiarti 2023). Identifikasi memungkinkan guru untuk merancang dan menerapkan strategi
pembelajaran yang individual dan adaptif, serta membantu meningkatkan hasil belajar dan
kesejahteraan (Lestari dan Kurnia, 2023). Dengan mengetahui kebutuhan khusus setiap
peserta didik sekolah dapat menyediakan dukungan sumber daya yang tepat dan membantu
dalam mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif (Asih, Riska, dan Alim 2023).
190
CONCEPT - VOLUME 3 NOMOR 4, TAHUN 2024
e-ISSN: 2963-5527; p-ISSN: 2963-5071, Hal 189-211
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah PDBK slow leaner di sekolah dasar. Selain
itu, sebagai dasar bagi pihak sekolah dalam merancang program pembelajaran yang lebih
inklusif dan memberikan in
2. KAJIAN TEORITIS
Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) slow learner adalah peserta didik yang
memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata namun masih dalam rentang normal (IQ
70-89). Mereka sering mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah
(Arnez dan Utami 2022). PDBK slow leaner digambarkan sebagai individu yang memiliki
laju belajar lamban bukan berarti mereka tidak bisa belajar atau tidak memiliki potensi,
melainkan mereka membutuhkan lebih banyak waktu, usaha, dan dukungan untuk
memahami dan memproses informasi (Farisiyah dan Budiarti 2023).
Identifik (...truncated)