Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (Kube) Ternak Domba Oleh Dinas Sosial Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bojongkunci Kabupaten Bandung

Jurnal Agregasi, May 2025

This research underlines the problem of the effectiveness of the Joint Business Group (KUBE) Program by the Bandung Regency social service in community empowerment efforts in Bojongkunci Village which aims to find out, analyze and to build scientific propositions regarding these research problems. the research method used is a qualitative method with a grounded theory approach. The results showed that the KUBE program has not provided effective results for related business groups or in empowering the community. The scientific findings of this research underline several important aspects that must be ensured in order for a program to run effectively to achieve the goals set by an organization, which include, understanding the program, the accuracy of program targets, the timeliness of the program, the achievement of program objectives, and real changes that can be reviewed from the existence of concrete evidence regarding community welfare, access to resources and their benefits, critical awareness, participation and social control of the community.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/14366/5037

Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (Kube) Ternak Domba Oleh Dinas Sosial Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bojongkunci Kabupaten Bandung

Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 39-57) https://doi.org/10.34010/ccf3zp49 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (Kube) Ternak Domba Oleh Dinas Sosial Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bojongkunci Kabupaten Bandung Rifi Rivani Radiansyah 1) *, Karnita 2), ⁠Bayu Septiansyah3) 1 Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Bale Bandung. Jalan R.A.A. Wiranatakusumah No.7 Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 40258, Indonesia. 2 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Dinas Sosial Kabupaten Bandung 3 Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi * Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp: +6281324797200 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membangun konstruk teoritis melalui analisis dan interpretasi data mengenai efektivitas program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ternak domba di Desa Bojongkunci oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan, metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data manual. Hasil penelitian akhir menunjukkan bahwa program KUBE ternak domba di Desa Bojongkunci belum memberikan hasil yang cukup efektif dalam memberdayakan masyarakat. Implikasi teoritis dalam penelitian ini menggarisbawahi beberapa aspek teoritis yang lebih spesifik yang dapat dipastikan dan diuji kembali ke depannya agar program KUBE ternak domba berjalan efektif di dalam memberdayakan masyarakat, yang diantaranya, pemahaman program, ketepatan sasaran dan waktu program, tercapainya tujuan program, dan perubahan nyata yang dapat ditinjau dari parameter seperti, kesejahteraan masyarakat, akses terhadap sumber daya dan manfaatnya, terbangunnya kesadaran kritis, partisipasi dan kontrol sosial masyarakat. Kata Kunci: Efektivitas program, KUBE, Pemberdayaan masyarakat; The Effectiveness Of The Joint Business Group (Kube) Program For Sheep Cattle By The Social Service Office In Community Empowerment Efforts In Bojongkunci Village, Bandung Regency. Abstract This study aims to build theoretical constructs through data analysis and interpretation regarding the effectiveness of the Joint Business Group (KUBE) program for sheep in Bojongkunci Village by the Bandung Regency Social Service in community empowerment efforts. This research uses a qualitative method with a grounded theory approach. Data collection techniques were carried out through observation and interviews, while data analysis was carried out using manual data analysis techniques. The final research results show that the sheep cattle KUBE program in Bojongkunci Village has not provided effective results in empowering the community. The theoretical implications in this study underline several more specific theoretical aspects that can be ascertained and tested in the future so that the sheep livestock KUBE program runs effectively in empowering the community, which include, understanding the program, the accuracy of the target and time of the program, the achievement of program objectives, and real changes that can be reviewed from parameters such as, community welfare, access to resources and benefits, awakening critical awareness, participation and social control of the community. Keywords: Program effectiveness, KUBE, Community empowerment; Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online)| 39 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 39-57) https://doi.org/10.34010/ccf3zp49 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi PENDAHULUAN Di Negara Indonesia, sustainable development dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. Lebih elementer, vocal point dari tujuan tersebut diantaranya pembangunan sosial dan ekonomi. Namun demikian, agenda tersebut faktanya belum dapat menuntaskan masalah kemiskinan secara menyeluruh. Data SUSENAS, pada Maret 2023, menunjukan jumlah penduduk miskin perkotaan masih cukup tinggi dikisaran 11,74 juta penduduk, sementara di perdesaan terbilang lebih tinggi dikisaran 14,16 juta penduduk (BPS-Statistics Indonesia, 2023). Data tersebut menunjukan permasalahan yang cukup pelik dan tidaklah sederhana. Hal itu juga setidaknya menunjukan indikasi adanya pembangunan yang kurang optimal pada tarap penerapannya yang berakibat pada semangat kemandirian masyarakat yang semakin memudar yang berimplikasi sasaran pembangunan menjadi kian sulit untuk dicapai. Meskipun demikian, upaya pemerintah untuk memberikan solusi terkait masalah kesejahteraan yang berbasis pada sektor pemberdayaan partisipatif di tingkat lokal pedesaan yang dimulai dengan adanya kebijakan otonomi desa, cukup dinilai rasional dan menjadi upaya paling solutif, jika meninjau tingkat kemiskinan tertinggi yang berada wilayah dipedesaan. Dengan upaya tersebut, masyarakat di level pedesaan benar-benar diarahkan sebagai pelaku utama pembangunan yang lebih menekankan pada pentingnya pemberdayaan. Melalui pemberdayaan masyarakat di level pedesaan diharapkan dapat meningkatkan mutu hidup mereka untuk menanggulangi garis kemiskinan di desa (Iskandar, 2022). Salah satu program pemerintah di level nasional yang juga menjadi fokus pemerintah di daerah/kota di seluruh Indonesia, termasuk di Daerah Kabupaten Bandung dalam penindakan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat yang lebih partisipatif di desa salah satunya adalah Program Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang diatur di dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 02 Tahun 2019. Di Kabupaten Bandung, program KUBE dijalankan Dinas Sosial sebagai leading sektornya, dan secara teknis pelaksanannya di lapangan didampingi oleh pendamping KUBE. Secara tipologi, jenis program KUBE yang dijalankan cukup beragam, mulai dari, KUBE dalam bentuk usaha warungan, usaha jual beras, usaha olah pangan, dan termasuk ternak domba, yang merupakan objek penelitian dalam penelitian ini. Namun demikian, seiring dengan berjalannya program KUBE ternak domba di Kabupaten Bandung khususnya di Desa Bojongkunci, menjadi perlu untuk sekiranya dapat ditinjau berkenaan dengan efektivitas penyelenggaraan Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 40 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 39-57) https://doi.org/10.34010/ccf3zp49 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi program tersebut. Jika menilik data BPS Kabupaten Bandung tahun 2021 hingga 2023 angka kemiskinan cenderung menurun, namun masih berkisar diangka yang cukup tinggi. Data dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel.1 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Bandung Tahun 2021-2023 No (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/14366/5037
Article home page: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/view/14366/5037

Radiansyah Rifi Rivani, Karnita Karnita, Bayu Septiansyah. Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (Kube) Ternak Domba Oleh Dinas Sosial Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bojongkunci Kabupaten Bandung, Jurnal Agregasi, 2025, pp. 39-57,