Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (Kube) Ternak Domba Oleh Dinas Sosial Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bojongkunci Kabupaten Bandung
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 39-57)
https://doi.org/10.34010/ccf3zp49
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Efektivitas Program Kelompok Usaha Bersama (Kube) Ternak Domba Oleh
Dinas Sosial Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bojongkunci
Kabupaten Bandung
Rifi Rivani Radiansyah 1) *, Karnita 2), Bayu Septiansyah3)
1 Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Bale Bandung. Jalan R.A.A. Wiranatakusumah
No.7 Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 40258, Indonesia.
2 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Dinas Sosial Kabupaten Bandung
3 Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi
* Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp: +6281324797200
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membangun konstruk teoritis melalui analisis dan
interpretasi data mengenai efektivitas program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ternak domba
di Desa Bojongkunci oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung dalam upaya pemberdayaan
masyarakat. Penelitian ini menggunakan, metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data
dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data manual. Hasil penelitian akhir menunjukkan
bahwa program KUBE ternak domba di Desa Bojongkunci belum memberikan hasil yang cukup
efektif dalam memberdayakan masyarakat. Implikasi teoritis dalam penelitian ini
menggarisbawahi beberapa aspek teoritis yang lebih spesifik yang dapat dipastikan dan diuji
kembali ke depannya agar program KUBE ternak domba berjalan efektif di dalam
memberdayakan masyarakat, yang diantaranya, pemahaman program, ketepatan sasaran dan
waktu program, tercapainya tujuan program, dan perubahan nyata yang dapat ditinjau dari
parameter seperti, kesejahteraan masyarakat, akses terhadap sumber daya dan manfaatnya,
terbangunnya kesadaran kritis, partisipasi dan kontrol sosial masyarakat.
Kata Kunci: Efektivitas program, KUBE, Pemberdayaan masyarakat;
The Effectiveness Of The Joint Business Group (Kube) Program For Sheep
Cattle By The Social Service Office In Community Empowerment Efforts In
Bojongkunci Village, Bandung Regency.
Abstract
This study aims to build theoretical constructs through data analysis and interpretation
regarding the effectiveness of the Joint Business Group (KUBE) program for sheep in Bojongkunci
Village by the Bandung Regency Social Service in community empowerment efforts. This research
uses a qualitative method with a grounded theory approach. Data collection techniques were carried
out through observation and interviews, while data analysis was carried out using manual data
analysis techniques. The final research results show that the sheep cattle KUBE program in
Bojongkunci Village has not provided effective results in empowering the community. The theoretical
implications in this study underline several more specific theoretical aspects that can be ascertained
and tested in the future so that the sheep livestock KUBE program runs effectively in empowering the
community, which include, understanding the program, the accuracy of the target and time of the
program, the achievement of program objectives, and real changes that can be reviewed from
parameters such as, community welfare, access to resources and benefits, awakening critical
awareness, participation and social control of the community.
Keywords: Program effectiveness, KUBE, Community empowerment;
Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online)| 39
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 39-57)
https://doi.org/10.34010/ccf3zp49
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Di Negara Indonesia, sustainable
development
dilaksanakan
untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat
secara berkeadilan. Lebih elementer,
vocal point dari tujuan tersebut
diantaranya pembangunan sosial dan
ekonomi. Namun demikian, agenda
tersebut
faktanya
belum
dapat
menuntaskan masalah kemiskinan secara
menyeluruh. Data SUSENAS, pada Maret
2023, menunjukan jumlah penduduk
miskin perkotaan masih cukup tinggi
dikisaran
11,74
juta
penduduk,
sementara di perdesaan terbilang lebih
tinggi dikisaran 14,16 juta penduduk
(BPS-Statistics Indonesia, 2023). Data
tersebut menunjukan permasalahan yang
cukup pelik dan tidaklah sederhana. Hal
itu juga setidaknya menunjukan indikasi
adanya pembangunan yang kurang
optimal pada tarap penerapannya yang
berakibat pada semangat kemandirian
masyarakat yang semakin memudar yang
berimplikasi sasaran pembangunan
menjadi kian sulit untuk dicapai.
Meskipun
demikian,
upaya
pemerintah untuk memberikan solusi
terkait masalah kesejahteraan yang
berbasis pada sektor pemberdayaan
partisipatif di tingkat lokal pedesaan yang
dimulai dengan adanya kebijakan
otonomi desa, cukup dinilai rasional dan
menjadi upaya paling solutif, jika
meninjau tingkat kemiskinan tertinggi
yang berada wilayah dipedesaan. Dengan
upaya tersebut, masyarakat di level
pedesaan benar-benar diarahkan sebagai
pelaku utama pembangunan yang lebih
menekankan
pada
pentingnya
pemberdayaan.
Melalui pemberdayaan masyarakat
di level pedesaan diharapkan dapat
meningkatkan mutu hidup mereka untuk
menanggulangi garis kemiskinan di desa
(Iskandar, 2022). Salah satu program
pemerintah di level nasional yang juga
menjadi fokus pemerintah di daerah/kota
di seluruh Indonesia, termasuk di Daerah
Kabupaten Bandung dalam penindakan
kemiskinan
melalui
pemberdayaan
masyarakat yang lebih partisipatif di desa
salah satunya adalah Program Bantuan
Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
yang diatur di dalam Peraturan Menteri
Sosial Nomor 02 Tahun 2019.
Di Kabupaten Bandung, program
KUBE dijalankan Dinas Sosial sebagai
leading sektornya, dan secara teknis
pelaksanannya di lapangan didampingi
oleh pendamping KUBE. Secara tipologi,
jenis program KUBE yang dijalankan
cukup beragam, mulai dari, KUBE dalam
bentuk usaha warungan, usaha jual beras,
usaha olah pangan, dan termasuk ternak
domba, yang merupakan objek penelitian
dalam penelitian ini.
Namun demikian, seiring dengan
berjalannya program KUBE ternak domba
di Kabupaten Bandung khususnya di Desa
Bojongkunci, menjadi perlu untuk
sekiranya dapat ditinjau berkenaan
dengan efektivitas penyelenggaraan
Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 40
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 39-57)
https://doi.org/10.34010/ccf3zp49
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
program tersebut. Jika menilik data BPS
Kabupaten Bandung tahun 2021 hingga
2023 angka kemiskinan cenderung
menurun, namun masih berkisar diangka
yang cukup tinggi. Data dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
Tabel.1 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin
di Kabupaten Bandung Tahun 2021-2023
No (...truncated)