Kesiapan Strategis Kemitraan Antara Pemerintah Dan Organisasi Nirlaba Dalam Program Wash In Hcf Di Kota Bandarlampung

Jurnal Agregasi, May 2025

This article discusses the WASH Program in Healthcare Facilities initiated by one non-profit organization, the Way Seputih Conservation Foundation (YKWS), in collaboration with the Bandarlampung Health Department. This program is beneficial forpreventing the spread of diseases from water, sanitation, and hygiene facilities, while also serving as a campaign platform for clean and healthy living behaviors in the community. The lack of proper sanitation and sufficient clean water is the root cause of various health problems in society. The research methodology employs a qualitative approach using the strategic readinessmethod, which is part of the Public Policy Analysis study. The results indicate that the strategic readiness of the partnership between the Bandarlampung City Government and the Way Seputih Conservation Foundation (YKWS) demonstrates shared commitment, good coordination, sharing of experiences and expertise, and community participation. Additionally, challenges that need to be addressed include policy and funding issues, the need for monitoring and evaluation systems, sustainable management, and collaboration with relevant parties.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/12760/5041

Kesiapan Strategis Kemitraan Antara Pemerintah Dan Organisasi Nirlaba Dalam Program Wash In Hcf Di Kota Bandarlampung

Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 77-95) https://doi.org/10.34010/nv23rd24 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi Kesiapan Strategis Kemitraan Antara Pemerintah Dan Organisasi Nirlaba Dalam Program Wash In Hcf Di Kota Bandarlampung Angga Natalia1, Willia Novi Aryani2, Gesit Yudha3 1,3Program Studi Pemikiran Politik Islam, 2 Prodi Sosiologi Agama 1,2,3Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jalan Letkol Endro Suratmin Sukarame, Kota Bandarlampung, Lampung, 35131, Indonesia. * Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp: +6285290067878 Abstrak Penelitian ini mengkaji kesiapan strategis hubungan kemitraan antara Pemerintah Kota Bandarlampung dan Yayasan Konservasi Way Seputih dalam pelaksanaan Program WASH di fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kesiapan kolaborasi tersebut dalam upaya untuk mengurangi penularan penyakit melalui perbaikan kualitas air minum, sanitasi, dan kebersihan di fasilitas kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatifdengan memanfaatkan analisis kebijakan publik sebagai kerangka kerja. Metodologi pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan pendekatan analitis menggunakan teknik deskriptif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kemitraan telah mewujudkan komitmen kolektif, koordinasi yang efektif, dan partisipasi yang kuat dari pemerintah, organisasi nirlaba, dan masyarakat, terlepas dari tantangan terkait kebijakan, pendanaan, dan sistem pemantauan dan evaluasi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kemitraan antara pemerintah dan organisasi nirlaba, peningkatan kapasitas sumber daya, serta perbaikan kebijakan dan sistem monitoring untuk keberlanjutan program kesehatan masyarakat. Kata kunci: Analisis Kebijakan Publik, Kemitraan Pemerintah, WASH in HCF Strategic Readiness Of Partnership Between Government And Non-Profit Organizations In The Wash In Hcf Program In Bandarlampung City Abstract This study examines the strategic readiness of the partnership between the Bandarlampung City Government and the Way Seputih Conservation Foundation in implementing the WASH Program in health facilities. The objective of this study is to assess the level of readiness of this collaboration in efforts to reduce disease transmission through improvements in drinking water quality, sanitation, and hygiene in health facilities. The approach used is qualitative, utilizing public policy analysis as a framework. The data collection methodology consists of observation, interviews, and documentation, while the analytical approach employs descriptive techniques, including data reduction, data presentation, and verification of conclusions. The findings indicate that the partnership has demonstrated collective commitment, effective coordination, and strong participation from the government, non-profit organizations, and the community, despite challenges related to policy, funding, and monitoring and evaluation systems. The implications of this study emphasize the importance of strengthening partnerships between the government and non-profit organizations, enhancing resource capacity, and improving policies and monitoring systems for the sustainability of public health programs. Keywords: Government Partnership, Public Policy Analysis, WASH in HCF Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 77 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 77-95) https://doi.org/10.34010/nv23rd24 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi PENDAHULUAN Penyediaan air bersih dan sanitasi yang memadai merupakan tantangan lama yang masih belum tertangani secara memadai di Indonesia. Target capaian air bersih dan sanitasi dalam Sustainable Development Goals (SDGs) belum direalisasikan secara optimal. Namun, timbulnya pandemi Covid-19 pada awal 2020, yang mempengaruhi banyak negara termasuk Indonesia, berfungsi untuk menggarisbawahi pentingnya air bersih dan sanitasi yang tepat dalam mengurangi penularan virus. Seperti yang dilaporkan oleh World Health Organisation (WHO), akses ke air bersih, sanitasi, dan layanan higienis sangat penting dalam membatasi penyebaran virus Covid-19 dan dalam mencegah wabah penyakit di masa depan (Suryani, 2020). Peningkatan layanan air, sanitasi, kebersihan atau lebih di kenal dengan singkatan WASH in HCF (Water, Sanitation and Hygiene in Health Care Facilities) dan layanan pengelolaan limbah perawatan kesehatan di fasilitas perawatan kesehatan sangat penting untuk memastikan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). Ketersediaan, aksesibilitas, akseptabilitas layanan WASH di fasilitas kesehatan merupakan aspek mendasar untuk menjamin hak asasi manusia dan martabat pasien, pengunjung, dan petugas kesehatan. Air bersih memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, memasak, dan dapat diminum setelah diolah dengan baik (La Aba et al., 2024). Sementara itu, dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 dijelaskan, air untuk keperluan higienis sanitasi berbeda dengan air minum. Air, sanitasi, dan layanan kebersihan memerlukan intervensi yang cermat dengan melibatkan seluruh stakeholders. Kendala yang dihadapi oleh pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan alokasi fiskal, sumber daya manusia, ketersediaan data, dan aset tambahan, mengamanatkan kerja sama semua pihak yang terlibat, termasuk sektor swasta, organisasi masyarakat, dan lembaga akademik. Sayangnya, tantangan yang terkait dengan koordinasi dan kolaborasi masih menjadi salah satu permasalahan untuk mencapai target sa nitasi yang layak (Unicef Indonesia, 2022). Tanpa koordinasi yang memadai, potensi kolaborasi akan terhambat dan mengurangi efektivitas programprogram sanitasi yang ada (Oginawati et al., 2023). Terlepas dari upaya yang sudah ada dari pemerintah, masih ada kebutuhan untuk membangun kapasitas dan mempertahankan program WASH in HCF, khususnya di Pusat Pelayanan Kesehatan Dasar (Puskesmas). Terkait dengan program WASH in HCF belum secara komprehensif dibahas pada penelitian terdahulu. Banyak penelitian yang meneliti secara terpisah antara urgensi air bersih, sanitasi dan kebersihan yang dalam penelitian ini merupakan satu kesatuan dalam Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 78 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 77-95) https://doi.org/10.34010/nv23rd24 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi program WASH. Beberapa penelitian terkait diantaranya, Penelitian Maharani & Pratama (2022), melakukan analisis komprehensif kemitraan antara badan pemerint (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/12760/5041
Article home page: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/view/12760/5041

Angga Natalia, Aryani Willia Novi, Yudha Gesit. Kesiapan Strategis Kemitraan Antara Pemerintah Dan Organisasi Nirlaba Dalam Program Wash In Hcf Di Kota Bandarlampung, Jurnal Agregasi, 2025, pp. 77-95,