Kesiapan Strategis Kemitraan Antara Pemerintah Dan Organisasi Nirlaba Dalam Program Wash In Hcf Di Kota Bandarlampung
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 77-95)
https://doi.org/10.34010/nv23rd24
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Kesiapan Strategis Kemitraan Antara Pemerintah Dan Organisasi
Nirlaba Dalam Program Wash In Hcf
Di Kota Bandarlampung
Angga Natalia1, Willia Novi Aryani2, Gesit Yudha3
1,3Program Studi Pemikiran Politik Islam, 2 Prodi Sosiologi Agama
1,2,3Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Jalan Letkol Endro Suratmin Sukarame, Kota Bandarlampung, Lampung, 35131, Indonesia.
* Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp: +6285290067878
Abstrak
Penelitian ini mengkaji kesiapan strategis hubungan kemitraan antara Pemerintah Kota
Bandarlampung dan Yayasan Konservasi Way Seputih dalam pelaksanaan Program WASH di
fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kesiapan kolaborasi
tersebut dalam upaya untuk mengurangi penularan penyakit melalui perbaikan kualitas air
minum, sanitasi, dan kebersihan di fasilitas kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah
kualitatifdengan memanfaatkan analisis kebijakan publik sebagai kerangka kerja. Metodologi
pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan pendekatan
analitis menggunakan teknik deskriptif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan
verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kemitraan telah mewujudkan komitmen
kolektif, koordinasi yang efektif, dan partisipasi yang kuat dari pemerintah, organisasi nirlaba,
dan masyarakat, terlepas dari tantangan terkait kebijakan, pendanaan, dan sistem pemantauan
dan evaluasi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kemitraan antara
pemerintah dan organisasi nirlaba, peningkatan kapasitas sumber daya, serta perbaikan
kebijakan dan sistem monitoring untuk keberlanjutan program kesehatan masyarakat.
Kata kunci: Analisis Kebijakan Publik, Kemitraan Pemerintah, WASH in HCF
Strategic Readiness Of Partnership Between Government And Non-Profit
Organizations In The Wash In Hcf Program
In Bandarlampung City
Abstract
This study examines the strategic readiness of the partnership between the Bandarlampung
City Government and the Way Seputih Conservation Foundation in implementing the WASH Program
in health facilities. The objective of this study is to assess the level of readiness of this collaboration
in efforts to reduce disease transmission through improvements in drinking water quality, sanitation,
and hygiene in health facilities. The approach used is qualitative, utilizing public policy analysis as a
framework. The data collection methodology consists of observation, interviews, and documentation,
while the analytical approach employs descriptive techniques, including data reduction, data
presentation, and verification of conclusions. The findings indicate that the partnership has
demonstrated collective commitment, effective coordination, and strong participation from the
government, non-profit organizations, and the community, despite challenges related to policy,
funding, and monitoring and evaluation systems. The implications of this study emphasize the
importance of strengthening partnerships between the government and non-profit organizations,
enhancing resource capacity, and improving policies and monitoring systems for the sustainability
of public health programs.
Keywords: Government Partnership, Public Policy Analysis, WASH in HCF
Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 77
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 77-95)
https://doi.org/10.34010/nv23rd24
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Penyediaan air bersih dan sanitasi
yang memadai merupakan tantangan
lama yang masih belum tertangani
secara memadai di Indonesia. Target
capaian air bersih dan sanitasi
dalam Sustainable
Development
Goals
(SDGs) belum direalisasikan
secara optimal. Namun, timbulnya
pandemi Covid-19 pada awal 2020, yang
mempengaruhi
banyak
negara
termasuk Indonesia, berfungsi untuk
menggarisbawahi pentingnya air bersih
dan sanitasi yang tepat dalam
mengurangi penularan virus. Seperti
yang dilaporkan oleh World Health
Organisation (WHO), akses ke air bersih,
sanitasi, dan layanan higienis sangat
penting dalam membatasi penyebaran
virus Covid-19 dan dalam mencegah
wabah penyakit di masa depan (Suryani,
2020).
Peningkatan layanan air, sanitasi,
kebersihan atau lebih di kenal dengan
singkatan WASH in HCF (Water,
Sanitation and Hygiene in Health Care
Facilities) dan layanan pengelolaan
limbah perawatan kesehatan di fasilitas
perawatan kesehatan sangat penting
untuk memastikan praktik pencegahan
dan
pengendalian
infeksi
(PPI).
Ketersediaan,
aksesibilitas,
akseptabilitas layanan WASH di fasilitas
kesehatan merupakan aspek mendasar
untuk menjamin hak asasi manusia dan
martabat pasien, pengunjung, dan
petugas kesehatan.
Air bersih memegang peranan
penting dalam kehidupan manusia,
digunakan untuk keperluan sehari-hari,
seperti mencuci, mandi, memasak, dan
dapat diminum setelah diolah dengan
baik (La Aba et al., 2024). Sementara itu,
dalam Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2017 dijelaskan, air untuk keperluan
higienis sanitasi berbeda dengan air
minum. Air, sanitasi, dan layanan
kebersihan memerlukan intervensi yang
cermat dengan
melibatkan
seluruh stakeholders.
Kendala yang dihadapi oleh
pemerintah daerah, terutama yang
berkaitan dengan alokasi fiskal, sumber
daya manusia, ketersediaan data, dan
aset tambahan, mengamanatkan kerja
sama semua pihak yang terlibat,
termasuk sektor swasta, organisasi
masyarakat,
dan
lembaga
akademik. Sayangnya, tantangan yang
terkait
dengan
koordinasi
dan
kolaborasi masih menjadi salah satu
permasalahan untuk mencapai target sa
nitasi yang layak (Unicef Indonesia,
2022). Tanpa koordinasi yang memadai,
potensi kolaborasi akan terhambat dan
mengurangi
efektivitas
programprogram sanitasi yang ada (Oginawati et
al., 2023). Terlepas dari upaya yang
sudah ada dari pemerintah, masih ada
kebutuhan untuk membangun kapasitas
dan mempertahankan program WASH
in HCF, khususnya di Pusat Pelayanan
Kesehatan Dasar (Puskesmas).
Terkait dengan program WASH in
HCF belum secara komprehensif dibahas
pada penelitian terdahulu. Banyak
penelitian yang meneliti secara terpisah
antara urgensi air bersih, sanitasi dan
kebersihan yang dalam penelitian ini
merupakan satu kesatuan dalam
Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 78
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 77-95)
https://doi.org/10.34010/nv23rd24
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
program WASH. Beberapa penelitian
terkait diantaranya, Penelitian Maharani
& Pratama (2022), melakukan analisis
komprehensif kemitraan antara badan
pemerint (...truncated)