Pendekatan Kelembagaan: Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Meningkatkan Literasi

Jurnal Agregasi, May 2025

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya Pemerintah Indonesuia dalam meningkatkan tingkat literasi dengan menggunakan pendekatan kelembagaan yang berfokus pada dua dimensi yaitu dimensi regulasi dan dimensi tingkat kebijakan. Metode riset menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive dan snowball. Hasil riset ini menunjukkan bahwa berdasarkan dimensi kelembagaan, Pemerintah Indonesia memiliki regulasi yang mengatur sistem pendidikan nasional, perpustakaan, perbukuan, dan bahasa. Kemudian, memiliki program literasi dalam lingkup sekolah, lingkup masyarakat, dan lingkup keluarga. melakukan upaya berupa penyediaan buku baik luring maupun daring. Berdasarkan dimensi tingkat kebijakan literasi, kebijakan-kebijakan literasi di Indonesia sudah mencapai seluruh tingkat literasi. Namun, sayangnya pada tingkat literasi tertinggi, yaitu epistemic, Indonesia belum mencapai secara keseluruhan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/15878/5034

Pendekatan Kelembagaan: Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Meningkatkan Literasi

Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 19-38) https://doi.org/10.34010/q6s43p88 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi Pendekatan Kelembagaan: Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Meningkatkan Literasi Neneng Yani Yuningsih1, Salsabila2, Susi Yulianti3 1Departemen Ilmu Pemerintahan, FISIP UNPAD, Indonesia 2Program Studi Sarjana Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD, Indonesia 3Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD, Indonesia Email: Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya tingkat literasi Indonesia yang disebabkan rendahnya minat baca, kurangnya akses bahan bacaan, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya literasi. Sementara Tujuan tulisan ini untuk menjelaskan upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan literasi siswa berusai 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika dan sains dengan mempergunakan pendekatan kelembagaan yang berfokus pada dua karakteristik, yaitu karakteristik legal formal dan karakteristik metode historical comparative. Metode riset mempergunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Penentuan informan mempergunakan teknik purposive. Hasil riset ini menunjukkan bahwa berdasarkan dimensi kelembagaan, Pemerintah Indonesia memiliki regulasi yang mengatur sistem pendidikan nasional, perpustakaan, perbukuan, dan bahasa. Pemerintah Indonesia juga memiliki program literasi dalam lingkup sekolah, lingkup masyarakat, dan lingkup keluarga. Implikasi penelitian ini dapat meningkatkan kualitas kebijakan dan regulasi serta program-program pemerintah tentang literasi, selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran baik pemerintah maupun masyarakat tentang dampak literasi terhadap kualitas Pendidikan. Kata Kunci: Kelembagaan; Kebijakan, Literasi; Regulasi, Pemerintah Institutional Approach: Indonesian Government's Efforts to Improve Literacy Abstract His research is motivated by Indonesia's low literacy level due to low interest in reading, lack of access to reading materials, and lack of awareness of the importance of literacy. Meanwhile, the purpose of this paper is to explain the Indonesian government's efforts to improve the literacy of 15year-old students in reading, science and math by using an institutional approach that focuses on two characteristics, namely formal legal characteristics and historical comparative method characteristics. The research method uses a qualitative approach. Data collection techniques were literature review, interviews and observation. Determination of informants using purposive technique. The results of this study show that based on the institutional dimension, the Indonesian government has regulations governing the national education system, libraries, books and languages. The Indonesian government also has literacy programs within schools, communities and families. The implication of this study is that it can improve the quality of policies and regulations as well as government programs on literacy. It can also increase the awareness of both the community and the government about the impact of literacy on the quality of education. Keywords:Institutionalisation; Policy, Literacy; Regulation, Government Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 19 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 19-38) https://doi.org/10.34010/q6s43p88 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi PENDAHULUAN Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, individu kini dituntut untuk dengan cepat menguasai teknologi dari berbagai ilmu pengetahuan. Untuk dapat menguasainya perlu adanya kemampuan yang memadai dalam literasi. Secara tidak langsung, literasi berperan penting dalam kemajuan pendidikan suatu negara. Berjalannya proses pendidikan melibatkan aktivitas literasi di dalamnya. Jika proses pendidikan terhambat, maka makin sedikit terbentuknya sumber daya manusia yang baik dan tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap berbagai aspek suatu negara seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya. Dalam persaingan global pun, literasi sangat mempengaruhi daya saing suatu bangsa. Dengan literasi, masyarakat akan lebih bisa bernalar, berpengetahuan, dan berpikir kritis. Literasi membuka peluang masyarakat untuk memperkaya pengetahuan. Berbicara mengenai literasi, banyak ahli yang telah mendefinisikannya (Harris and Hodges, 1996). Departemen Victoria School Education dengan Catholic Education Office Victoria mengemukakan bahwa literasi sangat sulit untuk didefinisikan karena sesungguhnya literasi merupakan konstruksi sosial dan gagasan kompleks yang bisa saja memiliki definisi berbeda-beda bagi kelompok budaya dan waktu tertentu. Oleh karena itu, literasi relatif dinamis. Walaupun literasi secara umum didefinisikan sebagai menulis dan membaca, literasi merupakan hal kompleks yang mencakup proses keterampilan berbahasa dan berpikir yang terintegrasi. OECD (Organization for Economic Co-Operation and Development) untuk PISA (Program Penilaian Pelajar Internasional) pun mendefinisikan literasi sebagai aktivitas yang berkaitan dengan tulis-menulis. Menurut OECD (2001) literasi merupakan kemampuan untuk memahami, mempergunakan, dan membuat refleksi teks tertulis dalam meraih sasaran seseorang serta memperkaya wawasan dan potensinya yang kemudian digunakan untuk secara efektif berpartisipasi dalam masyarakat. (dalam Syahrin, 2021) UNESCO (2023) mengemukakan bahwa di luar konsep konvensionalnya sebagai satu perangkat keterampilan menulis, membaca, dan berhitung— literasi sekarang ini diartikan sebagai sarana pemahaman, interpretasi, kreasi, identifikasi, dan interaksi di dunia yang semakin digital, semakin cepat dan kaya informasi. Literasi juga dapat diartikan dengan peka terhadap lingkungan sekitar dan berpikir kritis, melek Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 20 Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 19-38) https://doi.org/10.34010/q6s43p88 Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi teknologi, dan melek politik. Hal ini sejalan dengan pendapat Kirsch dan Jungleblutuang memaknai literasi sebagai keterampilan individu untuk mengolah informasi untuk berkontribusi terhadap pengetahuan agar dapat bermanfaat untuk masyarakat (dalam Irianto dan Febrianti, 2016). Oleh karenanya, Wells (dalam Agustina 2021) membagi tingkat literasi menjadi empat poin antara lain: 1). Performative; 2). Functional; 3). Informational; 4). Epistemic. Macam-macam literasi pun kini kian berkembang antara lain literasi kesehatan, literasi data, literasi finansial, literasi teknologi, literasi kritikal, literasi statistik, dan literasi informasi. Literasi merupakan akar dari berbagai proses pendidikan. Pendidikan adalah hal yang sangat krusial (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/download/15878/5034
Article home page: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/view/15878/5034

Yuningsih Neneng Yani, Salsabila Salsabila, Susi Yuliant. Pendekatan Kelembagaan: Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Meningkatkan Literasi, Jurnal Agregasi, 2025, pp. 19-38,