Digitalisasi Pembayaran Dalam Pengelolaan Keuangan Publik: Strategi Efisiensi Dan Transparansi
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 96-110)
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
Digitalisasi Pembayaran Dalam Pengelolaan Keuangan Publik: Strategi
Efisiensi Dan Transparansi
Suryanto Suryanto1) *, Ratna Meisa Dai2)
1,2 Departemen Administrasi Bisnis, Universitas Padjadjaran. Jalan Ir. Soekarno KM 21
Jatinangor, Jawa Barat, 45363, Indonesia.
* Korespondensi Penulis. E-mail: , Telp: +6281321027295
Abstrak
Transformasi digital dalam sektor publik mendorong inovasi dalam pengelolaan keuangan
negara, termasuk penerapan sistem pembayaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis
kontribusi digitalisasi pembayaran terhadap efisiensi dan transparansi keuangan publik di
Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis konten dan studi
kasus, dengan data primer dari wawancara serta data sekunder dari dokumen kebijakan dan
literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Digipay dan SP2D Online
berdampak signifikan pada efisiensi administrasi, percepatan transaksi, dan penguatan kontrol.
Digitalisasi juga meningkatkan transparansi melalui pelacakan transaksi real-time dan
mendukung audit terbuka. Namun, tantangan tetap ada terkait interoperabilitas, keamanan data,
dan sumber daya manusia. Secara keseluruhan, digitalisasi menjadi strategi penting dalam
reformasi keuangan publik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi
pembayaran dapat menjadi model untuk mempercepat reformasi tata kelola keuangan negara
secara lebih luas dan mendorong adopsi teknologi serupa di sektor publik lainnya.
Kata kunci: efisiensi, keuangan publik, pembayaran digital, sistem keuangan digital,
transparansi
Digitalization Of Payments In Public Financial Management: Efficiency And Transparency
Strategy
Abstract
Digital transformation in the public sector drives innovation in state financial management,
including implementing digital payment systems. This study aims to analyze the contribution of
payment digitization to the efficiency and transparency of public finances in Indonesia. The method
used is qualitative through content analysis and case studies, with primary data from interviews and
secondary data from policy documents and scientific literature. The study results show that the
implementation of Digipay and SP2D Online significantly impacts administrative efficiency,
transaction acceleration, and strengthening control. Digitalization also increases transparency
through real-time transaction tracking and supports open audits. However, challenges remain
regarding interoperability, data security, and human resources. Overall, digitalization is an
important strategy in public finance reform. The implications of this research suggest that the
success of payment digitalization can serve as a model to accelerate broader state financial
governance reforms and encourage the adoption of similar technologies in other public sectors.
Keywords: efficiency, digital financial system, digital payment, public finance, transparency
Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 96
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 96-110)
https://doi.org/10.34010/hnta2869
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
PENDAHULUAN
Transformasi
digital
dalam
administrasi publik telah menjadi salah
satu elemen kunci dalam reformasi tata
kelola pemerintahan di era modern
(Andini et al., 2020). Hal ini sejalan dengan
tujuan Peraturan Presiden No 95
Tahun 2018 untuk menciptakan tata
kelola pemerintahan yang bersih, efektif,
transparan,
dan
akuntabel
serta
memberikan pelayanan publik yang baik
dan terpercaya (Chumairoh & Widiyarta,
2024). Salah satu aspek penting dalam
transformasi ini adalah digitalisasi sistem
pembayaran dalam pengelolaan keuangan
publik. Pemerintah di banyak negara,
termasuk Indonesia, mulai menerapkan
sistem pembayaran berbasis digital
sebagai respons terhadap tuntutan
efisiensi
dan
akuntabilitas
dalam
pengelolaan anggaran negara (Mergel et
al., 2019). Perubahan ini tidak hanya
dimaksudkan untuk mempercepat proses
keuangan, tetapi juga untuk mengurangi
kompleksitas birokrasi, menekan biaya
operasional,
serta
meningkatkan
akuntabilitas fiskal.
Digitalisasi sistem pembayaran di
sektor publik mencerminkan paradigma
baru dalam manajemen keuangan negara.
Dengan sistem yang berbasis elektronik,
transaksi keuangan pemerintah dapat
dilakukan
secara
lebih
cepat,
terdokumentasi dengan baik, serta mudah
diawasi secara real-time (Ravšelj et al.,
2022). Keunggulan ini menjadikan
digitalisasi sebagai alat strategis untuk
memperkuat sistem keuangan negara,
memperluas
inklusi
fiskal,
dan
mendorong efisiensi dalam penggunaan
anggaran. Pemerintah Indonesia sendiri
telah mengadopsi berbagai bentuk inovasi
dalam pembayaran digital, mulai dari
penggunaan
Quick Response
Code
Indonesian Standard (QRIS) hingga
integrasi sistem Surat Perintah Pencairan
Dana (SP2D) Online dan aplikasi Sistem
Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi
(SAKTI) dalam proses pencairan dan
pelaporan anggaran (Munyua et al., 2020;
Alhassan & Adam, 2022).
Namun,
penerapan
sistem
pembayaran digital di sektor publik juga
menghadapi tantangan yang kompleks.
Risiko keamanan data, resistensi terhadap
perubahan
budaya
kerja,
serta
ketimpangan
dalam
ketersediaan
infrastruktur digital di berbagai daerah
menjadi penghambat utama dalam
optimalisasi sistem ini (Rahmawati &
Nugroho, 2022; Kusmaryanto & Santoso,
2025). Selain itu, kurangnya harmonisasi
regulasi serta keterbatasan dalam
integrasi sistem antarlembaga menambah
lapisan kompleksitas dalam penerapan
sistem
pembayaran
digital
yang
menyeluruh dan efektif (Aksoylu &
Salman, 2023). Oleh karena itu, penting
bagi pemerintah untuk menyusun strategi
yang holistik dalam merancang ekosistem
digital yang tidak hanya aman, tetapi juga
adaptif dan inklusif.
Sejumlah studi terdahulu telah
membuktikan kontribusi digitalisasi
terhadap peningkatan kinerja keuangan
negara. Dener dan Min (2013)
menekankan bahwa teknologi digital
memiliki potensi signifikan dalam
memperbaiki proses pelaporan dan
pengawasan fiskal. Temuan ini diperkuat
oleh Eom (2019), yang menyoroti
pentingnya keamanan sistem dan
perlindungan data dalam implementasi
sistem digital sektor publik. Penelitian
dari Bannister dan Connolly (2020) juga
memperlihatkan bahwa transformasi
digital berdampak positif terhadap
akuntabilitas dan efisiensi birokrasi,
khususnya dalam hal transparansi
Copyright © 2025, Jurnal Agregasi, ISSN: 2337-5299 (Print), ISSN: 2579-3047 (Online) | 97
Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi
Volume 13– Nomor 1, Mei 2025, (Hlm 96-110)
https://doi.org/10.34010/hnta2869
Available online at: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi
anggaran dan layanan publik berbasis
data (Banerjee et al., 2021)..
Dalam
konteks
strategi
implem (...truncated)