Terapi Madu sebagai Upaya untuk Menjaga Kebersihan Mulut dan Kelembapan Bibir pada Pasien dengan Ventilator Mekanik

JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, Apr 2025

Penggunaan ventilator dalam perawatan pasien di bangsal Intensive Care Unit (ICU) dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk komplikasi pada kebersihan mulut. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan mulut dan kelembapan bibir pada pasien ventilator adalah dengan pemberian madu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek madu terhadap kebersihan oral pasien ventilator di ICU. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan kuantitatif di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo, pada tanggal 29 April hingga 1 Mei 2025. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien ICU yang menggunakan ventilator lebih dari 48 jam dan memenuhi kriteria inklusi. Madu dioleskan pada mukosa oral pasien dua kali sehari selama empat hari berturut-turut. Pengukuran kebersihan oral menggunakan Beck Oral Assessment Scale (BOAS). Analisis data yang dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan skor BOAS sebelum dan setelah pemberian madu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kebersihan oral dan kelembapan bibir pada pasien setelah diberikan terapi tambahan berupa pemberian madu, yang tercermin dari penurunan skor BOAS. Kesimpulan dari penelitian ini, pemberian madu pada pasien ventilator dapat meningkatkan kebersihan mulut dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif intervensi dalam perawatan kebersihan mulut di ICU.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6423/4491

Terapi Madu sebagai Upaya untuk Menjaga Kebersihan Mulut dan Kelembapan Bibir pada Pasien dengan Ventilator Mekanik

Jurnal Penelitian Perawat Profesional Volume 7 Nomor 2, April 2025 e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757 http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP TERAPI MADU SEBAGAI UPAYA UNTUK MENJAGA KEBERSIHAN MULUT DAN KELEMBAPAN BIBIR PADA PASIEN DENGAN VENTILATOR MEKANIK: STUDI KASUS Kinanti1, Arif Wahyu Setyo Budi1*, Nurfaizah2 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Geblagan, Tamantitro, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183, Indonesia 2 RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, Jl. Jenderal Sudirman No.60, Doplang, Purworejo, Jawa Tengah 54114, Indonesia * 1 ABSTRAK Penggunaan ventilator dalam perawatan pasien di bangsal Intensive Care Unit (ICU) dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk komplikasi pada kebersihan mulut. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan mulut dan kelembapan bibir pada pasien ventilator adalah dengan pemberian madu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efek madu terhadap kebersihan oral pasien ventilator di ICU. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan kuantitatif di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo, pada tanggal 29 April hingga 1 Mei 2025. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien ICU yang menggunakan ventilator lebih dari 48 jam dan memenuhi kriteria inklusi. Madu dioleskan pada mukosa oral pasien dua kali sehari selama empat hari berturutturut. Pengukuran kebersihan oral menggunakan Beck Oral Assessment Scale (BOAS). Analisis data yang dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan skor BOAS sebelum dan setelah pemberian madu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kebersihan oral dan kelembapan bibir pada pasien setelah diberikan terapi tambahan berupa pemberian madu, yang tercermin dari penurunan skor BOAS. Kesimpulan dari penelitian ini, pemberian madu pada pasien ventilator dapat meningkatkan kebersihan mulut dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif intervensi dalam perawatan kebersihan mulut di ICU. Kata kunci: kebersihan oral; madu; ventilator EVIDENCE-BASED APPLICATION OF HONEY THERAPY FOR ORAL HYGIENE AND LIP MOISTURE MAINTENANCE IN MECHANICALLY VENTILATED PATIENTS: A CASE STUDY ABSTRACT Mechanical ventilation in intensive care unit (ICU) patients increases the risk of hospital-acquired infections, including complications related to oral hygiene and lip dryness. Maintaining oral hygiene and lip moisture is essential to prevent further complications in critically ill patients. Honey, known for its natural antibacterial and moisturizing properties, may serve as an effective alternative intervention. This study aimed to describe the effect of honey therapy on oral hygiene and lip moisture in mechanically ventilated patients. A descriptive case study with a quantitative approach was conducted at Dr. Tjitrowardojo Regional Hospital, Purworejo, from April 29 to May 1, 2025. Two ICU patients who had been on mechanical ventilation for more than 48 hours and met the inclusion criteria were included. Honey was applied to the patients’ oral mucosa twice daily for four consecutive days. Oral hygiene was assessed using the Beck Oral Assessment Scale (BOAS), and data were analyzed descriptively by comparing BOAS scores before and after the intervention. The results showed improvements in oral hygiene and lip moisture, indicated by a reduction in BOAS scores following honey application. In conclusion, honey therapy may be considered a supportive intervention to maintain oral hygiene and lip moisture in mechanically ventilated ICU patients. Keywords: honey; oral hygiene; ventilator 855 Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 7 No 2, April 2025 Global Health Science Group PENDAHULUAN Ventilator mekanik merupakan alat yang krusial dalam perawatan intensif, digunakan untuk mendukung pernapasan pasien yang mengalami gangguan pernapasan akut maupun kronis. Di seluruh dunia, lebih dari 3 juta pasien membutuhkan ventilator setiap tahun di Unit Perawatan Intensif (ICU), dan angka ini diperkirakan terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi pasien dengan penyakit kritis (Adini et al., 2018). Meskipun ventilator sangat vital dalam mempertahankan kehidupan pasien kritis, penggunaannya tetap membawa risiko tertentu. Salah satu komplikasi yang umum terjadi adalah Ventilator-Associated Pneumonia (VAP), yakni infeksi paru-paru yang timbul setelah penggunaan ventilator lebih dari 48 jam. Infeksi ini disebabkan oleh perpindahan bakteri dari mulut ke saluran napas bawah, yang kemudian mengkolonisasi paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa VAP dapat meningkatkan angka kesakitan, kematian, serta memperpanjang lama perawatan di unit perawatan intensif (ICU) (Amiri et al., 2020). Global burden of disease (GBD) memperkirakan bahwa VAP menjadi salah satu penyebab utama kematian dan komplikasi pada pasien yang dirawat di ICU. Di beberapa rumah sakit, insiden VAP dilaporkan mencapai 10 hingga 20% dari seluruh pasien yang terpasang ventilator (Adini et al., 2018). Di Indonesia, data yang tersedia menunjukkan angka yang signifikan terkait kejadian VAP, dengan peran utama kebersihan mulut yang buruk sebagai faktor risiko utama. Kebersihan mulut yang tidak terjaga dapat menyebabkan kolonisasi bakteri patogen, yang memperburuk kondisi klinis pasien dan berisiko menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah (Sumara et al., 2021). Salah satu solusi yang banyak diteliti untuk mencegah VAP adalah perawatan kebersihan mulut yang optimal. Pasien yang terhubung dengan ventilator sering kali mengalami penurunan salivasi dan ketidakmampuan untuk menjaga kebersihan mulut secara mandiri, yang menyebabkan penumpukan bakteri di rongga mulut. Untuk itu, perawatan kebersihan mulut yang intensif sangat penting untuk mengurangi jumlah bakteri patogen yang berkembang biak di rongga mulut (Rizky Amalia Shidiq et al., 2021). Di ruang ICU, tindakan pencegahan terhadap VAP umumnya melibatkan penggunaan antiseptik mulut seperti chlorhexidine untuk mengurangi jumlah bakteri. Namun, penggunaan chlorhexidine sering dikaitkan dengan efek samping seperti perubahan rasa, iritasi, dan rasa tidak nyaman di mulut pasien (Ames et al., 2011). Oleh karena itu, pencarian alternatif yang lebih alami dan aman menjadi semakin relevan. Salah satu alternatif yang menjanjikan dalam perawatan kebersihan mulut pada pasien ventilator adalah penggunaan madu. Madu telah dikenal sejak zaman kuno sebagai bahan alami dengan berbagai manfaat kesehatan, terutama karena sifat antibakteri, anti-inflamasi, dan penyembuhannya. Penelitian yang dilakukan oleh Adini et al. (2018) menunjukkan bahwa madu dapat secara signifikan mengurangi kolonisasi bakteri patogen di rongga mulut pasien yang terpasang ventilator, sehingga membantu mencegah terjadinya VAP (Adini et al., 2018). Madu memiliki senyawa aktif seperti peroksida hidrogen, flavonoid, dan asam fenolik yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri patogen yang biasa ditemukan di rongga mulut pasien ICU (Amiri et al. (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/6423/4491
Article home page: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/6423/4491

Kinanti Kinanti, Budi Arif Wahyu Setyo, Nurfaizah Nurfaizah. Terapi Madu sebagai Upaya untuk Menjaga Kebersihan Mulut dan Kelembapan Bibir pada Pasien dengan Ventilator Mekanik, JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL, 2025, pp. 855-860,