Digitalisasi Administrasi Publik
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 1030-1034
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Digitalisasi Administrasi Publik: Peluang, Tantangan, dan Model
Implementasi dalam Konteks Indonesia
Rayhan Agustina, Nadila Vhitra Januarb, Dina Adilla Maharanic, Elsya Dwi Septiyenad, Jumiatie, Boni
Saputraf
a
Departemen Ilmu Administrasi Negara, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang,
Departemen Ilmu Administrasi Negara, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang,
c
Departemen Ilmu Administrasi Negara, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang,
d
Departemen Ilmu Administrasi Negara, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang,
e
Departemen Ilmu Administrasi Negara, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang,
f
Departemen Ilmu Administrasi Negara, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang,
b
Abstract
In the era of digitalization, the application of digital technology in various aspects of public administration allows
internal processes such as data management, communication and archiving to increase efficiency, accelerate the service
process and improve accessibility of services for the community. Government initiatives, digital transformation, and the use
of technology to create transparent and efficient public services are important in public administration. This study is used
to examine the use of technology in creating transparent and efficient public services in the current digital era. Digitalization
allows the government to integrate. Information and communication technology into administrative processes, facilitating
faster and more accessible public services. However, the application of this technology also presents challenges, such as
the digital divide, resistance to change, and data security issues. This transformation requires adaptation in policies,
organizational culture, and human resource development so that public administration can meet the needs of society in the
digital era.
Keywords: Digital transformation, Public Service, e-government, digital divide, data security
Abstrak
Di era digitalisasi, penerapan teknologi digital dalam berbagai aspek administrasi publik memungkinkan proses
internal seperti pengelolaan data, komunikasi dan pengarsipan dapat ditingkatkan efisiensinya, mempercepat proses
pelayanan dan meningkatkan aksesibilitas pelayanan bagi masyarakat. Inisiatif pemerintah, transformasi digital, dan
penggunaan teknologi untuk menciptakan layanan publik yang transparan dan efisien merupakan hal yang penting dalam
administrasi publik. Penelitian ini digunakan untuk meneliti penggunaan teknologi dalam menciptakan layanan publik yang
transparan dan efisien di era digital saat ini. Digitalisasi memungkinkan pemerintah untuk mengintegrasikan teknologi
informasi dan komunikasi dalam proses administratif, memfasilitasi layanan publik yang lebih cepat dan mudah diakses.
Namun, implementasi teknologi ini juga menghadirkan tantangan, seperti kesenjangan digital, resistensi terhadap perubahan,
dan isu keamanan data. Transformasi ini menuntut adaptasi dalam kebijakan, budaya organisasi, dan pengembangan sumber
daya manusia agar administrasi publik dapat memenuhi tuntutan masyarakat di era digital.
Kata Kunci : Transformasi digital, Pelayanan Publik, e-government, kesenjangan digital, keamanan data
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi saat ini semakin berkembang pesat yang mempengaruhi semua aspek
kehidupan. Berbagai manfaat yang diperoleh dari kemajuan teknologi informasi salah satunya kemudahan
dalam berkomunikasi dan mengakses informasi. Tranformasi ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan
aksesibilitas dalam berbagai sektor bidang, seperti bidang Pemerintahan, kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi
dan sektor bidang lainnya.
Era digital membawa perubahan besar pada berbagai aspek masyarakat, khususnya pada ranah
administrasi publik. Integrasi teknologi digital ke dalam operasional layanan publik telah mengubah cara
pemerintah berinteraksi dengan warganya, mengelola informasi, dan memberikan layanan. Penyampaian
layanan publik secara digital menjadi bagian penting sejak munculnya pemerintahan elektronik atau digital dua
dekade terakhir. Pemerintah di semua tingkatan tertarik dengan biaya transaksi online yang jauh lebih rendah
daripada transaksi secara manual (Roy, 2017). Transformasi digital dipandang menjadi peluang sekaligus
tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan layanan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Dalam penelitian yang ditulis oleh (Wiranti & Frinaldi, 2023) menjelaskan Transformasi digital di
pemerintahan merujuk pada proses penggunaan dan penerapan Teknologi digital dalam berbagai bagian
pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, partisipasi publik, dan penyediaan layanan yang lebih
baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Penelitian yang dilakukan oleh Wiranti dan Aldri (Wiranti & Frinaldi, 2023) menjelaskan Proses
layanan publik biasanya berlarut-larut, rumit, dan tidak jelas. Orang-orang sering menghabiskan banyak waktu
untuk layanan sederhana, seperti mengantri dan menunggu untuk mendapatkan layanan, yang meningkatkan
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.03 No. 06 Mei – Juni 2025
1030
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 1030-1034
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
biaya dan menyebabkan ketidakpuasan. Sehingga memunculkan inisiatif penerapan digitalisasi. Namum,
Penelitian yang dilakukan oleh Novliza Eka Patrisia (Eka Patrisia, Anwar, & Dwi, 2021) menyatakan selama
ini, seluruh perangkat daerah belum mampu menerapkan teknologi informasi secara efektif, terutama penelitian
yang dilakukan di lingkungan pemerintah daerah Bengkulu. Selain itu, Laohasirichaikul & Combs dalam
penelitian (Ani Yunaningsih, Indah, & Septiawan, 2021) menyatakan Kompetensi manajemen dan kemampuan
melayani diperlukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi saat menerapkan pelayanan publik digital.
Apabila Kedua kompetensi tersebut digabungkan, akan ada kualitas layanan yang unggul. Kualitas Layanan
yang unggul ini dapat ditunjukkan oleh kepuasan pengguna layanan, khususnya Warga setempat.
Perubahan ini tidak hanya melibatkan adopsi teknologi digital, tetapi juga mencakup perubahan budaya
organisasi, pendekatan manajerial, serta sistem pengelolaan layanan publik. Salah satu pendorong utama
transformasi ini adalah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan yang cepat, tepat, dan mudah
diakses (Rachmad, 2023). Dalam konteks ini, pemerintah di berbagai negara mulai mengimplementasikan
sistem e-government, yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik secara online, mengurangi
hambatan birokrasi, dan meningkatkan aksesibilitas.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik, Perat (...truncated)