Implementasi Nilai Nilai Dakwah pada Tradisi Bugis “Mabbaca Baca” di Desa Upang Ceria Kecamatan Muara Telang

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Aug 2025

This study aims to describe and analyze the implementation of Islamic da’wah values in the Bugis tradition of Mabbaca Baca practiced in Upang Ceria Village, Muara Telang District. The Mabbaca Baca tradition involves the recitation of prayers and verses from the Holy Qur’an during special occasions such as weddings, thanksgiving ceremonies, and other customary events. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that this tradition embodies da’wah values, including the values of faith (aqidah), Islamic law (sharia), and moral conduct (akhlaq), manifested through strengthening faith, applying Islamic teachings in daily life, and fostering behavior aligned with religious principles. The implementation of these values not only preserves local cultural heritage but also serves as a medium for religious guidance within the community. Thus, the Mabbaca Baca tradition plays a significant role in strengthening Islamic identity and maintaining social harmony among the Bugis diaspora.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3512/2545

Implementasi Nilai Nilai Dakwah pada Tradisi Bugis “Mabbaca Baca” di Desa Upang Ceria Kecamatan Muara Telang

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 1 Juli-Agustus 2025 Hal. 129-133 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/3512 ISSN :2963-5802 Implementasi Nilai Nilai Dakwah pada Tradisi Bugis “Mabbaca Baca” di Desa Upang Ceria Kecamatan Muara Telang ab Dian Nurhalisaa, Achmad Syarifudinb Program Studi Manajemen Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Abstract This study aims to describe and analyze the implementation of Islamic da’wah values in the Bugis tradition of Mabbaca Baca practiced in Upang Ceria Village, Muara Telang District. The Mabbaca Baca tradition involves the recitation of prayers and verses from the Holy Qur’an during special occasions such as weddings, thanksgiving ceremonies, and other customary events. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, indepth interviews, and documentation. The findings reveal that this tradition embodies da’wah values, including the values of faith (aqidah), Islamic law (sharia), and moral conduct (akhlaq), manifested through strengthening faith, applying Islamic teachings in daily life, and fostering behavior aligned with religious principles. The implementation of these values not only preserves local cultural heritage but also serves as a medium for religious guidance within the community. Thus, the Mabbaca Baca tradition plays a significant role in strengthening Islamic identity and maintaining social harmony among the Bugis diaspora. Keywords : Da’wah, Bugis Tradition, Mabbaca Baca, Islamic Values, Upang Ceria Village. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi nilai-nilai dakwah islam dalam tradisi bugis Mabbaca Baca yang dipraktikkan di Desa Upang Ceria, Kecamatan Muara Telang, Tradisi Mabbaca Baca melibatkan pembacaan doa dan Ayat-ayat suci Al-Quran pada acara acara khusus seperti Pernikahan,upacara syukuran dan acara adat lainnya.Penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif Deskriptif dengan pegumpulan data melalui observasi,wawancara mendalam dan dokumnetasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa tradisi ini mengandung nilainilai dakwah, meliputi nilai nilai keimnanan (aqidah),Hukum Islam (syariah),dan akhlak (akhlaq), yang diwujudkan melalui penguatan keimanan.penerapan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari, dan pembinaan perilaku yang selaras dengan prinsip-prinsip agama. Implenetasi nilai-nilai ini tidak hanya melestarikan warisan budaya lokal tetapi juga berfungsi sebagai media bimbingan keagamaan dalam masyarakat. Dengan demikian tradisi Mabbaca Baca memainkan peran penting dalam memperkuat identitas islam dan menjaga kerukunan sosial di antara diaspora Bugis. Kata Kunci : Dakwah,Tradisi Bugis,Mabbaca Baca,Nilai-nilai Islam,Desa Upang Ceria This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Implementasi nilai-nilai dakwah merupakan penerapan prinsip-prinsip ajaran Islam yang dilakukan oleh para da'i (penyampai dakwah) dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu nilai dakwah wajib di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat Nilai-nilai dakwah ini mencakup berbagai aspek yang bertujuan untuk membimbing umat manusia menuju idupan yang lebih baik, baik dari segi akhlak, ibadah, mauoun social. Nilai- nilai dakwah ini tidak hanya terbatas pada ceramah atau khutbah, tetapi juga pada interaksi sehari-hari dengan sesama umat. Dalam kehidupan sosial, dakwah dapat diterapkan dalam Bentuk perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam, seperti saling tolong-menolong, berbicara dengan sopan, atau menjalani kehidupan yang jujur dan adil. Menurut Gordon Allport yang dikutip oleh Rahmat Mulyana, nilai adalah suatu kepercayaan yang menjadi pegangan bagi seseorang untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Nilai dianggap berharga dalam kehidupan seseorang atau Masyarakat tergantung pandangannya dan akan berkembang seiring waktu. Dakwah merupakan kegiatan mengajarkan ajaran Islam kepada orang lain dengan maksud untuk mengajak, membimbing, dan memperkenalkan Islam secara benar,agar mereka dapat memahami dan mengamalkannya. Dakwah mencakup berbagai cara dan media, baik secara lisan, tulisan, atau melalui tindakan yang menunjukkan kebaikan ajaran Islam. Secara umum, dakwah juga dapat diartikan sebagai usaha untuk mengubah pandangan hidup seseorang atau masyarakat agar sesuai dengan nilai-nilai agama yang diyakini, baik dalam aspek akidah, ibadah, maupun muamalah. Dakwah bukan hanya terbatas pada agama Islam, tetapi juga dapat mencakup ajakan atau seruan kepada kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dan Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.4 No.1 Juli-Agustus 2025 129 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 1 Juli-Agustus 2025 Hal. 129-133 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/3512 ISSN :2963-5802 dakwah sudah menjadi tradisi dalam kehidupan Masyarakat yang mencerminkan cara hidup, nilai-nilai, keyakinan, dan praktik yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Tradisi ini menjadi fondasi dalam membentuk identitas kelompok atau masyarakat tertentu dan memainkan peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya, kepercayaan, serta praktik sosial yang telah ada sejak lama. Tradisi ini meliputi berbagai sisi kehidupan, seperti cara berpakaian, upacara adat, perayaan, bahasa, dan pola interaksi social. Meskipun kebudayaan atau tradisi sering dianggap sebagai aspek yang mempererat hubungan sosial atau komunitas dan identitas masyarakat, juga dapat menjadi sumber permasalahan atau tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan mencakup nilai-nilai, norma, tradisi, dan perilaku yang dapat mempengaruhi cara individu atau kelompok berinteraksi. kebudayaan sering kali berperan sebagai fondasi yang mempersatukan masyarakat, ia juga dapat menciptakan konflik ketika ada perbedaan dalam cara pandang, atau penerapan nilai- nilai kebudayaan yang berbeda antar kelompok. Oleh karena itu, meskipun kebudayaan berfungsi sebagai pembentuk ciri khas dan kepribadian suatu kelompok, ia juga menyimpan potensi permasalahan yang bisa mempengaruhi keharmonisan dalam masyarakat. Kebudayaan atau tradisi yang mewarnai corak hidup masyarakat memiliki peran dalam membentuk jati diri dan cara seseorang bersikap atau bertindak dalam suatu kelompok. Tradisi yang membentuk pola hidup masyarakat sulit untuk diubah meskipun setelah Islam masuk dan menjadi agama yang dianut. Mengubah dan menyesuaikan budaya yang sudah ada agar sejalan dengan ajaran Islam merupakan proses adaptasi yang terjadi ketika Islam memasuki suatu wilayah atau masyarakat. Proses ini mencakup integrasi nilai-nilai dan ajaran Islam ke dalam tradisi lokal, tanpa menghapus ciri khas budaya yang sudah ada. Pembaruan ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara ajaran agama dengan kebiasaan dan praktik budaya setempat. Sebagai salah satu budaya yang mengandung unsur budaya islam yaitu tradisi Mabbaca baca. Tradisi “ma (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3512/2545
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/3512/2545

Dian Nurhalisa, Achmad Syarifudin. Implementasi Nilai Nilai Dakwah pada Tradisi Bugis “Mabbaca Baca” di Desa Upang Ceria Kecamatan Muara Telang, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2025, pp. 129-133,