Dampak Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Bagi Kehidupan Masyarakat Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Oku Selatan

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Feb 2026

The construction of the Tiga Dihaji Dam, located in Tiga Dihaji District, South Ogan Komering Ulu Regency, is part of a National Strategic Project aimed at supporting irrigation and raw water provision, flood control, and regional economic development. This study aims to analyze the impact of the Tiga Dihaji Dam construction on community life and identify opportunities and benefits that can be utilized by affected communities. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collection through field observations, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that dam construction has positive impacts in the form of new job creation and increased community economic activity. However, it also has negative impacts, including loss of productive land, environmental damage, decreased discharge and quality of the Selabung River, and disruption to ecosystem balance and social order. This study uses Urip Santoso's Agrarian Politics Theory as an analytical framework to understand power relations between the state and society in infrastructure development. Sustainable social and environmental impact management policies, along with economic assistance and equitable compensation, are needed to optimally achieve development goals without sacrificing local community welfare.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4434/3358

Dampak Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Bagi Kehidupan Masyarakat Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Oku Selatan

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari - Februari 2026 Hal. 503-510 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 Dampak Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Bagi Kehidupan Masyarakat Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Oku Selatan Aldi Wiranataa, Ryllian Chandra Eka Vianab, Najmi Muhammad Fadlic abc Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Politik, UIN Raden Fatah Palembang Email: Abstrak Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang berlokasi di Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang bertujuan mendukung penyediaan air irigasi dan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan potensi ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pembangunan Bendungan Tiga Dihaji terhadap kehidupan masyarakat serta mengidentifikasi peluang dan manfaat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan bendungan memberikan dampak positif berupa terciptanya lapangan kerja baru dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, juga menimbulkan dampak negatif berupa hilangnya lahan produktif, kerusakan lingkungan, penurunan debit dan kualitas air Sungai Selabung, serta terganggunya keseimbangan ekosistem dan tatanan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan Teori Politik Agraria Urip Santoso sebagai kerangka analisis untuk memahami relasi kuasa antara negara dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur. Diperlukan kebijakan pengelolaan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan serta pendampingan ekonomi dan kompensasi yang berkeadilan agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat lokal. Kata kunci: pembangunan bendungan, dampak sosial ekonomi, dampak lingkungan, masyarakat terdampak, Bendungan Tiga Dihaji, politik agraria Abstract The construction of the Tiga Dihaji Dam, located in Tiga Dihaji District, South Ogan Komering Ulu Regency, is part of a National Strategic Project aimed at supporting irrigation and raw water provision, flood control, and regional economic development. This study aims to analyze the impact of the Tiga Dihaji Dam construction on community life and identify opportunities and benefits that can be utilized by affected communities. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collection through field observations, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that dam construction has positive impacts in the form of new job creation and increased community economic activity. However, it also has negative impacts, including loss of productive land, environmental damage, decreased discharge and quality of the Selabung River, and disruption to ecosystem balance and social order. This study uses Urip Santoso's Agrarian Politics Theory as an analytical framework to understand power relations between the state and society in infrastructure development. Sustainable social and environmental impact management policies, along with economic assistance and equitable compensation, are needed to optimally achieve development goals without sacrificing local community welfare. Keywords: dam construction, socioeconomic impacts, environmental impacts, affected communities, Tiga Dihaji Dam, agrarian politics This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license 1. PENDAHULUAN Pembangunan infrastruktur bendungan merupakan bagian integral dari agenda pembangunan nasional yang berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meminimalkan risiko bencana banjir, serta menjamin ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam kerangka Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan bendungan dipandang sebagai instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Namun, di balik tujuan tersebut, pembangunan infrastruktur berskala besar kerap menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat yang berada di sekitar wilayah pembangunan (Saputro et al., 2025). Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional menjadi instrumen kebijakan negara yang memperluas kewenangan pemerintah pusat hingga ke wilayah daerah melalui proyek infrastruktur berskala besar. Kebijakan PSN di tingkat provinsi tidak hanya berfungsi sebagai sarana percepatan pembangunan, tetapi juga menunjukkan bagaimana kekuasaan negara dioperasionalkan dalam pengaturan ruang, pengadaan tanah, dan pengelolaan dampak pembangunan yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat lokal (Sujadi, 2018). Salah satu implementasi kebijakan Proyek Strategis Nasional di Provinsi Sumatera Selatan adalah pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang berlokasi di Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 04 Januari - Februari 2026 503 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari - Februari 2026 Hal. 503-510 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 Selatan. Bendungan ini dirancang untuk mendukung sistem irigasi pertanian, pengendalian banjir, serta penyediaan air baku bagi masyarakat dan sektor produktif di wilayah sekitarnya. Sebagai proyek infrastruktur berskala besar, pembangunan Bendungan Tiga Dihaji membawa perubahan yang berdampak terhadap kondisi ruang, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat lokal yang berada di sekitar area pembangunan (Mangore et al., 2021). Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui irigasi, pengendalian banjir, dan penguatan ekonomi lokal. Namun, pada tahap konstruksi, masyarakat sekitar justru menghadapi berbagai persoalan seperti pembebasan lahan, perubahan mata pencaharian, serta gangguan lingkungan dan infrastruktur. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal pembangunan dan realitas yang dialami masyarakat di lapangan (Ihsan, 2021). Di satu sisi, pembangunan bendungan membuka peluang ekonomi baru dan menyediakan lapangan kerja jangka pendek bagi masyarakat sekitar. Namun, di sisi lain proyek ini juga memicu gangguan ekologis yang nyata, seperti menurunnya kualitas air Sungai Selabung akibat aktivitas konstruksi di wilayah hulu. Selain itu, peningkatan debu dan lalu lintas kendaraan proyek turut menimbulkan polusi udara yang mengganggu kesehatan serta kenyamanan warga di sepanjang jalur logistik. Lebih mendalam lagi, pembangunan ini mengubah fungsi sosial tanah dan pola nafkah masyarakat secara fundamental. Alih fungsi lahan perkebunan produktif menjadi area genangan dan infrastruktur bendungan memaksa warga beradaptasi dengan pola kehidupan baru. Meskipun kompensasi ganti rugi telah dijalankan, ketimpangan relasi kuasa masih tampak jelas, di mana masyarakat cenderung berada pada posisi reaktif da (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4434/3358
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/4434/3358

Aldi Wiranata, Ryllian Chandra Eka Viana, Najmi Muhammad Fadli. Dampak Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Bagi Kehidupan Masyarakat Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Oku Selatan, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2026, pp. 503-510,