Analisis Struktur dan Makna Gerak Tari Gaya Zapin, Sarah, dan Zahefah Pada Seni Marawis di Pondok Pesantren Al Mubarokah Kabupaten Tasikmalaya
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 558-565
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4586
ISSN : 2963-5802
Analisis Struktur dan Makna Gerak Tari Gaya Zapin, Sarah, dan Zahefah Pada
Seni Marawis di Pondok Pesantren Al Mubarokah Kabupaten Tasikmalaya
a
Nova Puspitaa, Asti Tri Lestarib, Denden Setiajic
Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya,
b
Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya,
c
Program Studi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya,
Submitted: 05-04-2026, Reviewed: 06-04-2026, Accepted: 07-04-2026
Abstract
Marawis art is an Islamic art form that developed in Islamic boarding schools as a medium for da'wah and cultural
education. The Marawis performance at the Al Mubarokah Islamic Boarding School in Tasikmalaya Regency features three
dance styles, namely Zapin, Sarah, and Zahefah, which have movement structures and religious symbolic meanings. This
study aims to analyze the movement structures and reveal the symbolic meanings of the Zapin, Sarah, and Zahefah styles in
the Marawis Art performance. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through
observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation,
and drawing conclusions. The results of the study show that the movement structures of Zapin, Sarah, and Zahefah are
syntagmatically structured as a unified whole performance, starting from dynamic movements, reflective transitions, to
solemn movements. The meaning of the movements of the three styles represents the values of togetherness, discipline,
submission, and devotion to Allah SWT. Thus, the dance movements in Marawis Art function not only as aesthetic expression,
but also as a medium for internalizing religious values and character education for students in the Islamic boarding school
environment.
Keywords: Dance movement structure, meaning of dance movement, Islamic boarding school, Zapin Sarah and Zahefah
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Seni merupakan bentuk ekspresi manusia yang lahir dari pengalaman batin, perasaan, serta interaksi sosial
dan budaya. Salah satu bentuknya adalah seni tari, yang diwujudkan melalui gerak tubuh sebagai media
keindahan sekaligus komunikasi simbolik yang mengandung nilai sosial, moral, dan spiritual. Dalam konteks
budaya, tari tidak hanya menjadi aktivitas estetis, tetapi juga merepresentasikan sistem nilai dan identitas
masyarakat. Dalam perkembangannya di Indonesia, tari tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga
berkembang di lingkungan religius seperti pesantren. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga
pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang budaya yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan tradisi
lokal, sehingga nilai-nilai keislaman dapat disampaikan secara kontekstual dan mudah diinternalisasi oleh santri.
Salah satu bentuk kesenian bernuansa Islami yang berkembang di lingkungan pesantren adalah Seni
Marawis. Seni ini memadukan unsur musik perkusi, lantunan syair Islami, dan gerak tari dalam satu kesatuan
pertunjukan. Dalam praktiknya, Seni Marawis tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media
dakwah, sarana ekspresi religius, serta wahana pendidikan budaya dan pembentukan karakter santri. Gerak tari
dalam Seni Marawis tidak hanya mengikuti irama musik, tetapi juga mengandung nilai-nilai religius yang
tercermin melalui sikap tubuh, pola gerak, serta kekompakan dan kebersamaan penari.
Pertunjukan Seni Marawis di Pondok Pesantren Al-Mubarokah Kabupaten Tasikmalaya menampilkan tiga
gaya tari, yaitu Zapin, Sarah, dan Zahefah. Ketiga gaya tari tersebut memiliki karakteristik gerak yang berbeda
dan disusun secara berurutan dalam satu rangkaian pertunjukan. Tari Zapin ditandai oleh gerak yang dinamis
dan ritmis sebagai pembuka, Tari Sarah berfungsi sebagai bagian transisi dengan tempo yang lebih tenang,
sedangkan Tari Zahefah menampilkan gerak yang lebih khusyuk dan reflektif sebagai penutup. Struktur gerak
ini membentuk satu kesatuan alur dramatik yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga merepresentasikan
perjalanan emosional dan spiritual dalam konteks kehidupan pesantren.
Namun demikian, dalam praktiknya, pemahaman terhadap gerak tari Marawis masih cenderung berfokus
pada aspek teknis, seperti ketepatan gerak dan kesesuaian dengan irama musik. Aspek yang lebih mendalam,
seperti struktur penyusunan gerak serta makna simbolik yang terkandung di dalamnya, belum banyak dikaji
secara akademis. Selain itu, proses transmisi pengetahuan yang masih bersifat lisan menyebabkan nilai-nilai
simbolik dan pesan religius dalam gerak tari belum terdokumentasi secara sistematis. Kondisi ini berpotensi
menimbulkan reduksi makna serta melemahnya pemahaman terhadap fungsi seni Marawis sebagai media
pendidikan budaya dan spiritual.
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 05 Maret-April 2026
558
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 558-565
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4586
ISSN : 2963-5802
Padahal, jika ditinjau lebih jauh, gerak tari dalam Seni Marawis dapat dipahami sebagai bentuk tanda yang
mengandung makna tertentu. Melalui pendekatan semiotika, gerak tidak hanya dilihat sebagai bentuk fisik,
tetapi juga sebagai simbol yang memiliki makna denotatif dan konotatif yang berkaitan dengan nilai budaya dan
religius. Oleh karena itu, analisis terhadap struktur dan makna gerak menjadi penting untuk mengungkap
dimensi estetis sekaligus simbolik dalam pertunjukan Seni Marawis.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada analisis struktur gerak serta makna
simbolik Tari Zapin, Sarah, dan Zahefah dalam pertunjukan Seni Marawis di Pondok Pesantren Al-Mubarokah
Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai
Seni Marawis, tidak hanya sebagai pertunjukan seni religius, tetapi juga sebagai praktik budaya pesantren yang
berperan dalam internalisasi nilai keislaman, kebersamaan, dan pembentukan karakter santri, serta memberikan
kontribusi bagi pengembangan kajian seni pertunjukan berbasis budaya lokal.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami secara
mendalam struktur gerak dan makna simbolik Tari Zapin, Sarah, dan Zahefah dalam pertunjukan Seni Marawis.
Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Mubarokah Kabupaten Tasikmalaya. Subjek penelitian meliputi
pelatih Seni Marawis, santri penari, serta pihak pesantren yang terlibat dalam kegiatan kesenian. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pertunjukan, wawancara mendalam dengan
narasumber, dan dokumentasi berupa foto serta video pertunjukan. Anal (...truncated)