Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 579-582
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4601
ISSN : 2963-5802
Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Laskar Pelangi
Karya Andrea Hirata
Tiara Zalma Prasiskaa , Yesi Novita Wulandarib, Novita Indriyanic , Abdurahmand
a
Departemen Bahasa Dan Sastra Indonesia Dan Daerah, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Padang,
b
Departemen Bahasa Dan Sastra Indonesia Dan Daerah, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Padang,
c
Departemen Bahasa Dan Sastra Indonesia Dan Daerah, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Padang,
d
Departemen Bahasa Dan Sastra Indonesia Dan Daerah, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Padang,
Submitted: 09-04-2026, Reviewed: 10-04-2026, Accepted: 11-04-2026
Abstract
This study analyzes the intrinsic and extrinsic elements in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata. The main issue
addressed in this study is how the intrinsic and extrinsic elements are interconnected and how they contribute to constructing
the overall meaning of the literary work. The objective of this study is to describe and interpret the relationship between
these elements in order to reveal the deeper meaning and educational values embedded in the novel. This study employs a
qualitative descriptive approach using content analysis techniques. The data were collected through intensive reading,
identification, and systematic classification of textual elements related to intrinsic and extrinsic aspects. The analysis focuses
on structural elements such as theme, characters, plot, setting, and point of view, as well as external aspects including social,
cultural, moral, and religious values. The results show that the intrinsic elements are systematically interconnected and form
a coherent narrative structure that supports the development of the story. Meanwhile, the extrinsic elements reflect the real
conditions of society and strengthen the messages conveyed by the author. The study also reveals that the novel functions
not only as a source of entertainment but also as a medium of education and social reflection. Therefore, the integration of
intrinsic and extrinsic elements significantly contributes to the depth, meaning, and relevance of the literary work for
readers.
Keywords: intrinsic elements, extrinsic elements, literary analysis, novel, education
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana keterkaitan unsur intrinsik dan ekstrinsik serta perannya
dalam membangun makna keseluruhan karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
teknik analisis isi (content analysis). Data diperoleh melalui kegiatan membaca secara intensif, mengidentifikasi, serta
mengklasifikasikan unsur-unsur yang terdapat dalam teks novel secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
unsur intrinsik yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, serta sudut pandang tersusun secara sistematis dan
saling berkaitan dalam membangun struktur cerita yang utuh dan koheren. Sementara itu, unsur ekstrinsik yang meliputi
aspek sosial, moral, budaya, dan religius mencerminkan realitas kehidupan masyarakat serta memperkuat pesan yang
disampaikan dalam cerita. Dengan demikian, novel ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai
media pendidikan dan refleksi sosial yang relevan bagi pembaca.
Kata kunci: unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, analisis sastra, novel, pendidikan
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Karya sastra merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang tidak hanya berfungsi sebagai
hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi sosial dan sarana pendidikan. Dalam konteks ini, sastra dipahami
sebagai ungkapan fakta yang bersifat artistik dan imajinatif yang mencerminkan kehidupan manusia dan
masyarakat melalui bahasa sebagai mediumnya. Abdurahman (2023) menyatakan bahwa sastra memiliki fungsi
yang beragam, antara lain fungsi rekreatif, didaktif, estetis, moralitas, dan religius, yang memberikan manfaat
positif bagi kehidupan manusia. Hal ini sejalan dengan pendapat Esten (1978) yang menyebutkan bahwa sastra
merupakan manifestasi kehidupan yang mampu memberikan nilai-nilai bermakna bagi pembacanya. Dengan
demikian, karya sastra tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter serta
menyampaikan nilai-nilai kehidupan.
Salah satu karya sastra yang memiliki nilai edukatif dan sosial yang kuat adalah novel Laskar Pelangi
karya Andrea Hirata. Novel ini menggambarkan perjuangan sekelompok anak dalam memperoleh pendidikan
di tengah keterbatasan ekonomi dan fasilitas, serta merepresentasikan kondisi sosial masyarakat Belitung.
Keunggulan novel ini terletak pada kemampuannya menyajikan cerita yang inspiratif melalui unsur-unsur
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 01 Maret-April 2026
579
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 579-582
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4601
ISSN : 2963-5802
pembangun yang saling berkaitan, seperti tema, tokoh, alur, latar, dan sudut pandang. Selain itu, novel ini juga
mengandung nilai-nilai sosial, budaya, moral, dan religius yang mencerminkan realitas kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, novel ini menarik untuk dianalisis lebih lanjut guna mengungkap makna yang terkandung di
dalamnya.
Dalam kajian sastra, pemahaman terhadap suatu karya tidak dapat dilepaskan dari teori sastra sebagai
landasan analisis. Abdurahman (2023) menjelaskan bahwa teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra
merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam mengkaji karya sastra secara ilmiah. Teori sastra memberikan
kerangka konseptual dalam menganalisis struktur dan makna karya, sedangkan kritik sastra berperan dalam
memberikan penilaian terhadap karya tersebut. Dengan adanya landasan teori yang jelas, analisis terhadap karya
sastra dapat dilakukan secara sistematis dan terarah. Oleh karena itu, penggunaan teori sastra dalam penelitian
ini menjadi penting untuk mendukung proses analisis yang lebih mendalam dan komprehensif.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam
novel tersebut berperan dalam membangun makna keseluruhan cerita. Unsur intrinsik yang dianalisis meliputi
tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, serta sudut pandang, sedangkan unsur ekstrinsik mencakup aspek sosial,
budaya, moral, dan religius yang melatarbelakangi penciptaan karya. Kajian ini menjadi penting karena dapat
memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap hubungan antara struktur karya sastra dengan
realitas kehidupan yang direpresentasikan di dalamnya. Selain itu, analisis ini juga menunjukkan bagaimana
karya sastra berfungsi sebagai media (...truncated)