Kritik Sosial dan Benturan Budaya dalam Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Apr 2026

Salah Asuhan, a novel by Abdoel Moeis, is an important work in Indonesian literature that explores the conflict between Eastern and Western cultures during the Dutch colonial period. The story centers on Hanafi, a native Indonesian who is educated in Western ways and becomes obsessed with adopting European culture. As a result, he rejects his own cultural identity, leading to inner conflict, social alienation, and failure in his personal relationships, including his marriage. Through this narrative, the author highlights the negative consequences of blindly imitating foreign cultures without understanding one’s own roots. The novel also serves as a critique of colonial influence on the mindset of indigenous people. Therefore, Salah Asuhan is not only a literary work but also a moral lesson about the importance of maintaining cultural identity, being selective in accepting external influences, and appreciating one’s own heritage.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4610/3581

Kritik Sosial dan Benturan Budaya dalam Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 604-606 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4610 ISSN : 2963-5802 Kritik Sosial dan Benturan Budaya dalam Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis Nurul Aisyaha, Tiara Altaskiab, Winda Sofri Yantic, Abdurahmand a Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, fakultas Bahasa dan Seni , Universitas Negeri Padang, nurul.aisyah220406 @gmail.com a Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, fakultas Bahasa dan Seni , Universitas Negeri Padang, a Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, fakultas Bahasa dan Seni , Universitas Negeri Padang, a Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, fakultas Bahasa dan Seni , Universitas Negeri Padang, Submitted: 12-04-2026, Reviewed: 13-04-2026, Accepted: 14-04-2026 Abstract Salah Asuhan, a novel by Abdoel Moeis, is an important work in Indonesian literature that explores the conflict between Eastern and Western cultures during the Dutch colonial period. The story centers on Hanafi, a native Indonesian who is educated in Western ways and becomes obsessed with adopting European culture. As a result, he rejects his own cultural identity, leading to inner conflict, social alienation, and failure in his personal relationships, including his marriage. Through this narrative, the author highlights the negative consequences of blindly imitating foreign cultures without understanding one’s own roots. The novel also serves as a critique of colonial influence on the mindset of indigenous people. Therefore, Salah Asuhan is not only a literary work but also a moral lesson about the importance of maintaining cultural identity, being selective in accepting external influences, and appreciating one’s own heritage. Keywords: Salah Asuhan, Abdoel Moeis, Indonesian literature, cultural conflict, colonialism, identity crisis, Westernization, social criticism, moral values, character analysis Abstrak Novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis merupakan salah satu novel penting dalam kesusastraan Indonesia yang mengangkat persoalan benturan budaya, pendidikan, dan identitas diri pada masa penjajahan Belanda. Novel ini menceritakan tokoh Hanafi yang terjebak dalam keinginan untuk menjadi seperti orang Barat, sehingga ia meninggalkan nilai-nilai budaya bangsanya sendiri. Akibatnya, kehidupan Hanafi dipenuhi konflik batin, kesalahpahaman, dan kegagalan dalam rumah tangga maupun hubungan sosial. Melalui kisah tersebut, pengarang menunjukkan dampak negatif dari sikap meniru budaya asing secara berlebihan tanpa memahami jati diri sendiri. Novel ini juga menggambarkan kritik terhadap sistem kolonial yang memengaruhi cara pandang masyarakat pribumi. Dengan demikian, Salah Asuhan tidak hanya menjadi karya sastra, tetapi juga sarana pembelajaran moral tentang pentingnya menjaga identitas, sikap bijak dalam menerima perubahan, dan menghargai budaya sendiri. Kata Kunci: Salah Asuhan, Abdoel Moeis, Sastra Indonesia, Konflik Budaya, Kolonialisme, Krisis Identitas, Westernisasi, Kritik Sosial, Nilai Moral, Analisis Karakter This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Mahasiswa sebagai calon guru bahasa Indonesia hendaknya memahami teori genre sastra klasik Nusantara. Genre sastra klasik Nusantara berkembang cukup pesat dan memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai budaya dan moral masyarakat. Beberapa karya sastra Melayu klasik yang dapat digolongkan bermanfaat antara lain legenda bingkai, legenda Bhatia, dan legenda Cerdik Randuk. Karya sastra tersebut pada dasarnya dirancang untuk membimbing perilaku masyarakat Melayu ke arah yang benar. Dengan memahami hal tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal untuk mengkaji, menyusun, serta menguasai karya sastra dan karakteristik teks sastra secara tepat. Hal ini penting karena tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, tetapi juga bagi peserta didik yang akan diajarnya di masa depan. Karya sastra merupakan hasil ciptaan manusia yang mencerminkan kehidupan melalui bahasa yang indah dan imajinatif. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai-nilai kehidupan, baik nilai sosial, budaya, maupun moral. Salah satu bentuk karya sastra yang mampu menggambarkan kehidupan secara kompleks adalah novel. Novel menyajikan berbagai permasalahan manusia yang berkaitan dengan lingkungan sosial, konflik batin, serta perkembangan zaman. Dalam kajian sastra, novel sebagai karya prosa memiliki kemampuan untuk merepresentasikan realitas kehidupan masyarakat secara lebih luas dan mendalam. Melalui tokoh, alur, dan latar, pengarang dapat Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 05 Maret-April 2026 604 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 604-606 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4610 ISSN : 2963-5802 menyampaikan kritik sosial serta pandangan terhadap perubahan budaya yang terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu, analisis terhadap novel menjadi penting untuk memahami makna serta pesan yang terkandung di dalamnya. Novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis merupakan salah satu karya sastra klasik Indonesia yang mengangkat tema benturan budaya antara Timur dan Barat. Novel ini berlatar masa penjajahan Belanda dan menceritakan kehidupan tokoh Hanafi yang mengalami konflik identitas akibat pengaruh budaya Barat yang kuat dalam dirinya. Keinginannya untuk menjadi bagian dari budaya Barat justru menimbulkan pertentangan dengan nilai-nilai adat dan lingkungan sosialnya. Permasalahan yang diangkat dalam novel ini tidak hanya berkaitan dengan percintaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan moral. Konflik yang dialami tokoh utama menunjukkan dampak dari kesalahan dalam memahami identitas diri dan nilai budaya. Oleh karena itu, novel Salah Asuhan menarik untuk dianalisis guna mengetahui unsur-unsur pembangun serta pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang.(Menurut Abdurahman:tahun 2023:hal 58) METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan isi serta unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra, khususnya novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan data secara sistematis dalam bentuk kata-kata tanpa menggunakan angka atau perhitungan statistik. Objek penelitian dalam artikel ini adalah novel Salah Asuhan, sedangkan fokus penelitian meliputi unsur intrinsik seperti tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa, dan sudut pandang, serta unsur ekstrinsik yang memengaruhi karya tersebut. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer berupa teks novel Salah Asuhan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku teori sastra, jurnal ilmiah, serta referensi lain yang relevan dengan kajian penelitian. Teknik pengumpula (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4610/3581
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/4610/3581

Nurul Aisyah, Tiara Altaskia, Winda Sofri Yanti, Abdurahman .. Kritik Sosial dan Benturan Budaya dalam Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2026, pp. 604-606,