Analisis Struktural Cerpen “Seragam” Karya Aris Kurniawan Basuki
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 598-600
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4613
ISSN : 2963-5802
Analisis Struktural Cerpen “Seragam” Karya Aris Kurniawan Basuki
a
Vila Rojatul Jannaha, Abdurahmanb
Departemen Bahasa Dan Sastra Indonesia Dan Daerah, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Padang,
b
Departemen Bahasa Dan Sastra Indonesia Dan Daerah, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Padang,
Submitted: 12-04-2026, Reviewed: 13-04-2026, Accepted: 14-04-2026
Abstract
This study aims to describe the intrinsic structure of the short story “Seragam” by Aris Kurniawan Basuki using a structural
approach. The analysis focuses on theme, characterization, plot, setting, point of view, and moral message. The method used
is descriptive qualitative with content analysis techniques. The data consist of quotations from the short story related to
intrinsic elements. The results show that the story presents themes of friendship, sacrifice, and moral conflict. The narrative
structure uses a mixed plot dominated by flashbacks. The main character experiences inner conflict between professional
responsibility and friendship values. The rural setting strengthens the humanistic message. The first-person point of view
creates emotional closeness between readers and the narrator. The moral emphasizes loyalty, responsibility, and moral
integrity in friendship.
Keywords: analisis struktural, cerpen, unsur intrinsik, persahabatan, konflik moral
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur intrinsik cerpen “Seragam” karya Aris Kurniawan Basuki dengan
menggunakan pendekatan struktural. Fokus kajian meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, serta
amanat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian berupa
kutipan-kutipan teks cerpen yang relevan dengan unsur intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen “Seragam”
mengangkat tema persahabatan, pengorbanan, dan konflik moral. Struktur cerita dibangun melalui alur campuran dengan
dominasi kilas balik. Tokoh utama mengalami konflik batin antara tanggung jawab profesional dan nilai persahabatan. Latar
pedesaan sederhana memperkuat nilai kemanusiaan yang ditampilkan. Sudut pandang orang pertama memberikan kedekatan
emosional antara pembaca dan tokoh. Amanat yang terkandung dalam cerpen menekankan pentingnya kesetiaan, tanggung
jawab, dan integritas moral dalam hubungan persahabatan.
Kata kunci: analisis struktural, cerpen, unsur intrinsik, persahabatan, konflik moral
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Karya sastra merupakan representasi pengalaman manusia yang disampaikan melalui bahasa yang memiliki
nilai estetis dan makna. Salah satu bentuk karya sastra yang sering dianalisis adalah cerpen. Cerpen memiliki
struktur intrinsik yang terdiri atas tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, serta amanat. Unsurunsur tersebut membangun kesatuan makna dalam cerita. Analisis struktural merupakan pendekatan yang
menitikberatkan pada hubungan antarunsur intrinsik dalam karya sastra tanpa mengaitkan dengan faktor di luar
teks.
Cerpen “Seragam” karya Aris Kurniawan Basuki menarik untuk dikaji karena mengangkat persoalan
persahabatan dan konflik moral yang kompleks. Cerita ini menggambarkan hubungan dua sahabat sejak masa
kecil hingga dewasa. Kenangan masa lalu menjadi titik penting yang membangun konflik batin tokoh utama.
Dalam cerita tersebut, simbol seragam memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan pengorbanan,
tanggung jawab, dan nilai moral.
Melalui analisis struktural, unsur-unsur pembangun cerpen dapat diidentifikasi secara sistematis sehingga
makna keseluruhan cerita dapat dipahami secara mendalam. Penelitian ini penting dilakukan untuk
menunjukkan bagaimana hubungan antara tema, alur, tokoh, latar, dan amanat dalam membangun konflik moral
yang kuat. Selain itu, analisis ini juga memberikan pemahaman mengenai nilai persahabatan yang ditampilkan
dalam cerpen.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode tersebut digunakan untuk menggambarkan
secara sistematis unsur-unsur intrinsik dalam cerpen Seragam. Data penelitian berupa teks cerpen yang dianalisis
secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca cerpen secara keseluruhan, kemudian
mencatat bagian-bagian yang berkaitan dengan tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 05 Maret-April 2026
598
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 5 Maret-April 2026 Hal. 598-600
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/4613
ISSN : 2963-5802
amanat. Setelah data terkumpul, peneliti melakukan klasifikasi berdasarkan kategori unsur intrinsik.
Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan cara menafsirkan hubungan antarunsur
dalam cerpen. Hasil analisis kemudian disusun secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang utuh
mengenai struktur cerpen. Pendekatan ini dipilih karena mampu menjelaskan makna teks secara objektif
berdasarkan unsur pembangun cerita.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Cerpen “Seragam” karya Aris Kurniawan Basuki memperlihatkan keterpaduan unsur intrinsik yang kuat
sehingga membentuk struktur cerita yang utuh. Tema utama yang diangkat adalah persahabatan yang dilandasi
pengorbanan serta konflik moral yang muncul akibat tuntutan tanggung jawab profesional. Tema tersebut
terlihat dari hubungan tokoh “saya” dengan sahabatnya sejak kecil yang digambarkan penuh kehangatan dan
kebersamaan. Persahabatan itu semakin kuat ketika sahabat tokoh “saya” rela mempertaruhkan keselamatannya
untuk menolong tokoh “saya” yang terbakar saat mencari jangkrik. Pengorbanan tersebut menjadi inti cerita
karena peristiwa itu terus diingat oleh tokoh “saya” hingga dewasa. Tema konflik moral muncul pada bagian
akhir cerita ketika tokoh “saya” menyadari bahwa dirinya sebagai jaksa harus mengeksekusi rumah sahabatnya
sendiri. Pertentangan antara kewajiban profesional dan rasa persahabatan inilah yang memperkuat kedalaman
makna cerpen.
Tokoh dan penokohan dalam cerpen ini juga berperan penting dalam membangun struktur cerita. Tokoh
utama adalah “saya” yang berperan sebagai narator sekaligus pelaku utama. Tokoh ini digambarkan sebagai
individu yang reflektif dan mengalami perkembangan karakter. Pada masa kecil, ia tampak kurang memahami
pengorbanan sahabatnya, tetapi ketika dewasa ia menyadari nilai persahabatan tersebut. Sahabat tokoh “saya”
digambarkan sebagai sosok sederhana, tulus, dan penuh tanggung jawab. Ia tidak hanya menolong ketika terjadi
kebakaran, tetapi juga tidak menuntut balasan apa pun atas pengorbanannya. Tokoh tambahan seperti ayah tokoh
“saya” digambarkan keras dan emosional, yang memperlihatkan adanya konflik sosial. Sementara itu, orang tua
sahabat digambarkan sederhan (...truncated)