NILAI KARAKTER DALAM CERPEN SELAMAT HARI PAHLAWAN, MBAH! SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA: NILAI KARAKTER DALAM CERPEN SELAMAT HARI PAHLAWAN, MBAH! SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA
Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Volume 4, Nomor 3 Desember 2022
P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-332
Article History
Submitted: 19 Desember 2022
Accepted: 25 Desember 2022
Pubslished: 29 Desember 2022
CHARACTER VALUE IN THE SHORT STORY SELAMAT HARI PAHLAWAN,
MBAH! AS LITERATURE TEACHING MATERIALS
Agung Joyo Mulyono1, Tengsoe Tjahjono2
S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Surabaya
Abtract
Short story literary works as a medium for understanding feelings that are
designed with a creative process and also poured with a creative process by
the author are very suitable as conveying the heart in instilling character
education values. A short story will represent events and feelings, as well as
education achieved or ideology and understanding of feelings from a writer
to be able to influence readers by hoping that students will get better. The
characters played by the author in a short story are a tool for the writer to
reflect exemplary characteristics. So that in a time that increasingly
influences moral values and human character, short story literary works are
here to soften students through literary reading activities in the classroom
which are directly guided by the educators. Short story Selamat Hari
Pahlawan, Mbah! by: Dukut Imam Widodo, is a literary work that contains
many values, with the storyline and characterizations sung by the characters,
making this short story full of examples for readers who enjoy it. The theme
of history and humility make the results of this study very character values so
that students can emulate them. This research is a qualitative descriptive
study with the approach of the Role of Literature in Education and Literary
Criticism, the data collection technique uses note-taking, the data analysis
technique uses equivalents by comparing between paragraphs according to
the Role of Literature in Education and Literary Criticism. Through short
stories formed from the results of an analysis of 11 Values of Character
Education researchers can convey exemplary values to students as a strong
character base in the form of teaching materials.
Keywords: jawa pos short stories, selamat hari pahlawan, mbah!, literary
criticism, the role of literature, the value of character education.
NILAI KARAKTER DALAM CERPEN SELAMAT HARI PAHLAWAN, MBAH!
SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA
Abstrak
Karya sastra cerpen sebagai media pemahaman perasaan yang dirancang
dengan proses kreatif dan dituangkan dengan proses kreatif pula oleh
penulisnya sangat cocok sebagai penyampaian hati dalam penanaman nilai
pendidikan karakter. Sebuah cerpen akan mewakili peristiwa dan perasaan,
NILAI KARAKTER DALAM CERPEN SELAMAT HARI PAHLAWAN ….| 37
Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Volume 4, Nomor 3 Desember 2022
P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-332
Article History
Submitted: 19 Desember 2022
Accepted: 25 Desember 2022
Pubslished: 29 Desember 2022
serta pendidikan yang dicapai atau ideologi dan pemahaman perasaan dari
seorang penulis untuk dapat mempengaruhi pembaca dengan berharap
peserta didik akan menjadi lebih baik. Tokoh-tokoh yang dimainkan oleh
penulis dalam sebuah cerpen merupakan alat bagi penulis mencerminkan
sifat yang teladan. Sehingga pada masa yang semakin mempengaruhi nilai
moral dan karakter manusia, karya sastra cerpen hadir untuk melunakkan
peserta didik melalui kegiatan membaca sastra di dalam kelas yang
dibimbing tenaga pendidiknya langsung. Cerpen Selamat Hari Pahlawan,
Mbah! karya: Dukut Imam Widodo, merupakan karya sastra yang banyak
memuat nilai, dengan alur cerita dan penokahan yang dibawakan para
tokohnya menjadikan cepen ini penuh keteladanan bagi pembaca yang
menikmatinya. Tema Sejarah dan sikap kerendahhatian menjadikan hasil
penelitian ini sangat memiliki nilai karakter guna dapat diteladani peserta
didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan
pendekatan Peranan Sastra dalam Pendidikan dan Kritik Sastra, teknik
pengumpulan data menggunakan baca-catat, teknik analisis data
menggunakan padan dengan membandingkan antar paragraf yang sesuai
dengan Peranan Sastra dalam Pendidikan dan Kritik Sastra. Melalui cerpen
yang terbentuk dari hasil analisis 11 Nilai Pendidikan Karakter peneliti dapat
menyampaikan nilai-nilai teladan kepada peserta didik sebagai pijakan
karakter yang kuat dengan wujud bahan ajar.
Kata kunci: cerpen jawa pos, selamat hari pahlawan, mbah!, kritik sastra,
peranan sastra, nilai pendidikan karakter.
A. PENDAHULUAN
Sastra merupakan suatu kegiatan dan proses kreatif dari sebuah seni (Wellek
dan Warren 2014:13). Hal ini dikuatkan dengan pendapat Semi (2012:8)
bahwa sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan dari suatu seni kreatif
yang objeknya adalah manusia dalam kehidupannya dengan menggunakan
bahasa sebagai mediumnya. (Ellan, 2018: 1)
Sastra menyajikan suatu gambaran kehidupan dan tingkah laku dari
seseorang pada kenyataan sosial. Menangkap pengalaman hidup manusia
untuk digunakan sebagai bahan baku dalam suatu karya sastra tidaklah
sembarangan. Terlebih lagi jika proses kreatif seorang penulis dalam
penciptaannya tesebut sebagai penggambaran dari peristiwa, emosi, bahkan
karakter dari seorang tokoh yang sudah tersaji dalam sejarah mainstream
seperti penciptaan cerpen sejarah. Itu sangatlah tidak mudah. Proses seleksi
dan pemilihan harus dilakukan secara kreatif kemudian dituangkan secara
kreatif pula dalam bentuk karya sastra dengan memanfaatkan bahasa
sebagai alatnya.
Penulis memiliki Semangat Kebangsan yang tinggi dan emosional yang
baik untuk mendokumentasikan sejarah dalam bentuk tulisan, yaitu cerpen.
Dalam ceritanya, yang berjudul Selamat Hari Pahlawan, Mbah! Banyak
NILAI KARAKTER DALAM CERPEN SELAMAT HARI PAHLAWAN ….| 38
Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Volume 4, Nomor 3 Desember 2022
P-ISSN : 2716-4114 | E-ISSN: 2722-332
Article History
Submitted: 19 Desember 2022
Accepted: 25 Desember 2022
Pubslished: 29 Desember 2022
perilaku karakter yang memiliki semangat kebangsaan terhadap Indonesia
melalui tokoh ciptaannya. Dengan menghargai hari Pahlawan merupakan
bentuk dari menghargai sejarah.
Upaya tenaga pendidik dalam mengenalkan nilai-nilai pada suatu karya
sastra tidaklah mudah dan masih dianggap tidak penting dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia umum dalam tingkatannya. Padahal,
pembelajaran sastra bukanlah pembelajaran yang sempit untuk dijabarkan,
hal ini karena karya sastra bisa diselingkan dalam setiap pembelajaran
maupun non pembelajaran sebagai praktik penanaman nilai karakter peserta
didik tersebut. Menurut Samsuddin, (2019: 4-5). Sastra dapat dipahami
secara lebih luas. Sastra tidak hanya berkisar pada cerita yang disampaikan
secara lisan, tetapi dapat pula berupa tulisan. Dalam hal ini jelas bahwa karya
sastra sudah dipandang lebih luas. Sastra tidak lagi sekadar bersifat lisan,
tetapi juga sudah dalam bentuk tulisan. Seperti kegigihan pada seorang
pejuang kemerdekaan pada masa sekarang merupakan perilaku ya (...truncated)