Perilaku Masyarakat Jakarta Dalam Mengadopsi Sistem E-Government: Penggunaan Mobile Jaminan Kesehatan Nasional

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Jun 2025

This study examines public behavior in adopting e-government services through the Mobile JKN application in the Jakarta area as a form of digitalization of public services in the health sector. The adoption of this application reflects the dynamics of the relationship between the state and citizens in the context of bureaucratic modernization, as well as the extent to which the public is willing and able to accept digital innovations offered by the government. This study aims to analyze the factors that influence the use of Mobile JKN and identify the obstacles faced by the community. A qualitative approach with a literature study method was used to collect data from relevant secondary sources, then analyzed descriptively. The results of the study indicate that the level of digital literacy, quality of application services, and social and cultural factors are the main determinants of adoption behavior. Obstacles such as lack of socialization, limited access to technology, and negative perceptions of government digital services also hamper the process of digitalization of services. This study contributes to the development of political science, especially in understanding the relationship between the state and society in digital public policy and the importance of a participatory approach in the transformation of public services.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3100/2321

Perilaku Masyarakat Jakarta Dalam Mengadopsi Sistem E-Government: Penggunaan Mobile Jaminan Kesehatan Nasional

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 1023-1029 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 Perilaku Masyarakat Jakarta Dalam Mengadopsi Sistem E-Government: Penggunaan Mobile Jaminan Kesehatan Nasional Dhafin Faza Razaqa 1) , Bunga Indriani Azzahra 2) , Caritas Nadya Anisti 3) , Raissa Kevin Ivansyach 4) , Fatkhuri 5) Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UPN “Veteran” Jakarta 1), 2), 3), 4) , 5) Abstract This study examines public behavior in adopting e-government services through the Mobile JKN application in the Jakarta area as a form of digitalization of public services in the health sector. The adoption of this application reflects the dynamics of the relationship between the state and citizens in the context of bureaucratic modernization, as well as the extent to which the public is willing and able to accept digital innovations offered by the government. This study aims to analyze the factors that influence the use of Mobile JKN and identify the obstacles faced by the community. A qualitative approach with a literature study method was used to collect data from relevant secondary sources, then analyzed descriptively. The results of the study indicate that the level of digital literacy, quality of application services, and social and cultural factors are the main determinants of adoption behavior. Obstacles such as lack of socialization, limited access to technology, and negative perceptions of government digital services also hamper the process of digitalization of services. This study contributes to the development of political science, especially in understanding the relationship between the state and society in digital public policy and the importance of a participatory approach in the transformation of public services. Keywords: E-government, Mobile JKN, Digital Public Services, Digital Literacy, Public Policy. Abstrak Penelitian ini mengkaji perilaku masyarakat dalam mengadopsi layanan e-government melalui aplikasi Mobile JKN di wilayah Jakarta sebagai bentuk digitalisasi pelayanan publik di sektor kesehatan. Adopsi aplikasi ini mencerminkan dinamika hubungan antara negara dan warga dalam konteks modernisasi birokrasi, serta sejauh mana masyarakat bersedia dan mampu menerima inovasi digital yang ditawarkan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Mobile JKN serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital, kualitas layanan aplikasi, serta faktor sosial dan budaya menjadi determinan utama dalam perilaku adopsi. Kendala seperti kurangnya sosialisasi, keterbatasan akses teknologi, dan persepsi negatif terhadap layanan digital pemerintah turut menghambat proses digitalisasi pelayanan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu politik, khususnya dalam memahami relasi negara-masyarakat dalam kebijakan publik digital dan pentingnya pendekatan partisipatif dalam transformasi pelayanan publik. Kata Kunci: E-government, Mobile JKN, Pelayanan Publik digital, Literasi digital, Kebijakan Publik This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Dalam era transformasi digital yang berkembang pesat, e-government menjadi alat penting untuk modernisasi tata kelola pemerintahan, terutama dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. E-government sendiri berarti penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh pemerintah untuk menyediakan layanan yang lebih transparan, responsif, dan terlibat kepada masyarakat, bisnis, dan lembaga pemerintah lainnya (Indrajit, 2004). Reformasi birokrasi di Indonesia mencakup penerapan e-government, dengan tujuan utama memperpendek rantai pelayanan, meningkatkan transparansi, dan memberdayakan masyarakat melalui akses informasi yang lebih mudah dan cepat. Aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan merupakan salah satu contoh nyata dari penerapan e-government dalam sektor kesehatan. Mobil JKN adalah inovasi digital yang memungkinkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengakses berbagai layanan secara mandiri, seperti cek status keanggotaan, pembayaran iuran, pendaftaran antrian online di fasilitas kesehatan, pengaduan layanan, dan konsultasi kesehatan virtual. Aplikasi ini dibuat untuk memenuhi permintaan masyarakat untuk layanan yang lebih efisien dan berbasis teknologi. Dengan statusnya sebagai ibu kota negara dan pusat digitalisasi nasional, Jakarta berfungsi sebagai barometer penting untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan aplikasi ini. Jakarta diharapkan dapat menjadi kota percontohan dalam penggunaan aplikasi pelayanan publik berbasis digital karena tingkat urbanisasi yang tinggi, populasi yang sangat melek teknologi, dan infrastruktur TIK yang cukup maju. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Jakarta tidak menggunakan aplikasi ini secara optimal. Menurut beberapa penelitian, masih ada perbedaan antara ketersediaan teknologi dan tingkat adopsi pengguna akhir. Ada sejumlah masalah yang dihadapi, termasuk kurangnya literasi digital di Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.03 No. 06 Mei – Juni 2025 1023 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 1023-1029 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs ISSN : 2963-5802 kelompok masyarakat tertentu, kurangnya sosialisasi penyedia layanan, dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem digital pemerintah (Rahayu, 2020). Fenomena ini menarik untuk dipelajari karena penerapan egovernment sangat bergantung pada penerimaan masyarakat dan penggunaan aktifnya. Dua faktor utama yang mempengaruhi adopsi teknologi, menurut Teori Technology Acceptance Model (TAM), adalah rasa kemudahan penggunaan (dianggap mudah digunakan) dan manfaat yang dirasakan (dianggap bermanfaat). Masyarakat cenderung tidak menggunakan aplikasi yang dianggap sulit digunakan atau tidak memberikan nilai tambahan. Selain itu, elemen sosial dan budaya yang ada di kota-kota seperti Jakarta mempengaruhi kesulitan adopsi. Sebagian orang masih lebih suka menggunakan metode lama untuk mendapatkan layanan BPJS Kesehatan, seperti mengunjungi kantor cabang langsung atau bergantung pada bantuan petugas. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi terkait dengan preferensi, kepercayaan, dan pengalaman pengguna selain ketersediaan aplikasi. Menurut Dwiyanto (2015), banyak proyek e-government di Indonesia gagal karena berfokus pada teknologi dan mengabaikan perilaku masyarakat. Penelitian ini penting karena dapat memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana orang-orang di Jakarta, sebuah kota metropolitan di Indonesia, merespons inovasi layanan pub (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3100/2321
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/3100/2321

Dhafin Faza Razaqa, Bunga Indriani Azzahra, Caritas Nadya Anisti, Raissa Kevin Ivansyach, Fatkhuri Fatkhuri. Perilaku Masyarakat Jakarta Dalam Mengadopsi Sistem E-Government: Penggunaan Mobile Jaminan Kesehatan Nasional, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2025, pp. 1023-1029,