ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DAN UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING (KUTILANG) PEKANBARU
172
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Rizka,Vita
ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DAN UPAYA PEMENUHAN
KEBUTUHAN INFORMASI KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING
(KUTILANG) PEKANBARU
Rizka Adinda1* ; Vita Amelia2* ; Aivan Sondra3*
Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru
2
Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru
3
UPA Perpustakaan ISI Padang Panjang
1
Received: ; 18 Juli 2023 Accepted: 20 Agustus 2023
Published: 21 September 2023
ABSTRACT
Artikel “Analisis Kebutuhan Informasi dan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Informasi
Komunitas Tuli Lancang Kuning”bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebutuhan
informasi dan upaya pemenuhan kebutuhan informasi di Komunitas Tuli Lancang Kuning
(KUTILANG) Pekanbaru.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek pada
penelitian ini adalah anggota Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) Pekanbaru.
Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil
penelitian ini merupakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan informasi pada anggota
Komunitas Tuli Lancang Kuning dan upaya pemenuhan kebutuhan informasinya yang dapat
di lihat bahwa kebutuhan informasi Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) masih
belum terpenuhi. Hambatan atau kesulitan yang dialami oleh penyandang disabilitas
tunarungu mengakibatkan terbentuknya ciri informasi yang dibutuhkan oleh mereka.
Upaya Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) dalam memenuhi kebutuhan informasi
rata-rata melakukan pencarian informasi melalui gawai atau secara online serta dengan
membaca gerak bibir lawan bicara.
Keywords: Information, Information Needs, Lancang Kuning Deaf Community.
ABSTRAK
The article "Analysis of Information Needs and Efforts to Fulfill the Information Needs of the
Lancang Kuning Deaf Community" aims to find out how information needs and efforts to
provide information needs exist in the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG)
Pekanbaru. This research uses qualitative methods. The subjects in this research were members
of the Pekanbaru Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG). Data collection used was
interviews, observation and documentation. The results of this research are an identification of
the various needs of members of the Lancang Kuning Deaf Community and efforts to provide
their information needs. It can be seen that the information needs of the Lancang Kuning Deaf
Community (KUTILANG) are still not met. The obstacles or difficulties experienced by deaf
people result in the formation of the characteristics of the information they need. The efforts of
the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG) to meet their information needs include
searching for information via gadgets or online and by reading the lips of the person they are
talking to.
Keywords: Information, Information Needs, Lancang Kuning Deaf Community.
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
173
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Rizka,Vita
termasuk para penyandang disabilitas yang
1. PENDAHULUAN
Kebutuhan informasi sudah menjadi salah
satu
hal
yang
sangat
penting
bagi
masyarakat pada era teknologi informasi
pada saat ini. Hal ini mendorong manusia
untuk
mencari
sumber
agar
kebutuhan
informasi
dapat
dan
memperluas
kejayaan
dari
berbagai
memenuhi
semua
kepentingannya
untuk
pengetahuannya.
teknologi
seperti
Masa
saat
ini
menjadikan informasi semakin hari semakin
cepat berkembang dan berganti, sehingga
masyarakat bisa tertinggal akan informasi
dalam hitungan menit atau bahkan detik.
Kebutuhan
informasi
akan
terus
bertambah bagi setiap orang setiap kali ia
memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap
sesuatu dan memiliki tujuan yang ingin
dicapainya. Tidak ada seorangpun yang
tidak membutuhkan informasi, apapun jenis
pekerjaan orang itu. Kebutuhan informasi
dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja
dan dimana saja.
Informasi tersedia untuk semua orang
atau untuk orang tertentu yang sesuai
dengan kebutuhannya. Hal tersebut dapat
dikatakan bahwa informasi adalah milik
semua
orang,
penyandang
tunarungu.
tidak
terkecuali
disabilitas
Dalam
para
khususnya
(Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016
Tentang Penyandang Disabilitas., 2016)
menjelaskan
Republik
bahwa
Negara
Indonesia
Kesatuan
menjamin
kelangsungan hidup setiap warga negara,
mempunyai
kedudukan
hukum
dan
memiliki hak asasi manusia yang sama
sebagai Warga Negara Indonesia dan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
warga negara dan masyarakat Indonesia.
Penyandang cacat berhak memperoleh
pendidikan formal maupun informal seperti
layanan di perpustakaan dan pendidikan
di
sekolah.
Dapat
dikatakan
bahwa
perpustakaan sebagai organisasi pengelola
dan penyedia informasi tidak hanya boleh
memperhatikan
kebutuhan
informasi,
fasilitas, layanan dan koleksi bagi orang
normal saja, tetapi juga harus melihat
kondisi lingkungan dan keberagaman jenis
karakter pengguna informasi.
Menurut Abdurrahman (2003) dalam
(Winarsih, 2010) tunarungu adalah istilah
yang
menggambarkan
keadaan
kemampuan dengar yang kurang jelas
atau
tidak
sehingga
berfungsi
tidak
secara
normal
memungkinkan
lagi
diandalkan untuk belajar bahasa dan
wicara tanpa dibantu dengan metode dan
peralatan khusus. Hal tersebut berdampak
terhadap kehidupannya secara kompleks
terutama pada kemampuan berbahasa
sebagai alat komunikasi yang sangat
penting.
Bahasa isyarat adalah bahasa yang
mengutamakan
komunikasi
manual,
bahasa tubuh dan gerak bibir, bukannya
suara
untuk
berkomunikasi.
Kaum
tunarungu adalah kelompok utama yang
Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/
174
Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188
Rizka,Vita
menggunakan bahasa ini. Bahasa isyarat
kebutuhan informasi bagi penyandang
biasanya
pengkombinasian
tunarungu masih kurang diperhatikan.
dari bentuk, orientasi dan gerak tangan,
Robert Baker (1995) dalam (Radissa et al.,
lengan, tubuh serta ekspresi wajah untuk
2020)
mengungkapkan isi pikiran (Hardjana,
pemenuhan kebutuhan dasar seseorang
2003 dalam Jannata Zuhir, 2019).
dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu
merupakan
Ketersediaan
menyebutkan
bahwa
bagi
aspek fisik (makanan, tempat tinggal,
penyandang tunarungu sangat terbatas.
keamanan, kesehatan dan perlindungan),
Hal tersebut dapat dilihat dari informasi
pemenuhan pribadi (pendidikan, rekreasi,
tercetak seperti buku dan jurnal yang
estetika, nilai, agama, prestasi), kebutuhan
terdapat di perpustakaan. Sedikit koleksi
emosi (rasa saling memiliki, saling peduli,
perpustakaan dalam bentuk cetak yang
kebersamaan)
dapat memenuhi kebutuhan informas (...truncated)