ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DAN UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING (KUTILANG) PEKANBARU

Al-Ma'arif: Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Jan 2024

The article "Analysis of Information Needs and Efforts to Fulfill the Information Needs of the Lancang Kuning Deaf Community" aims to find out how information needs and efforts to provide information needs exist in the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG) Pekanbaru. This research uses qualitative methods. The subjects in this research were members of the Pekanbaru Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG). Data collection used was interviews, observation and documentation. The results of this research are an identification of the various needs of members of the Lancang Kuning Deaf Community and efforts to provide their information needs. It can be seen that the information needs of the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG) are still not met. The obstacles or difficulties experienced by deaf people result in the formation of the characteristics of the information they need. The efforts of the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG) to meet their information needs include searching for information via gadgets or online and by reading the lips of the person they are talking to.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/article/download/1288/608

ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DAN UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING (KUTILANG) PEKANBARU

172 Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188 Rizka,Vita ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DAN UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING (KUTILANG) PEKANBARU Rizka Adinda1* ; Vita Amelia2* ; Aivan Sondra3* Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru 2 Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru 3 UPA Perpustakaan ISI Padang Panjang 1 Received: ; 18 Juli 2023 Accepted: 20 Agustus 2023 Published: 21 September 2023 ABSTRACT Artikel “Analisis Kebutuhan Informasi dan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Informasi Komunitas Tuli Lancang Kuning”bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebutuhan informasi dan upaya pemenuhan kebutuhan informasi di Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) Pekanbaru.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah anggota Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) Pekanbaru. Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini merupakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan informasi pada anggota Komunitas Tuli Lancang Kuning dan upaya pemenuhan kebutuhan informasinya yang dapat di lihat bahwa kebutuhan informasi Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) masih belum terpenuhi. Hambatan atau kesulitan yang dialami oleh penyandang disabilitas tunarungu mengakibatkan terbentuknya ciri informasi yang dibutuhkan oleh mereka. Upaya Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) dalam memenuhi kebutuhan informasi rata-rata melakukan pencarian informasi melalui gawai atau secara online serta dengan membaca gerak bibir lawan bicara. Keywords: Information, Information Needs, Lancang Kuning Deaf Community. ABSTRAK The article "Analysis of Information Needs and Efforts to Fulfill the Information Needs of the Lancang Kuning Deaf Community" aims to find out how information needs and efforts to provide information needs exist in the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG) Pekanbaru. This research uses qualitative methods. The subjects in this research were members of the Pekanbaru Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG). Data collection used was interviews, observation and documentation. The results of this research are an identification of the various needs of members of the Lancang Kuning Deaf Community and efforts to provide their information needs. It can be seen that the information needs of the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG) are still not met. The obstacles or difficulties experienced by deaf people result in the formation of the characteristics of the information they need. The efforts of the Lancang Kuning Deaf Community (KUTILANG) to meet their information needs include searching for information via gadgets or online and by reading the lips of the person they are talking to. Keywords: Information, Information Needs, Lancang Kuning Deaf Community. Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/ 173 Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188 Rizka,Vita termasuk para penyandang disabilitas yang 1. PENDAHULUAN Kebutuhan informasi sudah menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi masyarakat pada era teknologi informasi pada saat ini. Hal ini mendorong manusia untuk mencari sumber agar kebutuhan informasi dapat dan memperluas kejayaan dari berbagai memenuhi semua kepentingannya untuk pengetahuannya. teknologi seperti Masa saat ini menjadikan informasi semakin hari semakin cepat berkembang dan berganti, sehingga masyarakat bisa tertinggal akan informasi dalam hitungan menit atau bahkan detik. Kebutuhan informasi akan terus bertambah bagi setiap orang setiap kali ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu dan memiliki tujuan yang ingin dicapainya. Tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan informasi, apapun jenis pekerjaan orang itu. Kebutuhan informasi dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Informasi tersedia untuk semua orang atau untuk orang tertentu yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa informasi adalah milik semua orang, penyandang tunarungu. tidak terkecuali disabilitas Dalam para khususnya (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas., 2016) menjelaskan Republik bahwa Negara Indonesia Kesatuan menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara, mempunyai kedudukan hukum dan memiliki hak asasi manusia yang sama sebagai Warga Negara Indonesia dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara dan masyarakat Indonesia. Penyandang cacat berhak memperoleh pendidikan formal maupun informal seperti layanan di perpustakaan dan pendidikan di sekolah. Dapat dikatakan bahwa perpustakaan sebagai organisasi pengelola dan penyedia informasi tidak hanya boleh memperhatikan kebutuhan informasi, fasilitas, layanan dan koleksi bagi orang normal saja, tetapi juga harus melihat kondisi lingkungan dan keberagaman jenis karakter pengguna informasi. Menurut Abdurrahman (2003) dalam (Winarsih, 2010) tunarungu adalah istilah yang menggambarkan keadaan kemampuan dengar yang kurang jelas atau tidak sehingga berfungsi tidak secara normal memungkinkan lagi diandalkan untuk belajar bahasa dan wicara tanpa dibantu dengan metode dan peralatan khusus. Hal tersebut berdampak terhadap kehidupannya secara kompleks terutama pada kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi yang sangat penting. Bahasa isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh dan gerak bibir, bukannya suara untuk berkomunikasi. Kaum tunarungu adalah kelompok utama yang Al- Ma'arif. Jurnal Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/ 174 Al- Ma'arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam ISSN 0740-8188 Rizka,Vita menggunakan bahasa ini. Bahasa isyarat kebutuhan informasi bagi penyandang biasanya pengkombinasian tunarungu masih kurang diperhatikan. dari bentuk, orientasi dan gerak tangan, Robert Baker (1995) dalam (Radissa et al., lengan, tubuh serta ekspresi wajah untuk 2020) mengungkapkan isi pikiran (Hardjana, pemenuhan kebutuhan dasar seseorang 2003 dalam Jannata Zuhir, 2019). dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu merupakan Ketersediaan menyebutkan bahwa bagi aspek fisik (makanan, tempat tinggal, penyandang tunarungu sangat terbatas. keamanan, kesehatan dan perlindungan), Hal tersebut dapat dilihat dari informasi pemenuhan pribadi (pendidikan, rekreasi, tercetak seperti buku dan jurnal yang estetika, nilai, agama, prestasi), kebutuhan terdapat di perpustakaan. Sedikit koleksi emosi (rasa saling memiliki, saling peduli, perpustakaan dalam bentuk cetak yang kebersamaan) dapat memenuhi kebutuhan informas (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/article/download/1288/608
Article home page: https://www.rjfahuinib.org/index.php/almaarif/article/view/1288/608

Rizka Adinda, Vita Amelia, Aivan Sondra. ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DAN UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING (KUTILANG) PEKANBARU, Al-Ma'arif: Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 2024, pp. 172-193,