IMPLEMENTASI DATA MINING DENGAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK ANALISIS BISNIS PADA PERUSAHAAN ASURANSI
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 1, April 2024
E-ISSN: 2745-3758, P-ISSN : 2776-8546 DOI: 10.46576/djtechno
IMPLEMENTASI DATA MINING DENGAN ALGORITMA
K-MEANS CLUSTERING UNTUK ANALISIS BISNIS PADA
PERUSAHAAN ASURANSI
Ananda Aufa Alya Putri1, Sabrina Aulia Rahmah*2
1,2) Teknologi Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Dharmawangsa, Indonesia
Article Info
Article history:
Received: 18 April 2024
Revised: 26 April 2024
Accepted: 30 April 2024
ABSTRACT
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan data mining menggunakan algoritma KMeans Clustering dalam menganalisa bisnis perusahaan asuransi. Data mining
merupakan metode yang digunakan untuk menggali informasi penting dari sejumlah
besar data, sementara algoritma K-Means Clustering adalah salah satu teknik
pengelompokan yang efektif untuk menganalisis data numerik. Dalam penelitian ini,
data dari perusahaan asuransi dianalisis untuk mengidentifikasi pola-pola penting
yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan bisnis. Hasil analisis
menunjukkan bahwa penggunaan algoritma K-Means Clustering mampu
mengelompokkan data pelanggan berdasarkan karakteristik tertentu, seperti umur,
jenis kelamin, dan riwayat klaim, sehingga memberikan wawasan berharga bagi
perusahaan dalam mengembangkan strategi pemasaran dan layanan yang lebih
efektif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam
meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan asuransi melalui
penerapan teknologi data mining.
Kata Kunci: Data Mining, K-Means Clustering, Analisis Bisnis, Perusahaan
Asuransi, Pengambilan Keputusan
Abstract
This research aims to apply data mining using K-Means Clustering algorithm in
analyzing insurance company business. Data mining is a method used to extract
important information from large amounts of data, while K-Means Clustering
algorithm is one of the effective clustering techniques for analyzing numerical data. In
this study, data from insurance companies was analyzed to identify important patterns
that can help in making business decisions. The analysis results show that the use of the
K-Means Clustering algorithm is able to cluster customer data based on certain
characteristics, such as age, gender, and claims history, thus providing valuable insights
for the company in developing more effective marketing and service strategies. Thus,
this research makes a significant contribution in improving the operational efficiency
and competitiveness of insurance companies through the application of data mining
technology.
Keywords: Data Mining, K-Means Clustering, Business Analysis, Insurance
Company, Decision Making
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi oleh Universitas
Dharmawangsa Artikel ini bersifat open access yang
didistribusikan di bawah syarat dan ketentuan dengan Lisensi
Internasional Creative Commons Attribution NonCommerciaL
ShareAlike 4.0 (CC-BY-NC-SA).
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
139
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 1 April 2024
Corresponding Author:
E-mail :
1.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah banyak aspek
dalam dunia bisnis, termasuk dalam industri asuransi. Saat ini, kebutuhan pengguna
akan layanan asuransi semakin meningkat. Asuransi merupakan manajemen risiko di
mana salah satu pihak mengalihkan risiko di masa depan kepada pihak lain, yaitu
perusahaan asuransi. Asuransi memegang peranan penting karena diperlukan
perlindungan di segala lini untuk mengurangi risiko. Kata “asuransi” berasal dari
bahasa Inggris "insurance" yang berarti "kompensasi." Oleh karena itu, asuransi dapat
dikatakan sebagai suatu kontrak antara tertanggung (nasabah) dan perusahaan
asuransi (insurance company) yang mana perusahaan asuransi sepakat untuk
memberikan ganti rugi kepada nasabah atas kerugian yang mungkin timbul di
kemudian hari.
Agar asuransi dapat mengcover risiko yang mungkin terjadi, tertanggung
(nasabah) harus membayar premi kepada perusahaan asuransi dalam jangka waktu
tertentu. Perusahaan asuransi kemudian memberikan perlindungan penuh kepada
pelanggan. Asuransi kendaraan merupakan perlindungan terhadap kehilangan atau
kerusakan dan memberikan ganti rugi terhadap kendaraan atau tertanggung. Pada
dasarnya, asuransi tidak hanya mencakup kerusakan pada kendaraan itu sendiri, tetapi
juga tanggung jawab hukum bagi orang lain yang terluka saat menggunakan kendaraan
tersebut.
Data mining adalah proses mengekstraksi informasi, pengetahuan, dan pola dari
sejumlah besar data. Hal ini juga bertujuan untuk mendapatkan wawasan dan
memperluas data dan informasi yang tersedia. Metode K-means clustering merupakan
metode yang paling sederhana dan umum digunakan. Ia memiliki kemampuan untuk
mengelompokkan data dalam jumlah yang relatif besar secara efisien. Caranya sendiri
berlaku untuk data pemegang polis asuransi mobil. Variabel yang relevan dalam hal ini
© 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya
jurnal teknologi informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
140
e-Issn: 2745-375
p-Issn: 2776-8546
Djtechno : Jurnal Teknologi Informasi
Vol. 5, No. 1 April 2024
adalah harga kendaraan, tarif kendaraan, harga atau premi asuransi, dan tahun
kendaraan.
Data mining, sebagai salah satu metode analisis data, telah menjadi alat penting
dalam membantu perusahaan asuransi untuk mengolah data dalam jumlah besar dan
menemukan pola-pola tersembunyi yang dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan strategis. Salah satu algoritma data mining yang sering digunakan adalah KMeans Clustering.
K-Means Clustering adalah algoritma yang mengelompokkan data ke dalam
beberapa cluster berdasarkan kesamaan karakteristik tertentu. Dalam konteks bisnis
asuransi, algoritma ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti segmentasi
pelanggan, deteksi fraud, analisis risiko, dan optimasi portofolio produk. Dengan
menerapkan K-Means Clustering, perusahaan asuransi dapat lebih memahami profil
dan kebutuhan pelanggan, sehingga dapat menawarkan produk dan layanan yang lebih
tepat sasaran.
Penelitian mengenai implementasi K-Means Clustering dalam analisis bisnis pada
perusahaan asuransi menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan
kinerja perusahaan. Misalnya, segmentasi pelanggan yang lebih tepat dapat
meningkatkan efisiensi pemasaran dan mengurangi biaya operasional. Selain itu,
deteksi dini terhadap potensi fraud dapat membantu perusahaan mengurangi kerugian
finansial dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Implementasi K-Means Clustering juga berkontribusi pada pengembangan
strategi bisnis yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan pasar. Analisis data
yang akurat memungkinkan perusahaan asuransi untuk melakukan prediksi yang lebih
baik mengenai tren pasar dan perilaku pelang (...truncated)