Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun (Kajian Etnografi Komunikasi)

JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), Oct 2021

Tradisi tingkeban di Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun masih dilestarikan dalam siklus kehidupan manusia. Adanya tindakan ritual oleh masyarakat berupa pemandian yang disertai dengan doa-doa khusus, tradisi tingkeban ini akan dikaji dari segi komunikasi ritualnya. Artikel ini merumuskan situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan perilaku komunikatif selama tradisi tingkeban di desa Kradinan, kecamatan Dolopo, kabupaten Madiun. Dengan rumusan tersebut, dapat ditemukan perilaku komunikatif tradisi tingkeban melalui berbagai praktik dalam situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindak komunikatif yang dilakukan warga Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi Hymes, sesuai dengan tujuan etnografi komunikasi untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan pola perilaku komunikasi kelompok sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi komunikatif dari tradisi tingkeban adalah ritual yang dilakukan secara tradisional di rumah yang dihuni serta dihadiri oleh keluarga dan tamu undangan. Peristiwa komunikatif tradisi tingkeban didasarkan pada tipe komunikatif, topik, tujuan dan fungsi, setting, partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma. Sedangkan tindak komunikatif tradisi tingkeban yaitu seseorang yang terampil dan paham semua pelaksanaan acara. Kata Kunci: Komunikasi Ritual, Tradisi, Tingkeban, Etnografi Komunikasi

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/42878/36992

Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun (Kajian Etnografi Komunikasi)

KOMUNIKASI RITUAL TRADISI TINGKEBAN DI DESA KRADINAN KECAMATAN DOLOPO KABUPATEN MADIUN (KAJIAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI) Yoga Pratama Estiyardi1 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: Octo Dendy Andriyanto 2 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: Abstract The tingkeban tradition in Kradinan Village, Dolopo District, Madiun Regency is still preserved in the cycle of human life. The existence of ritual actions by the community in the form of bathing accompanied by special prayers, this tingkeban tradition will be studied in terms of ritual communication. This article formulates communicative situation, communicative event, and communicative act during the tingkeban tradition in Kradinan village, Dolopo district, Madiun Regency. With this, The communicative behavior of the tingkeban tradition can be found through various practices in communicative situation, communicative event, and communicative act carried out by residents of Kradinan Village, Dolopo District, Madiun Regency. This study uses a qualitative research method with Hymes' communication ethnographic approach, in accordance with the purpose of communication ethnography to describe, analyze, and interpret communication behavior patterns of social groups. The results of the study indicate that the communicative situation of the tingkeban tradition is a ritual carried out traditionally in the house that is inhabited and attended by family and invited guests. The communicative event of the tingkeban tradition are based on the genre, topic, end and function, setting, participants, message form, message content, act sequence, interaction rules, and norms. While the communicative act of the tingkeban tradition is someone who is skilled and understands all the implementation of the event. Keywords: Ritual Communication, Tradition, Tingkeban, Ethnography of Communication Abstrak Tradisi tingkeban di Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun masih dilestarikan dalam siklus kehidupan manusia. Adanya tindakan ritual oleh masyarakat berupa pemandian yang disertai dengan doa-doa khusus, tradisi tingkeban ini akan dikaji dari segi komunikasi ritualnya. Artikel ini merumuskan situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan perilaku komunikatif selama tradisi tingkeban di desa Kradinan, kecamatan Dolopo, kabupaten Madiun. Dengan rumusan tersebut, dapat ditemukan perilaku komunikatif tradisi tingkeban melalui berbagai praktik dalam situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindak komunikatif yang dilakukan warga Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi Hymes, se suai dengan tujuan etnografi komunikasi untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan pola perilaku komunikasi kelompok sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi komunikatif dari tradisi tingkeban adalah ritual yang dilakukan secara tradisional di rumah yang dihuni serta dihadiri oleh keluarga dan tamu undangan. Peristiwa komunikatif tradisi tingkeban didasarkan pada tipe komunikatif, topik, tujuan dan fungsi, setting, partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma. Sedangkan tindak komunikatif tradisi tingkeban yaitu seseorang yang terampil dan paham semua pelaksanaan acara. Kata Kunci: Komunikasi Ritual, Tradisi, Tingkeban, Etnografi Komunikasi PENDAHULUAN Kebudayaan merupakan hasil dari pemikiran dan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungannya. Salah satu kebudayaan yang masih dipertahankan hingga sekarang, adanya tradisi slametan kehamilan. Slametan kehamilan bertujuan untuk kelancaran proses kehamilan sampai kelahiran sehingga berjalan tanpa halangan dan bayi yang dikandung dapat bertahan hidup, selamat dari mara bahaya dan malapetaka baik ibu hamil dan bayi yang dikandungnya, serta selamat dari gangguan makhluk halus. Tradisi slametan di Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun merupakan upacara tingkeban dalam siklus kehidupan manusia. Tradisi tingkeban atau atau mitoni adalah upacara yang dilaksanakan saat kehamilan tujuh bulan. Selama upacara, ibu hamil dan suami dimandikan dengan air bunga setaman disertai dengan mantra dan doa khusus menurut kepercayaannya. Doa tersebut bertujuan untuk memohon kepada Tuhan agar bayi lahir dengan selamat tanpa gangguan apapun (Sutarto dkk, 2013:150). Ritual tingkeban di Desa Kradinan merupakan salah satu bentuk komunikasi, karena mempresentasikan partisipasi masyarakat, kebersamaan, gotong royong, persahabatan, dan interaksi. Interaksi masyarakat tersebut terjadi melalui proses komunikasi, karena proses komunikasi yang terbentuk ada kaitannya dengan kegiatan suatu komunitas yang dilakukan oleh warga anggota masyarakat secara bersamaan (Manafe, 2011:292). Sehingga menurut Liliweri, tradisi sebagai dasar komunikasi, jika terdapat beragam budaya, maka bermacam-macam juga praktik dan komunikasinya (Awalia, 2019:7). Berdasarkan penjelasan tersebut, tradisi tingkeban di Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, memiliki ciri khas yang berbeda dengan tradisi tingkeban lainnya. Untuk mengupas ciri khas tradisi tingkeban di desa tersebut disebut dengan komunikasi ritual, karena proses komunikasi dalam tradisi tingkeban terdapat simbol-simbol budaya tertentu yang diciptakan dan digunakan bersamaan, yang belum tentu orang luar mengetahui (Handayani, 2018:41). Artinya, simbol-simbol komunikasi verbal seperti doa kemudian simbol nonverbal berupa tindakan siraman dan isyarat lainnya dimiliki bersama dan masih lestari karena dipelihara dan digunakan secara terus-menerus. Dengan demikian, komunikasi ritual dalam tradisi tingkeban di Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menurut Littlejohn (2002:194-202) sebagai penerapan studi etnografi komunikasi yaitu bagian dari metode etnografi untuk mengkaji pola komunikasi dalam suatu kelompok atau budaya tertentu. Sehingga dengan etnografi komunikasi, kita dapat melihat perilaku komunikasi dalam peristiwa komunikasi ritual tingkeban (Kuswarno, 2011:18). Komunikasi ritual dalam Tradisi Tingkeban di Desa Kradinan akan dijelaskan dengan kajian etnografi komunikasi teori Dell Hymes untuk menjelaskan perilaku komunikasi kelompok sosial (Husmiawati, 2015:6). Dell Hymes (1972:58-59) berpendapat bahwa untuk memahami perilaku komunikasi diperlukan unit-unit interaksi yang disebut hierarki lingkar (nested hierarchy) (Ibrahim, 1994: 266-267). Nested hierarchy yang dijelaskan oleh Dell Hymes adalah unit analisis yang mendasari artikel ini, yaitu interaksi yang terjadi selama praktik komunikatif (communicative practices) (Zakiah, 2008:187). Tingkeban merupakan acara adat berupa slametan kehamilan yang dilakukan pada bulan ketujuh kehamilan (situasi komunikatif). Selain itu, acara slametan kehamilan diadakan pada malam hari di rumah dengan mengundang tamu untuk berdoa agar ibu hamil dan janinnya selamat dengan serangkaian (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/42878/36992
Article home page: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/42878/36992

Estiyardi Yoga Pratama, Andriyanto Octo Dendy. Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban di Desa Kradinan Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun (Kajian Etnografi Komunikasi), JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), 2021, pp. 1560-1583,