PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KANKER LEHER RAHIM

JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, May 2024

Dalam bidang kesehatan sudah sering dijumpai peralatan yang digunakan untuk pendeteksi kesehatan dan jenis penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, peralatan yang digunakan umumnya sudah mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini di indonesia minim dengan pengetahuan dan pemantauan dini, sehingga banyak wanita di indonesia yang terkena kanker leher rahim diantaranya mulai dari usia 15-24 tahun (0,67%), usia 25-34 tahun (11,25%), usia 35-44 tahun (31,40%) dan yang paling sering ditemukan yaitu pada usia 45-54 tahun (42,40%). Kanker serviks banyak ditemukan sudah dalam keadaan stadium lanjut mencapai 80% diantaranya stadium I ( 19,1%), stadium II (32,0%), stadium III (40,7%), stadium IV (7,4%) dan tidak diketahui sebanyak (0,7%). Sehingga banyak menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dibangunlah sebuah aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosis kanker leher rahim, yang dapat digunakan untuk mempelajari tentang kanker leher rahim berdasarkan pemeriksaan fisik. Dengan menggunakan metode kombinasi yaitu Metode Forward Chaining dan metode Dempster Shafer. Penerapan sistem pakar ini dapat diterapkan sesuai dengan yang diharapkan, apabila aplikasi ini dapat membantu masyarakat umum dalam melakukan deteksi dini, pencegahan dan pengobatan penyakit kanker leher rahim serta sebagai sarana untuk menerapkan kecerdasan seorang pakar dalam analisis dan pendeteksian kanker leher rahim.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR/article/download/1874/1182

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KANKER LEHER RAHIM

Journal of Science and Social Research ISSN 2615 – 4307 (Print) May 2024, VII (2): 564 – 572 ISSN 2615 – 3262 (Online) Available online at http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KANKER LEHER RAHIM Suendri1, Muhammad Dedi Irawan2, Nurul Wahdina ‘Ain Siregar3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan e-mail: , , 3 Abstract: In the health sector, equipment is often used to detect health and types of disease in the body. Therefore, the equipment used generally follows technological developments. Currently in Indonesia there is minimal knowledge and early monitoring, so that many women in Indonesia who get cervical cancer include those from the ages of 15-24 years (0.67%), ages 25-34 years (11.25%), ages 35 -44 years (31.40%) and the most common is at the age of 45-54 years (42.40%). Cervical cancer is found to be in an advanced stage, reaching 80% including stage I (19.1%), stage II (32.0%), stage III (40.7%), stage IV (7.4%) and none. known as (0.7%). So many cause death. Then the application of an expert system for diagnosing cervical cancer can be used as a tool for learning about cervical cancer based on physical examination. By using a combination method, namely the Forward Chaining Method and the Dempster Shafer method. This expert system application can be run as expected where in this application it can help the general public in early detection, prevention and treatment of cervical cancer, and as a medium for applying the intelligence of an expert or expert in analyzing and detecting cervical cancer. Keywords: Expert System; Cervical Cancer; Forward Chaining Method; Dempster Shefer Method Abstrak: Dalam bidang kesehatan sudah sering dijumpai peralatan yang digunakan untuk pendeteksi kesehatan dan jenis penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, peralatan yang digunakan umumnya sudah mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini di indonesia minim dengan pengetahuan dan pemantauan dini, sehingga banyak wanita di indonesia yang terkena kanker leher rahim diantaranya mulai dari usia 15-24 tahun (0,67%), usia 25-34 tahun (11,25%), usia 35-44 tahun (31,40%) dan yang paling sering ditemukan yaitu pada usia 45-54 tahun (42,40%). Kanker serviks banyak ditemukan sudah dalam keadaan stadium lanjut mencapai 80% diantaranya stadium I ( 19,1%), stadium II (32,0%), stadium III (40,7%), stadium IV (7,4%) dan tidak diketahui sebanyak (0,7%). Sehingga banyak menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dibangunlah sebuah aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosis kanker leher rahim, yang dapat digunakan untuk mempelajari tentang kanker leher rahim berdasarkan pemeriksaan fisik. Dengan menggunakan metode kombinasi yaitu Metode Forward Chaining dan metode Dempster Shafer. Penerapan sistem pakar ini dapat diterapkan sesuai dengan yang diharapkan, apabila aplikasi ini dapat membantu masyarakat umum dalam melakukan deteksi dini, pencegahan dan pengobatan penyakit kanker leher rahim serta sebagai sarana untuk menerapkan kecerdasan seorang pakar dalam analisis dan pendeteksian kanker leher rahim. Kata kunci: Sistem Pakar; Kanker Leher Rahim; Metode Forward Chaining; Metode Dempster Shefer Journal of Science and Social Research ISSN 2615 – 4307 (Print) May 2024, VII (2): 564 – 572 ISSN 2615 – 3262 (Online) Available online at http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR PENDAHULUAN Teknologi informasi telah mengikuti kemajuan peradaban manusia. Di sektor kesehatan, kita sering melihat penggunaan perangkat untuk mendeteksi kondisi kesehatan dan jenis penyakit dalam tubuh. Perangkat yang digunakan biasanya mengadopsi teknologi terkini, di mana mereka dapat bekerja dan memproses informasi mirip dengan cara berpikir manusia, yang dikenal sebagai Sistem Pakar. Sistem Pakar bisa membantu manusia untuk pengambilan keputusan dan merupakan salah satu cabang ilmu dari Artificial Intelligence (AI). Sistem adalah sekelompok proses yang terus-menerus berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama atau melaksanakan tugas tertentu. Dalam keadaan lain, sistem mungkin dipandang sebagai sekelompok elemen yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan khusus yang memungkinkannya memecahkan masalah atau memberi nasihat. Kemampuan menjelaskan dan memahami konsepkonsep baru terkait permasalahan yang dihadapi dan perlu dibangun kembali pemahamannya sendiri merupakan syarat bagi paralegal. Selain itu, seorang guru harus mampu menilai relevansi pengetahuan dan pengalaman serta menerapkan kaidah-kaidah yang tepat agar dapat memperoleh solusi yang tepat. Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah jenis kanker yang muncul pada serviks uterus, yang merupakan organ reproduksi wanita yang berada di antara rahim (uterus) dan liang senggama. Kanker leher rahim juga berkembang di area leher rahim yang terletak pada bagian paling bawah uterus, selain kanker payudara, Kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang sering menyerang wanita dan dapat berujung pada kematian. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2014, lebih dari 92 ribu perempuan di Indonesia meninggal karena kanker, dengan 10,3 persen di antaranya disebabkan oleh kanker leher rahim. Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dengan jumlah 36.633 kasus, atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia, yang merupakan penderita kanker leher rahim. Kanker leher rahim (serviks) disebabkan oleh virus HPV (human papilloma virus). HPV adalah jenis virus yang menyerang manusia. Terdapat banyak tipe virus ini (lebih dari 100 tipe) dan sebagian besar tidak menimbulkan gejala yang terlihat serta bisa menghilang dengan sendirinya (self-limiting). Dari hal tersebut dr. Hilma Putri Lubis, SpOGK dokter Obgyn yang menangani penyakit kanker leher rahim yang menyebabkan banyaknya terjadi penyakit kanker leher rahim pada Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik mengatakan bahwa “berkurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker mulut rahim dan pemantauan diri tentang pola hidup dan pola makan serta terbatasnya jadwal dokter sehingga pasien yang ingin konsultasi melakukan pengecekan dini terlebih dahulu di sistem untuk mengurangi pasien bertemu langsung dengan dokter” Maka dari itu dibentuk suatu penerapan Forward Chaining dan Dempster Shafer Pada Sistem Pakar Diagnosis Kanker Leher Rahim. Secara umum, algoritma dapat dijelaskan sebagai serangkaian langkah-langkah yang dirancang secara logis dan sistematis dengan tujuan menyelesaikan suatu masalah Dalam teknik presentasi keyakinan, langkah awalnya adalah menggunakan suatu kaidah (aturan) yang mencakup berbagai gejala. Selanjutnya, terbentuklah kumpulan kaidah yang dijadikan pedoman untuk merumuskan diagnosis yang diterapkan pada pengguna.Proses ini melibatkan metode forward chaining, yang digunakan untuk menarik kesimpulan berdasarkan hubungan sebab-akibat dengan menggunakan pernyataan IF-THEN. Selain itu, digunakan juga teknik Dempster-Shafer untuk memberikan bobo (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR/article/download/1874/1182
Article home page: http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR/article/view/1874/1182

Suendri Suendri, Irawan Muhammad Dedi, Siregar Nurul Wahdina ‘Ain. PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KANKER LEHER RAHIM, JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 2024, pp. 564-572,