PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KANKER LEHER RAHIM
Journal of Science and Social Research
ISSN 2615 – 4307 (Print)
May 2024, VII (2): 564 – 572
ISSN 2615 – 3262 (Online)
Available online at http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN DEMPSTER
SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS
KANKER LEHER RAHIM
Suendri1, Muhammad Dedi Irawan2, Nurul Wahdina ‘Ain Siregar3
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
e-mail: , ,
3
Abstract: In the health sector, equipment is often used to detect health and types of
disease in the body. Therefore, the equipment used generally follows technological
developments. Currently in Indonesia there is minimal knowledge and early monitoring,
so that many women in Indonesia who get cervical cancer include those from the ages of
15-24 years (0.67%), ages 25-34 years (11.25%), ages 35 -44 years (31.40%) and the
most common is at the age of 45-54 years (42.40%). Cervical cancer is found to be in an
advanced stage, reaching 80% including stage I (19.1%), stage II (32.0%), stage III
(40.7%), stage IV (7.4%) and none. known as (0.7%). So many cause death. Then the
application of an expert system for diagnosing cervical cancer can be used as a tool for
learning about cervical cancer based on physical examination. By using a combination
method, namely the Forward Chaining Method and the Dempster Shafer method. This
expert system application can be run as expected where in this application it can help the
general public in early detection, prevention and treatment of cervical cancer, and as a
medium for applying the intelligence of an expert or expert in analyzing and detecting
cervical cancer.
Keywords: Expert System; Cervical Cancer; Forward Chaining Method; Dempster
Shefer Method
Abstrak: Dalam bidang kesehatan sudah sering dijumpai peralatan yang digunakan untuk
pendeteksi kesehatan dan jenis penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, peralatan yang
digunakan umumnya sudah mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini di indonesia
minim dengan pengetahuan dan pemantauan dini, sehingga banyak wanita di indonesia
yang terkena kanker leher rahim diantaranya mulai dari usia 15-24 tahun (0,67%), usia
25-34 tahun (11,25%), usia 35-44 tahun (31,40%) dan yang paling sering ditemukan yaitu
pada usia 45-54 tahun (42,40%). Kanker serviks banyak ditemukan sudah dalam keadaan
stadium lanjut mencapai 80% diantaranya stadium I ( 19,1%), stadium II (32,0%),
stadium III (40,7%), stadium IV (7,4%) dan tidak diketahui sebanyak (0,7%). Sehingga
banyak menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dibangunlah sebuah aplikasi sistem
pakar untuk mendiagnosis kanker leher rahim, yang dapat digunakan untuk mempelajari
tentang kanker leher rahim berdasarkan pemeriksaan fisik. Dengan menggunakan metode
kombinasi yaitu Metode Forward Chaining dan metode Dempster Shafer. Penerapan
sistem pakar ini dapat diterapkan sesuai dengan yang diharapkan, apabila aplikasi ini
dapat membantu masyarakat umum dalam melakukan deteksi dini, pencegahan dan
pengobatan penyakit kanker leher rahim serta sebagai sarana untuk menerapkan
kecerdasan seorang pakar dalam analisis dan pendeteksian kanker leher rahim.
Kata kunci: Sistem Pakar; Kanker Leher Rahim; Metode Forward Chaining; Metode
Dempster Shefer
Journal of Science and Social Research
ISSN 2615 – 4307 (Print)
May 2024, VII (2): 564 – 572
ISSN 2615 – 3262 (Online)
Available online at http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR
PENDAHULUAN
Teknologi
informasi
telah
mengikuti kemajuan peradaban manusia.
Di sektor kesehatan, kita sering melihat
penggunaan perangkat untuk mendeteksi
kondisi kesehatan dan jenis penyakit
dalam tubuh. Perangkat yang digunakan
biasanya mengadopsi teknologi terkini, di
mana mereka dapat bekerja dan
memproses informasi mirip dengan cara
berpikir manusia, yang dikenal sebagai
Sistem Pakar. Sistem Pakar bisa
membantu manusia untuk pengambilan
keputusan dan merupakan salah satu
cabang ilmu dari Artificial Intelligence
(AI). Sistem adalah sekelompok proses
yang terus-menerus berkolaborasi untuk
mencapai
tujuan
bersama
atau
melaksanakan tugas tertentu. Dalam
keadaan lain, sistem mungkin dipandang
sebagai sekelompok elemen yang bekerja
sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Pakar adalah orang yang memiliki
pengetahuan,
keterampilan,
dan
kemampuan
khusus
yang
memungkinkannya memecahkan masalah
atau memberi nasihat. Kemampuan
menjelaskan dan memahami konsepkonsep baru terkait permasalahan yang
dihadapi dan perlu dibangun kembali
pemahamannya sendiri merupakan syarat
bagi paralegal. Selain itu, seorang guru
harus
mampu
menilai
relevansi
pengetahuan dan pengalaman serta
menerapkan kaidah-kaidah yang tepat
agar dapat memperoleh solusi yang tepat.
Kanker leher rahim (kanker serviks)
adalah jenis kanker yang muncul pada
serviks uterus, yang merupakan organ
reproduksi wanita yang berada di antara
rahim (uterus) dan liang senggama.
Kanker leher rahim juga berkembang di
area leher rahim yang terletak pada bagian
paling bawah uterus, selain kanker
payudara, Kanker leher rahim adalah
salah satu jenis kanker yang sering
menyerang wanita dan dapat berujung
pada kematian. Menurut penelitian yang
dilakukan pada tahun 2014, lebih dari 92
ribu perempuan di Indonesia meninggal
karena kanker, dengan 10,3 persen di
antaranya disebabkan oleh kanker leher
rahim.
Indonesia menduduki peringkat kedua di
dunia dengan jumlah 36.633 kasus, atau
9,2% dari total kasus kanker di Indonesia,
yang merupakan penderita kanker leher
rahim. Kanker leher rahim (serviks)
disebabkan oleh virus HPV (human
papilloma virus). HPV adalah jenis virus
yang menyerang manusia. Terdapat
banyak tipe virus ini (lebih dari 100 tipe)
dan sebagian besar tidak menimbulkan
gejala yang terlihat serta bisa menghilang
dengan sendirinya (self-limiting).
Dari hal tersebut dr. Hilma Putri Lubis,
SpOGK dokter Obgyn yang menangani
penyakit kanker leher rahim yang
menyebabkan banyaknya terjadi penyakit
kanker leher rahim pada Rumah Sakit
Pusat Haji Adam Malik mengatakan
bahwa
“berkurangnya
pengetahuan
masyarakat tentang kanker mulut rahim
dan pemantauan diri tentang pola hidup
dan pola makan serta terbatasnya jadwal
dokter sehingga pasien yang ingin
konsultasi melakukan pengecekan dini
terlebih dahulu di sistem untuk
mengurangi pasien bertemu langsung
dengan dokter” Maka dari itu dibentuk
suatu penerapan Forward Chaining dan
Dempster Shafer Pada Sistem Pakar
Diagnosis Kanker Leher Rahim.
Secara umum, algoritma dapat dijelaskan
sebagai serangkaian langkah-langkah
yang dirancang secara logis dan sistematis
dengan tujuan menyelesaikan suatu
masalah Dalam teknik presentasi
keyakinan, langkah awalnya adalah
menggunakan suatu kaidah (aturan) yang
mencakup berbagai gejala. Selanjutnya,
terbentuklah kumpulan kaidah yang
dijadikan pedoman untuk merumuskan
diagnosis
yang
diterapkan
pada
pengguna.Proses ini melibatkan metode
forward chaining, yang digunakan untuk
menarik
kesimpulan
berdasarkan
hubungan
sebab-akibat
dengan
menggunakan pernyataan IF-THEN.
Selain itu, digunakan juga teknik
Dempster-Shafer untuk memberikan
bobo (...truncated)