Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Proyek Kewarganegaraan Antikorupsi di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Mar 2024

This study was motivated by the low student activeness at Pawyatan Daha 2 Kediri Vocational High School (SMK), Kediri City. This research is included in the Kemmis & McTaggart model of classroom action research through a civic project containing anti-corruption material. The subjects of this study were students of class XII Office Automation and Governance (OTKP) 1 totaling 35 students consisting of 1 male student and 34 female students. The sample selection was carried out by saturation sampling, where all members of the population were sampled in the study. Data in this study were collected using observation, questionnaire, and documentation techniques. Data analysis used in this research is a descriptive analysis technique with percentages. The results of this study indicate that the implementation of anti-corruption citizenship projects can increase the activeness of class XII students of Office Automation and Governance (OTKP) 1 at SMK Pawyatan Daha 2 Kediri in the odd semester of the 2022/2023 academic year, this is seen through five aspects, namely paying attention to lessons, cooperation, and social interaction, submitting proposals/ideas, problem-solving, discipline. The aspects that increased significantly were paying attention to lessons and discipline. In addition, this study shows that harmonizing learning methods, material characteristics, and learner characteristics is essential in preparing lesson plans that can increase student activeness.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3091/1512

Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Proyek Kewarganegaraan Antikorupsi di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri

SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i1.3091 e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359 Vol. 3 No. 1 (Maret 2024) 47-54 Submitted: January 05, 2024 | Accepted: January 25, 2024 | Published: March 25, 2024 Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Proyek Kewarganegaraan Antikorupsi di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri Idang Ramadhan1, Yunita Kusumaningrum2, Hanik Tri Wilujeng3 SMK Pawyatan Daha 2 Kediri, Kota Kediri, Indonesia Email: , , Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pawyatan Daha 2 Kediri, Kota Kediri. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart melalui proyek kewarganegaraan yang bermuatan materi antikorupsi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) 1 sejumlah 35 siswa yang terdiri dari 1 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara saturation sampling, di mana seluruh anggota populasi menjadi sampel dalam penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulan menggunakan teknik observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Analisis data yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi proyek kewarganegaraan antikorupsi mampu meningkatkan keaktifan siswa kelas XII Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) 1 di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023, hal ini dilihat melalui lima aspek, yakni memperhatikan pelajaran, kerjasama dan interaksi sosial, menyampaikan usulan/ide, penyelesaian masalah, kedisiplinan. Aspek yang meningkat secara signifikan adalah memperhatikan pelajaran dan kedisiplinan. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa menyelaraskan metode pembelajaran, karakteristik materi, dan karakteristik peserta didik merupakan hal esensial dalam penyusunan rencana pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. Kata Kunci: Keaktifan, Siswa, Proyek Kewarganegaraan, Antikorupsi Abstract This study was motivated by the low student activeness at Pawyatan Daha 2 Kediri Vocational High School (SMK), Kediri City. This research is included in the Kemmis & McTaggart model of classroom action research through a civic project containing anti-corruption material. The subjects of this study were students of class XII Office Automation and Governance (OTKP) 1 totaling 35 students consisting of 1 male student and 34 female students. The sample selection was carried out by saturation sampling, where all members of the population were sampled in the study. Data in this study were collected using observation, questionnaire, and documentation techniques. Data analysis used in this research is a descriptive analysis technique with percentages. The results of this study indicate that the implementation of anti-corruption citizenship projects can increase the activeness of class XII students of Office Automation and Governance (OTKP) 1 at SMK Pawyatan Daha 2 Kediri in the odd semester of the 2022/2023 academic year, this is seen through five aspects, namely paying attention to lessons, cooperation, and social interaction, submitting proposals/ideas, problem-solving, discipline. The aspects that increased significantly were paying attention to lessons and discipline. In addition, this study shows that harmonizing learning methods, material characteristics, and learner characteristics is essential in preparing lesson plans that can increase student activeness. Keywords: Activeness, Students, Citizenship Project, Anti-Corruption Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) 47 Idang Ramadhan1, Yunita Kusumaningrum2, Hanik Tri Wilujeng3 SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 1 (2024) 47 – 54 PENDAHULUAN Korupsi merupakan penyakit sosial yang merajalela di banyak negara, termasuk Indonesia. Korupsi dipahami sebagai suatu tindak pidana yang memperkaya diri yang secara langsung merugikan negara atau perekonomian negara (Syamsuddin, 2011). Transparency International mendefinisikan korupsi sebagai mendefinisikan korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan untuk keuntungan pribadi(Global Corruption Report : Education, 2013). Melihat dari pengertian tersebut, dapat dimaknai bahwa korupsi adalah tindak pidana yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperkaya diri, merugikan negara atau perekonomian. Dampak negatif korupsi sangat luas, mencakup aspek ekonomi, politik, dan sosial. Terlebih lagi, Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) di Indonesia pada tahun 2023 mencapai angka 3,92 dalam rentang skala 0 hingga 5. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan pencapaian tahun 2022 yang sebesar 3,93 (BPS, 2023). Hal ini memperburuk kondisi Indonesia yang tak pernah lepas dari tindak korupsi. Maka dari itu dibutuhkan suatu upaya untuk mencegah korupsi Pendidikan antikorupsi dianggap sebagai langkah preventif yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas sejak dini. Pendidikan antikorupsi dimaknai sebagai upaya yang bertujuan untuk mencegah dan memerangi korupsi dengan cara mendorong generasi selanjutnya untuk meningkatkan sikap menolak setiap bentuk korupsi secara tegas (Darmayani et al., 2022). Pendidikan antikorupsi tak hanya menjadi sarana mentransfer ilmu pengetahuan (kognitif), tetapi juga berupaya pada pembentukan sikap (afektif) dan kesadaran moral untuk melawan (psikomotorik) penyimpangan perilaku korupsi (Wibowo, 2013). Hal ini diperkuat oleh (Rinaldi et al., 2023) yang memaparkan bahwa tujuan dari pendidikan anti-korupsi adalah mengembangkan pemahaman dan pengetahuan mengenai beragam bentuk korupsi dan aspek-aspeknya, mengubah persepsi dan sikap terhadap korupsi, serta membentuk keterampilan dan kecakapan baru yang diperlukan untuk melawan tindakan korupsi.. Hal ini menunjukkan adanya tiga domain penting yakni, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran yang baik harusnya menempatkan pengalaman siswa sebagai hal yang penting. Hal ini disampaikan dengan (Pambudhi et al., 2023), bahwa konsep pendidikan yang berfokus pada pengalaman siswa dapat memotivasi dan meningkatkan semangat anak, sekaligus membentuk proses pembelajaran yang lebih mendalam. Salah satu pendekatan dengan memberikan pengalaman langsung kepada siswa adalah dengan menerapkan proyek kewarganegaraan (Citizenship Project). Proyek kewarganegaraan merupakan salah satu pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Metode ini merupakan strategi pengajaran di mana siswa terlibat dalam pelaksanaan sebuah proyek yang memiliki manfaat untuk menyelesaikan masalah di masyarakat atau lingkungan (Sani, 2018). Hal ini dimaksudkan agar siswa aktif terlibat dalam kegiatan dan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3091/1512
Article home page: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/view/3091/1512

Idang Ramadhan, Yunita Kusumaningrum, Hanik Tri Wilujeng. Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Proyek Kewarganegaraan Antikorupsi di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2024, pp. 47–54,