PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP TINGKAT INFLASI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2014 – 2023
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP TINGKAT
INFLASI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2014 – 2023
Oleh:
Noer Cahya Khoirony1
Siti Nurhalizah2
Fathorrahman3
Universitas Trunojoyo Madura
Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162)
Korespondensi Penulis:
Abstract. The amount of money in circulation is a quite significant element in the
economic condition of a country, namely its relationship with the inflation rate. Changes
in the money supply are determined by the results of interactions between society,
financial institutions and the central bank. The problem in this research is how the money
supply influences inflation in Indonesia in the period 2014 to 2023. This data was
obtained from the results of Bank Indonesia publications in the last ten years. The aim of
this research is to measure the impact of the money supply on inflation in Indonesia over
the last decade. The data collection method used in this research is a secondary data
collection method where data is obtained directly from Bank Indonesia publications, and
a simple regression analysis method is used as the data analysis method. The results of
this research show that the large amount of currency in circulation during the 2014-2023
period has a positive and significant influence on the inflation rate.
Keywords: Money Supply, Inflation, Money Circulation.
Abstrak. Jumlah uang beredar merupakan unsur yang cukup signifikan terhadap keadaan
perekonomian suatu negara yaitu hubungannya dengan tingkat inflasi. Perubahan jumlah
uang beredar ditentukan oleh hasil interaksi antara masyarakat, lembaga keungan, serta
bank sentral. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh jumlah uang
Received May 23, 2024; Revised May 27, 2024; June 08, 2024
*Corresponding author:
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP TINGKAT
INFLASI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2014 – 2023
beredar terhadap inflasi di Indonesia dalam kurun waktu 2014 hingga 2023. Data ini
merupakan hasil dari publikasi bank Indonesia yang didapat sepuluh tahun terakhir.
Penelitian bertujuan untuk mengukur dampak beredarnya uang terhadap inflasi di
Indonesia selama satu dekade terakhir. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode pengumpulan data sekunder yang datanya diperoleh
langsung dari publikasi Bank indonesia, dan metode analisis regresi sederhana digunakan
sebagai metode analisis datanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya
jumlah uang kartal yang beredar selama periode 2014-2023 mempunyai pengaruh positif
dan signifikan terhadap tingkat inflasi.
Kata Kunci: Jumlah Uang Beredar, Inflasi, Peredaran Uang.
LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan ini tidak bisa lepas dari yang namanya ekonomi. Perekonomian
ini jelas merupakan sesuatu yang harus dihadapi oleh masyarakat. Jika kita berbicara
tentang ilmu ekonomi, jelas kita tidak bisa memisahkan bagian-bagian yang berkaitan
dengan ilmu ekonomi. Ada berbagai faktor dalam perekonomian, seperti pertumbuhan
ekonomi, inflasi, dan uang sebagai salah satu komponen utamanya.Dalam ilmu ekonomi,
pembangunan ekonomi sangatlah penting dan menjadi tolak ukur keberhasilan
kebijakan ekonomi.
Dari beberapa faktor tersebut, inflasi menjadi salah satu faktor penting untuk
dibahas didalam ekonomi. Inflasi berasal dari bahasa latin “inflance” yang berarti
meningkatkan. Dimana inflasi sendiri merupakan salah satu keadaan yang lumrah terjadi
namun negatif dampaknya bagi ekonomi. 1(Resti, 2020)
Secara umum inflasi menyebabkan timbulnya sejumlah biaya sosial yang harus
ditanggung oleh masyarakat. Pertama, inflasi menimbulkan dampak negatif pada
distribusi pendapatan. Masyarakat golongan bawah dan berpendapatan tetap akan
menanggung beban inflasi dengan turunnya daya beli mereka. Sebaliknya, masyarakat
menengah dan atas yang memiliki aset-aset finansial seperti tabungan dan deposito dapat
melindungi kekayaan dari inflasi, sehingga daya beli mereka relatif tetap. Kedua, inflasi
yang tinggi berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.
1
Resti, W. Analisis Pengaruh BI Rate dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Pendapatan Bagi Hasil Pada Bank
Syariah Mandiri Periode 2014-2018 (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto) .2020.
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
Pertumbuhan ekonomi merupakan permasalahan makroekonomi jangka panjang yang
dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: Kemampuan suatu daerah dalam
menghasilkan barang, jasa, investasi, sumber daya manusia, tenaga kerja, dan
pengeluaran pemerintah yang dapat meningkatkan barang modal. 2 (Azizah et al.,2020)
Indonesia merupakan negara berkembang yang pernah memiliki pertumbuhan
ekonomi yang stabil dalam kurun waktu dari 2010 hingga 2020 dengan tingkat
pertumbuhan yang fluktuatif 3 (Hartati, 2020). Hal ini dapat dibuktikan dari reting kredit
yang lebih baik pada tahun 2017 dari tehun sebelumnya, yang berarti adanya kepercayaan
dari investor luar negeri untuk berinvestasi. Apabila perekonomian mulai tidak stabil,
maka dapat menyebabkan berbagai masalah terutama perekonomian seperti inflasi
padahal ekonomi adalah salah satu faktor utama suatu negara dapat bertahan. Pada masa
orde lama tahun 1945-1965, ekonomi Indonesia mengalami kondisi yang sangat kacau
dimana tingkat inflasi Indonesia amat tinggi. Keadaan tersebut disebabkan oleh keadaan
yang tidak terkendali dimana jumlah mata uang beredar lebih dari satu. 4(Amaliyah dan
Aryanto, 2022).
Maka dengan asumsi dan juga hal itulah ketika jumlah uang beredar meningkat
maka jelas akan menyebabkan inflasi jika dilihat dari sisi teori konvensional tetapi dalam
konteks lain seperti konteks islam jelas lebih kompleks dimana ketika jumlah uang
beredar itu meningkat asalkan sesuai dengan kebutuhan maka tidak akan menyebabkan
inflasi. Tetapi ketika melihat data dilapangan yang terjadi selama periode tahun 20142023 jumlah uang beredar selalu mengalami peningkatan sedangkan untuk inflaksi yang
menandakan adanya gap atau kesenjangan teori dan kenyataan. (Murni, 20130 Selain itu
juga 10 tahun terakhir untuk pertumbuhan mengalami peningkatan tetapi terdapat juga
penurunan yang menandakan adanya gap juga pada kasus ini.
Inflasi mempunyai dampak negatif dan positif terhadap perekonomian. Salah satu
dampak negatif yang mungkin terjadi jika kenaikan inflasi ini tidak tepat adalah jatuhnya
nilai mata uang, yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, terutama mereka yang
berpendapatan tetap.Tingkat inflasi yang terlalu tinggi tidak hanya berdampak pada
2
Azizah, N. M., Anggraeni, L., & Irawan, T. Pengaruh kinerja keuangan dan makroekonomi terhadap harga
saham sektor industri konsumsi. Jurnal Ekonomi.2020, 25(2), 304-319.
3
Hartati, N. Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di indonesia
periode 2010–2016. Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa. 2020, 5(01), 92-119.
4
Amaliyah, F., & Aryanto, A. Peng (...truncated)