DEVELOPING LEARNING DESIGNS TO IMPROVE CREATIVE THINKING ABILITY IN THE EVENT OF THE UPCOMING INDUSTRIAL ERA 4.0
Ilham R. Arvianto1, Yosef Murya K. Ardhana2
de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Vol. 2 | No. 2 Desember 2019
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM
UPAYA MENUJU ERA INDUSTRI 4.0
Ilham Rais Arvianto1, Yosef Murya Kusuma Ardhana2
STMIK AKAKOM Yogyakarta1,2
pos-el : .id1, .id2
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran (RPS dan RPP)
yang berkualitas dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan
berpikir kreatif sebagai upaya menuju era industry 4.0. Penelitian ini termasuk dalam penelitian
pengembangan. Rancangan penelitian ini terdiri dari 10 langkah, yaitu: (1) penelitian terhadap
produk penelitian yang sudah ada, (2) studi literature, (3) perancangan dan pembuatan
instrumen penelitian, (4) perancangan pengembangan produk, (5) pengujian internal desain, (6)
revisi desain, (7) pembuatan produk penelitian, (8) uji coba terbatas, (9) revisi produk, dan (10)
uji coba lapangan umum. Penelitian ini dilakukan di STMIK AKAKOM Yogyakarta. Produk
hasil pengembangan dikatakan berkualitas jika memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket (data kevalidan dan kepraktisan) dan tes (data
kefektifan). Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa sebagai upaya menuju revolusi
industry 4.0, perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPS dan RPP dinyatakan berkualitas
sesuai dengan aspek valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan 31,7% kemampuan berpikir
kreatif.
Kata kunci : berpikir kreatif, perangkat pembelajaran, industri 4.0
ABSTRACT
This research aims to develop high quality learning materials (RPS and RPP) in the event
of the upcoming industrial era 4.0, from validity, practicality, and effectivity aspects to improve
creative thinking ability. This development research consisted of 10 steps, i.e.: (1) research on
previous research findings, (2) literary study, (3) designing and developing research
instruments, (4) designing and developing products, (5) internal testing of the design, (6) design
revision, (7) building research products, (8) limited testings, (9) product revision, and (10)
public testings. This research was performed in STMIK Akakom Yogyakarta. The product of this
research was regarded as of high quality if the criteria of validity, practicality, and effectivity
are met. The data was collected using questionnaire (validity and practicality) and testing
(effectivity). The result shows that in the event of the upcoming industrial era 4.0, the learning
materials (RPS and RPP) are of hogh quality from validity, practicality, and effectivity aspects
so as to be used to improve 37% creative thinking ability.
Keywords : creative thinking, learning materials, industry 4.0
1. PENDAHULUAN
Sebentar lagi, Indonesia akan
memasuki era industri 4.0. Pada tahun
2014, Kanselir Jerman, Angela Merkel,
mendefinisikan Industri 4.0 sebagai
transformasi
komprehensif
dari
keseluruhan aspek produksi di industri
melalui penggabungan teknologi digital
dan
internet
dengan
industri
konvensional (Prasetyo & Sutopo,
2017). Revolusi industri ini juga
berimbas pada bidang pendidikan. Pada
93
Ilham R. Arvianto1, Yosef Murya K. Ardhana2
revolusi industri 4.0, bidang pendidikan
dituntut untuk selalu adaptif dalam
menyongsong
perubahan.
Menteri
Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi (Menristekdikti) yang dikutip
dari www.sumberdaya.ristekdikti.go.id
menyampaikan bahwa, “Indonesia
diperkirakan sebagai negara dengan
kesiapan potensi yang tinggi dalam
menghadapi revolusi industry 4.0”. Jika
ditelaah, pernyataan Menristekdikti
mengandung arti bahwa jenjang
pendidikan tinggi seharusnya dapat
menyikapi hal tersebut dengan positif.
Salah satu cara yang dapat dilakukan
oleh pendidikan tinggi yaitu menjadi
pelopor kesiapan jenjang pendidikan
yang lain dalam menuju industri 4.0.
Salah satu perubahan penting
dalam bidang pendidikan, terletak pada
proses
pembelajarannya.
Proses
pembelajaran berkaitan erat dengan
banyak faktor, salah satunya adalah
perangkat pembelajaran. Perangkat
pembelajaran dapat digunakan untuk
meningkatkan
prestasi
belajar
(Ariyanto, 2011; Astuti, 2009; Tati,
Zulkardi, & Hartono, 2009). Perangkat
pembelajaran
adalah
sekumpulan
sumber
belajar
yang digunakan
pendidik dan peserta didik dalam
kegiatan
pembelajaran
(Ariyanto,
2011). Perangkat pembelajaran dapat
berupa silabus/Rencana Pembelajaran
Semester (RPS), Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), bahan ajar/modul,
lembar kerja, dan tes hasil belajar
(THB). Perangkat pembelajaran perlu
segera disesuaikan dengan kebutuhan
zaman, karena posisinya yang vital
sebagai landasan pengembangan proses
pembelajaran.
Dari hasil observasi pendahuluan
terkait perangkat pembelajaran di
de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Vol. 2 | No. 2 Desember 2019
STMIK
AKAKOM
Yogyakarta,
diperoleh temuan sebgai berikut. (1)
Terdapat perangkat pembelajaran RPS
yang digunakan, biasanya disebut
dengan silabus; (2) RPS yang ada
belum disesuaikan dengan kebutuhan
pada revolusi industri 4.0; (3) belum
ada perangkat pembelajaran RPP yang
digunakan oleh dosen; serta (4)
penyusunan dan penggunaan RPP
kurang familiar untuk kalangan dosen di
institusi tersebut, karena sebagian besar
dosen berasal dari bidang keahlian non
kependidikan. Dari hasil temuan
tersebut dapat diamati bahwa masih
terdapat perangkat pembelajaran yang
belum diarahkan pada revolusi industri
4.0,
bahkan
terdapat
perangkat
pembelajaran yang belum ada. Oleh
karena itu, perlu disusun dan
dikembangkan perangkat pembelajaran,
terutama yang berfokus pada kebutuhan
industri 4.0.
Pengembangan
perangkat
pembelajaran
bermanfaat
dalam
meningkatkan kemampuan kognitif
peserta
didik.
Sebagai
contoh,
kemampuan berpikir kritis dapat
ditingkatkan dengan pengembangan
bahan ajar berbasis kontekstual, dan
kontruktivisme
(Rusiyanti,
2011;
Syahbana, 2012). Tidak hanya itu,
metakognisi juga dapat ditingkatkan
dengan mengembangkan bahan ajar
berbasis masalah kontekstual (Amir &
Wardana, 2018). Lebih lanjut, higher
order thinking skills (HOTS) juga dapat
ditingkatkan dengan pengembangan
perangkat pembelajaran bercirikan
problem-based learning (PBL) (Susanto
& Retnawati, 2016).
Pengembangan
perangkat
pembelajaran yang diarahkan pada era
industri
4.0
sangatlah
penting,
94
Ilham R. Arvianto1, Yosef Murya K. Ardhana2
contohnya yaitu penggabungan model
pembelajaran berbasis blended learning
dengan industri 4.0 untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis. Model
blended learning yang ditawarkan yaitu
penggabungan antara blogging (diary
online) dan case-based learning
(pembelajaran berbasis kasus) (Ghiffar
et al., 2018).
Dalam menuju era industri 4.0,
kreatifitas memiliki peran yang sangat
penting. Oleh karena itu, bidang
pendidikan
seharusnya
dapat
mengoptimalkan kemampuan berpikir
kreatif peserta didik. Menurut Hidayat
(2012), berpikir kreatif merupakan salah
satu hal yang amat penting dalam
masyarakat modern, karena dapat
membuat manusia menjadi lebih
fleksibel secar (...truncated)