Kesadaran Mitigasi Bencana Tsunami bagi Wisatawan dan Warga Lokal di Kabupaten Pangandaran

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Sep 2024

Penelitian ini mengkaji kesadaran mitigasi bencana tsunami di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, bagi wisatawan dan warga lokal. Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah dengan potensi wisata yang strategis namun rawan terdampak bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Tsunami yang terjadi pada tahun 2006 di Kabupaten Pangandaran menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa sehingga mengetahui kesadaran dan mitigasi bencana di Kabupaten Pangandaran menjadi hal yang penting untuk dikaji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data untuk memahami pengetahuan dan sikap wisatawan serta warga lokal dalam menghadapi bencana tsunami. Hasil penelitian menunjukan adanya variasi tingkat kesadaran antara wisatawan dan warga lokal dengan tingkat pemahaman dan kesadaran warga lokal yang lebih tinggi dibanding wisatawan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran akan mitigasi bencana serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, serta badan pariwisata untuk meningkatkan kesadaran dan sikap siap siaga untuk mengurangi risiko bencana tsunami di masa depan.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3903/1746

Kesadaran Mitigasi Bencana Tsunami bagi Wisatawan dan Warga Lokal di Kabupaten Pangandaran

SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i3.3903 e-ISSN 2829-2340| p-ISSN 2829-2359 Vol. 3 No. 3 (September 2024) 270-277 Submitted: July 09, 2024 | Accepted: August 08, 2024 | Published: September 27, 2024 Kesadaran Mitigasi Bencana Tsunami bagi Wisatawan dan Warga Lokal di Kabupaten Pangandaran 1,2,3 Anindito Trah Wisaksono1, Fahira Ardini Putri2, Rimbo Gunawan3 Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Indonesia email: , Abstrak Penelitian ini mengkaji kesadaran mitigasi bencana tsunami di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, bagi wisatawan dan warga lokal. Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah dengan potensi wisata yang strategis namun rawan terdampak bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Tsunami yang terjadi pada tahun 2006 di Kabupaten Pangandaran menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa sehingga mengetahui kesadaran dan mitigasi bencana di Kabupaten Pangandaran menjadi hal yang penting untuk dikaji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data untuk memahami pengetahuan dan sikap wisatawan serta warga lokal dalam menghadapi bencana tsunami. Hasil penelitian menunjukan adanya variasi tingkat kesadaran antara wisatawan dan warga lokal dengan tingkat pemahaman dan kesadaran warga lokal yang lebih tinggi dibanding wisatawan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran akan mitigasi bencana serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, serta badan pariwisata untuk meningkatkan kesadaran dan sikap siap siaga untuk mengurangi risiko bencana tsunami di masa depan. Kata Kunci: Pangandaran, Mitigasi Bencana, Tsunami. Abstract This research examines tsunami disaster mitigation awareness in Pangandaran Regency, West Java, amongst tourists and local residents. Pangandaran Regency is an area with strategic tourism potential but is vulnerable to natural disasters such as earthquakes and tsunamis. The tsunami that occurred in 2006 in Pangandaran Regency caused great damage and casualties, thus knowing the awareness and disaster mitigation in Pangandaran Regency is important. This study used qualitative methods with interviews and observations as data collection techniques to understand the knowledge and attitudes of tourists and local residents regarding the risk of tsunami along the western beach. The results showed a variation in the level of awareness between tourists and local residents with a higher level of understanding and awareness of local residents than tourists. This research emphasizes the importance of disaster mitigation education and awareness as well as collaboration between the government, local communities and tourism agencies to increase awareness and preparedness to reduce the risk of future tsunami disasters. Keywords: Pangandaran, Disaster Mitigation, Tsunami. PENDAHULUAN Kabupaten Pangandaran memiliki potensi wisata yang strategis karena lokasinya yang dekat dengan DKI Jakarta (Abdullah dkk, 2015). Kemudian, lokasinya yang terletak di dekat laut menjadikan Pangandaran sebagai salah satu tujuan yang populer karena memiliki berbagai tujuan wisata berbasis alam lain seperti air terjun (curug), goa, dan sungai. Tempat-tempat wisata tersebut terus dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat lokal karena merupakan sumber pendapatan ekonomi yang signifikan. Selain itu, pemerintah Pangandaran juga berupaya untuk mengembangkan Pangandaran sebagai daerah wisata secara berkelanjutan melalui pembuatan geopark serta membuat Pangandaran lokasi yang banyak diminati oleh pengunjung. Walau demikian, wisata bahari merupakan tujuan yang paling diminati oleh wisatawan (Himayah dkk, 2023). Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) 270 Anindito Trah Wisaksono1, Fahira Ardini Putri2, Rimbo Gunawan3 SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora) Vol. 3 No. 3 (2024) 270 – 277 Ada berbagai pertimbangan yang dilakukan individu dalam menentukan tujuan wisata. Keamanan merupakan faktor utama yang menjadi pertimbangan individu dalam menentukan tujuan wisata (World Health Organization, 2003). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Subekti dkk (2022) Kabupaten Pangandaran telah mengalami sekitar 110 tragedi bencana alam selama 2018 dan menempati urutan ke-16 dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana. Wilayah pantai sering kali rentan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa, tsunami, badai tropis, dan banjir rob. Bencana tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti letak geografis, topografi, hingga aktivitas manusia seperti kegiatan pembangunan di wilayah pesisir juga dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana di wilayah pantai. Menurut data yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran dalam Sajali (2022), riwayat terjadinya bencana alam dalam 10 tahun terakhir paling tinggi berada di tahun 2017 dengan 11 kali puting beliung, 1 kali abrasi, 4 kali tanah longsor, dan 5 kali banjir. Namun, tsunami yang menimpa pantai-pantai di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2006 adalah peristiwa bencana alam yang paling besar di daerah ini. Tsunami tersebut diawali oleh gempa bumi sebesar 7.8 Mw di laut selatan pulau Jawa dan menimpa daerah-daerah pesisir di bagian selatan. Dampak negatif yang dirasakan oleh penduduk besar, dan kerusakan yang dialami mempengaruhi ekonomi setempat secara signifikan. Korban tsunami mencapai lebih dari 600 jiwa yang meninggal dunia dan ribuan yang mengalami luka-luka (Hadian dkk, 2017). Selain itu, tsunami juga merusak rumah-rumah penduduk serta bangunanbangunan pasar dan penginapan. Total Hal ini disebabkan oleh kurangnya sistem mitigasi bencana dan komunikasi yang efektif di daerah-daerah rawan bencana. Walau begitu, peristiwa tsunami menambah wawasan warga terhadap bencana yang belajar dari pengalaman (Wargadalam dkk, 2021). Dari aspek pariwisata, tsunami di Pangandaran tersebut pada awalnya menyebabkan menurunnya jumlah turis yang mengunjungi pantai. Jumlah turis yang berwisata ke pantai-pantai di Pangandaran sebelum tsunami diperkirakan sekitar 900,000 orang, dan pada tahun 2007 menjadi 250,000 orang. Walau demikian, jumlah turis terus bertambah setiap tahunnya. Sementara itu, setelah peristiwa tsunami bangunan-bangunan tinggi di Pangandaran semakin bertambah. Bangunan-bangunan ini umumnya adalah hotel-hotel berbintang dan tempat perbelanjaan. Kondisi pantai Pangandaran setelah tahun 2017 berbanding kontras dengan tahun 2006 ketika bangunan bertingkat belum banyak di Pangandaran (Nijman, 2021; Mardiatno dkk, 2020). Hal ini memperlihatkan bahwa peristiwa tsunami tersebut dalam jangka panjang tidak menurunkan potensi Pangandaran sebagai wilayah yang strategis untuk pariwisata. Melihat tingginya frekuensi terjadinya bencana alam di Kabupaten Pangandaran, kesadaran akan risiko bencana dan mitigasi be (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/download/3903/1746
Article home page: https://journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/view/3903/1746

Anindito Trah Wisaksono, Fahira Ardini Putri, Rimbo Gunawan. Kesadaran Mitigasi Bencana Tsunami bagi Wisatawan dan Warga Lokal di Kabupaten Pangandaran, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2024, pp. 270-277,