ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 6 No. 1 Maret 2023
ANALISIS NOVEL REFRAIN KARYA WINNA
EFENDI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN
PSIKOLOGI SASTRA
Sartika Anjelita1), AA Rai Laksmi2), I Komang Widana Putra3)
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mahasaraswati Denpasar
Email:
[email protected]) .id2)
.id3)
Abstract
This research is a qualitative descriptive study that aims to determine the
objective structure and aspects of literary psychology in Winna Efendi's Refrain
novel. Data collection was carried out by observing and noting method. The data
in this study were processed using content analysis, which is a research technique
for objectively, systematically and quantitatively describing the contents of visible
communications (manifest). The results of the analysis show that there is an
objective structure in the novel Refrain by Winna Efendi in the form of a theme in
this novel, namely friendship. The characters in this novel are Nata, Niki,
Annalize, Oliver, Helena, Vidia Rossa, Danny, Klaudia, Mama Niki and Vanya.
The flow used is the reverse flow. The setting of the place is in the garden next to
Nata and Niki's house, Niki's house, school and Nata's house. The time setting is
several months ago and night. The atmosphere is happy and empty. The point of
view is third person. The message is that true friendship is friendship based on
mutual trust, sincerity, and always forgives. There are aspects of literary
psychology in the novel Refrain in the form of id, ego and superego. The
psychological aspect of literature in Winna Efendi's novel Refrain is that there is
an id which is based on the needs and desires of the characters in the novel and
they want these needs and desires to be fulfilled on the basis of self-satisfaction.
Besides that, there is also an ego, namely the personality of the soul of the
characters in Refrain novel, which arises due to environmental factors and
relationships with the outside world. The superego in the novel is when the
characters realize that their wants and needs do not have to be fulfilled because
the characters understand the existence of values and rules that exist within
humans.
Keywords: Novel, objective structure, aspects of literary psychology.
83
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 6 No. 1 Maret 2023
Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan
untuk mengetahui struktur objektif dan aspek psikologi sastra pada novel Refrain
karya Winna Efendi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan
catat. Data dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan analisis isi (content
analysis), yaitu teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara objektif,
sistematis dan kuantitatif isi komunikasi yang tampak (manifest). Hasil analisis
menunjukkan terdapat struktur objektif dalam novel Refrain karya Winna Efendi
berupa tema dalam novel ini yaitu persahabatan. Tokoh dalam novel ini yaitu
Nata, Niki, Annalise, Oliver, Helena, Vidia Rossa, Danny, Klaudia, Mama Niki
dan Vanya. Alur yang digunakan yaitu alur mundur. Latar tempat yaitu di taman
sebelah rumah Nata dan Niki, rumah Niki, sekolah dan rumah Nata. Latar waktu
yaitu beberapa bulan yang lalu dan malam. Latar suasana yaitu bahagia dan
hampa. Sudut pandang yaitu orang ketiga. Gaya bahasa yang digunakan yaitu
personifikasi. Amanatnya adalah Persahabatan yang sejati adalah persahabatan
yang dilandasi rasa saling percaya, tulus, dan selalu memaafkan. Terdapat aspek
psikologi sastra dalam novel Refrain yang berupa id, ego dan superego. Aspek
psikologi sastra yang ada pada novel Refrain karya Winna Efendi ini yaitu adanya
id yang didasarkan oleh kebutuhan dan keinginan dari tokoh- tokoh yang ada
dalam novel tersebut dan mereka ingin kebutuhan dan keinginan itu harus
dipenuhi atas dasar kepuasan diri. Selain itu juga terdapat ego yaitu keribadian
jiwa dari tokoh- tokoh dalam novel Refrain ini muncul karena adanya faktor
lingkungan maupun hubungan dengan dunia luar. Superego yang terdapat dalam
novel tersebut ketika tokoh- tokoh menyadari bahwa keinginan dan kebutuhan
tidak harus dipenuhi karena para tokoh tersebut mengerti dengan adanya nilai dan
aturan yang terdapat di dalam diri manusia.
Kata Kunci: novel, struktur objektif, aspek psikologi sastra
PENDAHULUAN
Sumardjo & Saini (1997: 3-4)
menyatakan bahwa sastra adalah
ungkapan pribadi manusia yang
berupa pengalaman, pemikiran,
perasaan, ide, semangat, keyakinan
dalam suatu bentuk gambaran
konkret yang membangkitkan pesona
dengan alat bahasa. Sehingga sastra
memiliki unsur-unsur berupa pikiran,
pengalaman,
ide,
perasaan,
semangat, kepercayaan (keyakinan),
ekspresi atau ungkapan, bentuk dan
bahasa. Hal ini dikuatkan oleh
pendapat Saryono (2009: 18) bahwa
sastra juga mempunyai kemampuan
untuk merekam semua pengalaman
yang
empiris-natural
maupun
pengalaman
yang
nonempirissupernatural, dengan kata lain sastra
84
ISSN :2774-6259
E-ISSN :
JIPBSI
Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI)
Volome 6 No. 1 Maret 2023
mampu
menjadi
saksi
dan
pengomentar kehidupan manusia.
yang memakai
mediumnya.
bahasa
sebagai
Menurut
pandangan
Sugihastuti (2007: 81-82) karya
sastra merupakan media yang
digunakan oleh pengarang untuk
menyampaikan gagasan-gagasan dan
pengalamannya. Peran karya sastra
sebagai
media
untuk
menghubungkan
pikiran-pikiran
pengarang
untuk
disampaikan
kepada pembaca. Selain itu, karya
sastra juga dapat merefleksikan
pandangan
pengarang
terhadap
berbagai masalah yang diamati di
lingkungannya. Seorang penulis
mampu mengekspresikan dirinya
dalam bentuk tulisan yang dapat
leluasa
dalam
berimajinasi,
menuangkan
ide-ide
dan
menyampaikan makna yang tersirat
maupun tersurat kepada pembaca
pada sebuah karya sastra. Biasanya,
kehidupan nyata ataupun rekayasa
yang biasa terjadi dalam masyarakat
dikisahkan melalui karya sastra
dalam berbagai bentuk seperti puisi,
prosa dan drama yang dapat
mendorong pembaca untuk berpikir
kritis serta lebih peka dalam
memerhatikan lingkungan sekitar
yang biasanya berbaur dengan isu
politik, sosial dan budaya. Karya
sastra merupakan peristiwa sosial
Sebuah
karya
sastra
merupakan proses kreatif seorang
pengarang
terhadap
realitas
kehidupan sosial pengarangnya.
Suatu karya sastra dapat dikatakan
baik apabila karya sastra tersebut
dapat mencerminkan zaman serta
situasi dan kondisi yang berlaku
dalam masyarakatnya. Sumardjo dan
Saini K. M. (1991:9) mengatakan
bahwa karya sastra yang baik juga
biasanya memiliki sifat-sifat yang
abadi dengan memuat kebenarankebenaran hakiki yang selalu ada
selama manusia masih ada.
Salah satu bentuk karya sastra
adalah novel. Menurut Depdikbud
(2005: 788) novel dimaknai sebagai
karangan prosa yang kurang lebih
menceritakan kehidupan seseorang
dan orang- orang disekeliling kita.
Kemudian dituliskan dalam sebuah
prosa dengan m (...truncated)