Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Sulawesi Utara

e-CliniC, Mar 2025

Abstract: Management of hypertension is conducted to control the blood pressure in patients with hypertension. There are a variety of antihypertensie agents that can be used in patients with hypertension. This study aimed to evaluate the pattern of antihypertensive drug use among patients with hypertension in the Inpatient Ward. This was a retrospective and descriptive study using a cross-sectional design. The results showed that the dominant characteristics were female gender (64.29%), age ≥60 years (71.43%), housewife (51.43%), and completed senior high school education (34.29%). The most commonly prescribed drugs were amlodipine (25.71%), and the combination of amlodipine and candesartan (22.86%). In conclusion, the majority of patients with hypertension are females, aged ≥60 years, working as housewives, and have high school education. The most frequently used single antihypertensive drug is calcium channel blocker group, specifically amlodipine, while the combination therapy involve both a calcium channel blocker and an ARB, namely amlodipine and candesartan. Keywords: hypertension; antihypertensive drugs Abstrak: Tatalaksana hipertensi dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Terdapat bermacam jenis obat antihipertensi yang dapat digunakan pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan karakteristik yang dominan ialah jenis kelamin perempuan (64,29%), usia ³60 tahun (71,43%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (IRT) (51,43%), dan pendidikan terakhir SMA (34,29%). Penggunaan obat terbanyak ialah amlodipin (25,71%), serta kombinasi amlodipin dan candesartan (22,86%) Simpulan penelitian ini ialah pasien hipertensi paling banyak terdapat pada jenis kelamin perempuan, kelompok usia ³60 tahun, pekerjaan IRT, dan tingkat pendidikan terakhir SMA. Penggunaan obat antihipertensi tunggal terbanyak dari golongan antagonis kalsium yaitu amlodipin, sedangkan kombinasi obat antihipertensi ialah antagonis kalsium dan ARB, yaitu amlodipin dan candesartan. Kata kunci: hipertensi; obat antihipertensi

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/download/61019/49039

Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Sulawesi Utara

e-CliniC 2025; Vol. 13, No. 2: 202-207 DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.v13i2.61019 URL Homepage: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Sulawesi Utara Overview of Antihypertensive Medication Use in Patients with Hypertension at the Inpatient Department of a Private Hospital in North Sulawesi Puella Rue,1 Christi D. Mambo,2 Edward Nangoy,2 Octavianus Umboh,3 Diana S. Purwanto,4 Angelina S. R. Masengi2 1 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia 2 Bagian Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia 3 Bagian/KSM Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia 4 Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia Email: Received: December 28, 2024; Accepted: March 19, 2025; Published online: March 21, 2025 Abstract: Management of hypertension is conducted to control the blood pressure in patients with hypertension. There are a variety of antihypertensie agents that can be used in patients with hypertension. This study aimed to evaluate the pattern of antihypertensive drug use among patients with hypertension in the Inpatient Ward. This was a retrospective and descriptive study using a crosssectional design. The results showed that the dominant characteristics were female gender (64.29%), age ≥60 years (71.43%), housewife (51.43%), and completed senior high school education (34.29%). The most commonly prescribed drugs were amlodipine (25.71%), and the combination of amlodipine and candesartan (22.86%). In conclusion, the majority of patients with hypertension are females, aged ≥60 years, working as housewives, and have high school education. The most frequently used single antihypertensive drug is calcium channel blocker group, specifically amlodipine, while the combination therapy involve both a calcium channel blocker and an ARB, namely amlodipine and candesartan. Keywords: hypertension; antihypertensive drugs Abstrak: Tatalaksana hipertensi dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Terdapat bermacam jenis obat antihipertensi yang dapat digunakan pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan karakteristik yang dominan ialah jenis kelamin perempuan (64,29%), usia 60 tahun (71,43%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (IRT) (51,43%), dan pendidikan terakhir SMA (34,29%). Penggunaan obat terbanyak ialah amlodipin (25,71%), serta kombinasi amlodipin dan candesartan (22,86%) Simpulan penelitian ini ialah pasien hipertensi paling banyak terdapat pada jenis kelamin perempuan, kelompok usia 60 tahun, pekerjaan IRT, dan tingkat pendidikan terakhir SMA. Penggunaan obat antihipertensi tunggal terbanyak dari golongan antagonis kalsium yaitu amlodipin, sedangkan kombinasi obat antihipertensi ialah antagonis kalsium dan ARB, yaitu amlodipin dan candesartan. Kata kunci: hipertensi; obat antihipertensi 202 Rue et al: Penggunaan obat antihipertensi di rumah sakit 203 PENDAHULUAN Dewasa ini hipertensi telah menjadi penyebab utama kematian global. Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg karena gangguan pada sistem peredaran darah.1 Kondisi ini terjadi akibat peningkatan volume darah atau penyempitan saluran darah sehingga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dalam memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.2 Gejala yang sering kali tidak jelas membuat hipertensi sering disebut sebagai silent killer.3 Pada tahun 2015, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 1,13 miliar orang di seluruh dunia menyandang hipertensi, menyiratkan bahwa satu dari tiga orang di dunia mengidap kondisi ini. Proyeksi untuk tahun 2025 memperkirakan jumlah penyandang akan mencapai 1,5 miliar, dengan dampak kematian yang mencapai 9,4 juta orang akibat komplikasi hipertensi. Di Asia Tenggara, prevalensi hipertensi mencapai 39,9% pada tahun 2020 menurut Global Report on Hypertension WHO.4 Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada tahun 2018 mencapai 34,1% untuk penduduk berusia 18 tahun ke atas, sedangkan di Sulawesi Utara hingga tahun 2020, tercatat 27.604 kasus berdasarkan data dari Pusat Statistik Provinsi.5 Hipertensi tidak terkontrol menyebabkan komplikasi serius pada organ tubuh seperti otak, mata, jantung, ginjal, dan arteri perifer.3 Pengelolaan yang tepat dengan terapi jangka panjang, baik nonfarmakologi maupun farmakologi, penting untuk mencegah komplikasi dan kematian akibat hipertensi yang tidak terdeteksi atau tidak diterapi dengan baik.1 Terapi dimulai dengan pendekatan nonfarmakologi sebelum pemberian obat antihipertensi yang mencakup berbagai golongan seperti diuretik, -blocker, ACE inhibitor, ARB, dan antagonis kalsium sebagai lini pertama, serta obat-obat lini kedua seperti -blocker, penghambat saraf adrenergik, agonis -2 sentral, dan vasodilator.6 Tujuan utama dari tatalaksana hipertensi ialah mengontrol tekanan darah agar tetap dalam batas yang aman dan dianjurkan.3 Terdapatnya berbagai macam obat antihipertensi yang dikonsumsi oeh penyandang hipertensi mendorong peneliti untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di salah satu rumah sakit swasta di Sulawesi Utara. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan data secara retrospektif berupa catatan rekam medik pasien rawat inap periode Januari-Juni 2023 di Instalasi Rawat Inap salah satu rumah sakit swasta di Sulawesi Utara. Populasi penelitian ini ialah seluruh pasien hipertensi yang dirawat di Instalasi Rawat Inap selama rentang waktu tertentu dan pemilihan sampel menggunakan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian dideskripsikan menurut karakteristik pasien dan penggunaan obat antihipertensi. HASIL PENELITIAN Terdapat 85 pasien hipertensi yang menjalani perawatan di Instalasi Rawat Inap, 70 pasien memenuhi kriteria inklusi dan 15 pasien dieksklusi. Tabel 1 memperlihatkan karakteristik pasien pada penelitian. Pasien perempuan (64,29%) lebih banyak daripada pasien laki-laki (35,71%). Kelompok usia 60 memiliki jumlah terbanyak (71,43%). Ibu Rumah Tangga menjadi pekerjaan dengan pasien terbanyak (51,43%) serta tingkat pendidikan terakhir SMA (34,29%). Tabel 1. Karakteristik pasien pada penelitian Karakteristik pasien Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Kelompok usia (tahun) 20-29 N (n=70) % 25 45 35,71 64,29 1 1,43 204 e-CliniC, Volume 13, Nomor 2, 2025, hlm. 202-207 30-59 60 Pekerjaan Ibu rumah tangga (IRT) Pensiunan Petani/Pekebun Wiraswasta Lainnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sopir Tidak bekerja Tingkat pendidikan terak (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/download/61019/49039
Article home page: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/eclinic/article/view/61019/49039

Rue Puella, Mambo Christi D., Nangoy Edward, Umboh Octavianus, Purwanto Diana S., Masengi Angelina S. R.. Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Sulawesi Utara, e-CliniC, 2025, pp. 202-207,