Peran Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang Dalam Menangani Masifnya Kasus Bullying

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Feb 2026

This research discusses the role of the Malang City Education and Culture Office in handling bullying cases that are rampant in the school environment. Bullying is an act of violence that has a negative impact on students' psychological, social and academic conditions, and is a real threat to human security. This research uses a descriptive qualitative approach with interview, observation, and documentation methods to describe the phenomenon in depth. The results showed that the Education and Culture Office plays an active role as an educational facilitator, driver of school culture change, and shaper of preventive policies. This research also highlights the link between the bullying phenomenon and the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially point 4 on Quality Education.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4487/3568

Peran Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang Dalam Menangani Masifnya Kasus Bullying

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 514-519 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4487 ISSN : 2963-5802 Peran Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang Dalam Menangani Masifnya Kasus Bullying Karisma Auliyah Nur Ratu Pertiwia, Ranni Endriana Putrib, Rahmah Hidayatus Sholichahc a Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, b Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, c Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Submitted: 20-02-2026, Reviewed: 21-02-2026, Accepted: 22-02-2026 Abstract This research discusses the role of the Malang City Education and Culture Office in handling bullying cases that are rampant in the school environment. Bullying is an act of violence that has a negative impact on students' psychological, social and academic conditions, and is a real threat to human security. This research uses a descriptive qualitative approach with interview, observation, and documentation methods to describe the phenomenon in depth. The results showed that the Education and Culture Office plays an active role as an educational facilitator, driver of school culture change, and shaper of preventive policies. This research also highlights the link between the bullying phenomenon and the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially point 4 on Quality Education. Keywords: Bullying, Education Office, Human Security, SDGs, Inclusive Education. Abstrak Penelitian ini membahas peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang dalam menangani kasus bullying yang marak terjadi di lingkungan sekolah. Bullying merupakan tindakan kekerasan yang berdampak negatif terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik siswa, serta menjadi ancaman nyata terhadap human security. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menggambarkan fenomena secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berperan aktif sebagai fasilitator edukasi, penggerak perubahan budaya sekolah, serta pembentuk kebijakan preventif. Penelitian ini juga menyoroti keterkaitan antara fenomena bullying dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Quality Education. Kata kunci: Bullying, Dinas Pendidikan, Human Security, SDGs, Pendidikan Inklusif. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pendidikan adalah proses berkelanjutan untuk mengembangkan potensi individu melalui berbagai kegiatan belajar dan pengajaran, dimana lingkungan sekolah yang ideal menjadi ruang aman serta nyaman bagi siswa. Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan seringkali tidak sepenuhnya terbebas dari banyaknya masalah sosial seperti perundungan, kekerasan dan intoleransi. Perundungan atau biasa dikenal dengan istilah bullying merupakan fenomena sosial kompleks dan berbahaya dalam lingkungan pendidikan yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan psikologis, sosial dan akademik siswa. Perundungan diartikan sebagai tindakan agresif yang disengaja dan berkala yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kuat dan memiliki kekuasaan bagi korban yang lemah (rentan). Bentuk bentuk perundungan dapat bermacam macam, mulai dari kekerasan fisik seperti dorongan, serangan, penindasan kemudian kekerasan verbal seperti mengejek, menghina, mengancam serta perundungan psikologis digital seperti penyebaran rumor dan ancaman melalui media sosial. Perundungan, kekerasan dan intoleransi di lingkungan pendidikan telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah Kota Malang. Peristiwa yang berbeda beda terjadi di lingkugan sekolah baik di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama menunjukkan potensi konflik yang semakin meningkat dan perilaku negatif sehingga dapat menghambat proses pendidikan dan perkembangan psikologis siswa. Perundungan dalam konteks pendidikan tidak lagi dianggap sebagai fenomena marginal, tetapi telah menjadi masalah sistemik yang membutuhkan intervensi universal. Banyak kasus perundungan (bullying) yang terjadi tidak hanya memiliki dampak langsung pada korban, tetapi juga menciptakan lingkungan psikologis yang tidak kondusif bagi semua penduduk sekolah, termasuk guru, para staff pendidikan, dan siswa lainnya. Dalam maraknya kasus bullying yang terjadi di Kota Malang, peran Dinas Pendidikan menjadi sangat krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi seluruh peserta didik. Bullying, baik secara verbal, fisik, maupun psikologis, merupakan salah satu bentuk kekerasan yang dapat berdampak buruk Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 04 Januari-Februari 2026 514 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 514-519 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4487 pada perkembangan mental dan akademik siswa. Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat daerah, Dinas Pendidikan Kota Malang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying di sekolah. Tanpa keterlibatan aktif dari Dinas Pendidikan, upaya menciptakan suasana belajar yang sehat, aman, dan inklusif akan sulit tercapai. Oleh karena itu, keberadaan Dinas Pendidikan bukan hanya sebagai pengelola administrasi pendidikan, tetapi juga sebagai pelindung hak-hak dasar siswa di lingkungan sekolah. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang telah menyepakati dan berkomitmen untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Terdapat 17 tujuan dalam SDGs, dan salah satu poin pentingnya adalah “Quality Education” atau pendidikan yang berkualitas. Tujuan ini menekankan pentingnya penyediaan akses pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu bagi semua pihak. Namun, dalam proses pencapaiannya, berbagai tantangan masih dihadapi, salah satunya adalah maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah. Kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah mencerminkan adanya ketidaksesuaian nyata antara kondisi di lapangan dengan tujuan dari SDGs yang dicanangkan oleh PBB, khususnya pada poin keempat yaitu “Quality Education” atau pendidikan yang berkualitas. Kenyataan bahwa praktik bullying masih marak terjadi menjadi bukti bahwa lingkungan sekolah belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Bullying tidak hanya menghambat proses belajar siswa yang menjadi korban, tetapi juga menciptakan budaya kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap sesama nilai-nilai yang sejatinya menjadi fondasi dari pendidikan itu sendiri. Kondisi ini memperlihatkan adanya celah dalam sistem perlindungan anak di sekolah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4487/3568
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/4487/3568

Karisma Auliyah Nur Ratu Pertiwi, Ranni Endriana Putri, Rahmah Hidayatus Sholichah. Peran Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang Dalam Menangani Masifnya Kasus Bullying, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2026, pp. 514-519,