Hambatan Sosial dalam Pembangunan Ekonomi terhadap Pertumbuhan UMKM di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Jan 2026

This study aims to analyze social barriers in economic development that affect the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Kraksaan District, Probolinggo Regency. MSMEs play a strategic role in supporting regional economic development; however, their growth is often constrained by various non-economic factors, particularly social barriers. This research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, utilizing secondary data obtained from academic journals, reference books, and relevant institutional reports. Data analysis is conducted descriptively to identify the forms of social barriers faced by MSMEs and to examine their implications for business growth and competitiveness. The findings reveal that MSMEs encounter several dominant social challenges, including low levels of business literacy, traditional entrepreneurial mindsets, limited access to information and business networks, and low utilization of technology in business activities. These conditions hinder MSMEs from innovating, expanding market access, and improving productivity, which ultimately weakens their competitiveness. Therefore, strengthening social aspects such as education, mindset transformation, information accessibility, and technological adaptation is essential to support sustainable MSME growth and enhance regional economic development.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4353/3270

Hambatan Sosial dalam Pembangunan Ekonomi terhadap Pertumbuhan UMKM di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 483-486 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4353 ISSN : 2963-5802 Hambatan Sosial dalam Pembangunan Ekonomi terhadap Pertumbuhan UMKM di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Ismatur Rohmaniyaha, Intan Nur Faizahb, Hikmatul Mufidahc a Departemen Ekonomi, Fakultas Sosial humaniora, Universitas Nurul Jadid, b Departemen Ekonomi, Fakultas Sosial humaniora, Universitas Nurul Jadid, c Departemen Ekonomi, Fakultas Sosial humaniora, Universitas Nurul Jadid, Abstract This study aims to analyze social barriers in economic development that affect the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Kraksaan District, Probolinggo Regency. MSMEs play a strategic role in supporting regional economic development; however, their growth is often constrained by various non-economic factors, particularly social barriers. This research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, utilizing secondary data obtained from academic journals, reference books, and relevant institutional reports. Data analysis is conducted descriptively to identify the forms of social barriers faced by MSMEs and to examine their implications for business growth and competitiveness. The findings reveal that MSMEs encounter several dominant social challenges, including low levels of business literacy, traditional entrepreneurial mindsets, limited access to information and business networks, and low utilization of technology in business activities. These conditions hinder MSMEs from innovating, expanding market access, and improving productivity, which ultimately weakens their competitiveness. Therefore, strengthening social aspects such as education, mindset transformation, information accessibility, and technological adaptation is essential to support sustainable MSME growth and enhance regional economic development. Keywords: social barriers; economic development; MSMEs; MSME growth; regional economy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan sosial dalam pembangunan ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala yang bersifat non-ekonomi, khususnya hambatan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku referensi, serta laporan lembaga terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk hambatan sosial yang dihadapi UMKM serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan daya saing usaha. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan sosial yang dihadapi UMKM meliputi rendahnya literasi usaha, pola pikir pelaku usaha yang masih tradisional, keterbatasan akses terhadap informasi dan jaringan usaha, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan bisnis. Kondisi tersebut menyebabkan UMKM belum mampu berkembang secara optimal, berinovasi, dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, penguatan aspek sosial menjadi hal yang penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan ekonomi daerah. Kata kunci: hambatan social, pembangunan ekonomi, UMKM, pertumbuhan UMKM, ekonomi daerah This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi merupakan upaya terencana yang dilakukan oleh daerah atau negara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Tujuan pembangunan ekonomi tidak hanya menekankan pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan kesempatan kerja, pengurangan kesenjangan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Proses pembangunan ekonomi memerlukan perencanaan yang matang, kebijakan yang tepat sasaran, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal agar hasil yang dicapai dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan pembangunan ekonomi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dan budaya masyarakat, seperti pola pikir, tingkat pendidikan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Faktor sosial ini menjadi penting karena dapat menentukan sejauh mana masyarakat mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang ada dan mengelola sumber daya secara produktif. Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis sebagai penggerak utama ekonomi lokal. UMKM tidak hanya berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, tetapi juga berperan dalam pemerataan distribusi pendapatan serta pengembangan potensi dan produk unggulan daerah. Keberadaan UMKM mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung dan menciptakan efek berantai bagi sektor lain, seperti sektor jasa, perdagangan, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 04 Januari-Februari 2026 483 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 483-486 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4353 ISSN : 2963-5802 dan industri kreatif. Ketika UMKM berkembang dengan baik, pertumbuhan ekonomi daerah cenderung menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan karena manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat. Oleh karena itu, penguatan UMKM menjadi salah satu fokus penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah, terutama di wilayah yang memiliki potensi sumber daya lokal yang besar seperti Kecamatan Kraksaan. Namun demikian, UMKM di Kecamatan Kraksaan masih menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pengembangan usahanya. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan modal, teknologi, dan akses pasar, tetapi juga dipengaruhi oleh hambatan sosial yang sering kali kurang mendapat perhatian. Hambatan sosial seperti rendahnya literasi usaha, pola pikir pelaku usaha yang masih tradisional, keterbatasan akses terhadap informasi dan jaringan usaha, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan bisnis dapat menghambat kemampuan UMKM untuk berinovasi dan meningkatkan daya saing. Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek sosial memiliki peran penting dalam keberhasilan pembangunan ekonomi daerah. Selain itu, hambatan sosial juga dapat memengaruhi sikap pelaku UMKM dalam menerima perubahan, seperti transformasi digital dan peningkatan kualitas produk, sehingga potensi pertumbuhan usaha menjadi terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi relevan untuk memahami secara lebih mendalam hambatan sosial yang dihadapi UMKM, sehingga dapat dirumuskan solusi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi literatur untuk menganalisis hambatan sosial dalam pembangunan ekonomi yang memengaruhi p (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/4353/3270
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/4353/3270

Ismatur Rohmaniyah, Intan Nur Faizah, Hikmatul Mufidah. Hambatan Sosial dalam Pembangunan Ekonomi terhadap Pertumbuhan UMKM di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2026, pp. 483-486,