Hambatan Sosial dalam Pembangunan Ekonomi terhadap Pertumbuhan UMKM di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 483-486
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4353
ISSN : 2963-5802
Hambatan Sosial dalam Pembangunan Ekonomi terhadap
Pertumbuhan UMKM di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten
Probolinggo
Ismatur Rohmaniyaha, Intan Nur Faizahb, Hikmatul Mufidahc
a
Departemen Ekonomi, Fakultas Sosial humaniora, Universitas Nurul Jadid,
b
Departemen Ekonomi, Fakultas Sosial humaniora, Universitas Nurul Jadid,
c
Departemen Ekonomi, Fakultas Sosial humaniora, Universitas Nurul Jadid,
Abstract
This study aims to analyze social barriers in economic development that affect the growth of Micro, Small, and Medium
Enterprises (MSMEs) in Kraksaan District, Probolinggo Regency. MSMEs play a strategic role in supporting regional
economic development; however, their growth is often constrained by various non-economic factors, particularly social
barriers. This research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, utilizing secondary data
obtained from academic journals, reference books, and relevant institutional reports. Data analysis is conducted
descriptively to identify the forms of social barriers faced by MSMEs and to examine their implications for business growth
and competitiveness. The findings reveal that MSMEs encounter several dominant social challenges, including low levels of
business literacy, traditional entrepreneurial mindsets, limited access to information and business networks, and low
utilization of technology in business activities. These conditions hinder MSMEs from innovating, expanding market access,
and improving productivity, which ultimately weakens their competitiveness. Therefore, strengthening social aspects such
as education, mindset transformation, information accessibility, and technological adaptation is essential to support
sustainable MSME growth and enhance regional economic development.
Keywords: social barriers; economic development; MSMEs; MSME growth; regional economy
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan sosial dalam pembangunan ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. UMKM memiliki peran
penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala
yang bersifat non-ekonomi, khususnya hambatan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui
studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku referensi, serta laporan lembaga
terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk hambatan sosial yang
dihadapi UMKM serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan daya saing usaha. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan
sosial yang dihadapi UMKM meliputi rendahnya literasi usaha, pola pikir pelaku usaha yang masih tradisional, keterbatasan
akses terhadap informasi dan jaringan usaha, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan bisnis. Kondisi tersebut
menyebabkan UMKM belum mampu berkembang secara optimal, berinovasi, dan bersaing di pasar yang semakin
kompetitif. Oleh karena itu, penguatan aspek sosial menjadi hal yang penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM secara
berkelanjutan dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Kata kunci: hambatan social, pembangunan ekonomi, UMKM, pertumbuhan UMKM, ekonomi daerah
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Pembangunan ekonomi merupakan upaya terencana yang dilakukan oleh daerah atau negara untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Tujuan pembangunan ekonomi tidak hanya
menekankan pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan kesempatan kerja,
pengurangan kesenjangan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Proses pembangunan ekonomi
memerlukan perencanaan yang matang, kebijakan yang tepat sasaran, serta pemanfaatan sumber daya lokal
secara optimal agar hasil yang dicapai dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu,
keberhasilan pembangunan ekonomi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dan budaya masyarakat, seperti
pola pikir, tingkat pendidikan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Faktor sosial ini menjadi
penting karena dapat menentukan sejauh mana masyarakat mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang ada
dan mengelola sumber daya secara produktif.
Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang
peran strategis sebagai penggerak utama ekonomi lokal. UMKM tidak hanya berkontribusi dalam menyerap
tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, tetapi juga berperan dalam pemerataan distribusi pendapatan serta
pengembangan potensi dan produk unggulan daerah. Keberadaan UMKM mendorong aktivitas ekonomi
masyarakat secara langsung dan menciptakan efek berantai bagi sektor lain, seperti sektor jasa, perdagangan,
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 04 Januari-Februari 2026
483
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 483-486
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4353
ISSN : 2963-5802
dan industri kreatif. Ketika UMKM berkembang dengan baik, pertumbuhan ekonomi daerah cenderung menjadi
lebih inklusif dan berkelanjutan karena manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat. Oleh karena itu,
penguatan UMKM menjadi salah satu fokus penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah, terutama di
wilayah yang memiliki potensi sumber daya lokal yang besar seperti Kecamatan Kraksaan.
Namun demikian, UMKM di Kecamatan Kraksaan masih menghadapi berbagai tantangan dalam upaya
pengembangan usahanya. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan modal, teknologi, dan
akses pasar, tetapi juga dipengaruhi oleh hambatan sosial yang sering kali kurang mendapat perhatian. Hambatan
sosial seperti rendahnya literasi usaha, pola pikir pelaku usaha yang masih tradisional, keterbatasan akses
terhadap informasi dan jaringan usaha, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan bisnis dapat
menghambat kemampuan UMKM untuk berinovasi dan meningkatkan daya saing. Kondisi ini menunjukkan
bahwa aspek sosial memiliki peran penting dalam keberhasilan pembangunan ekonomi daerah. Selain itu,
hambatan sosial juga dapat memengaruhi sikap pelaku UMKM dalam menerima perubahan, seperti transformasi
digital dan peningkatan kualitas produk, sehingga potensi pertumbuhan usaha menjadi terbatas. Oleh karena itu,
penelitian ini menjadi relevan untuk memahami secara lebih mendalam hambatan sosial yang dihadapi UMKM,
sehingga dapat dirumuskan solusi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi literatur untuk
menganalisis hambatan sosial dalam pembangunan ekonomi yang memengaruhi p (...truncated)