DEGRADASI METALINGUISTIK KESANTUNAN DALAM ACARA MATA NAJWA EPISODE: RAGU-RAGU PERPU KPK

Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, Mar 2023

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis degradasi atau penyimpangan metalinguistik kesantunan dalam acara mata najwa episode: ragu-ragu perpu KPK. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis metalinguistik Geoffrey Leech. Sumber data penelitian ini adalah video youtube. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni teknik simak dan catat. Tahap analisis data di dalam penelitian ada tiga, yakni tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa degradasi metalinguistik kesantunan ditunjukkan melalui tuturan performatif langsung yang mengabaikan prinsip kesantunan dan prinsip kerja sama. Tuturan tersebut diungkapkan dengan bertanya secara langsung, menyela pendapat orang lain, dan merendahkan pendapat orang lain.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/356/239

DEGRADASI METALINGUISTIK KESANTUNAN DALAM ACARA MATA NAJWA EPISODE: RAGU-RAGU PERPU KPK

ISSN 2541-3252 Vol. 8, No. 1, Mar. 2023 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia DEGRADASI METALINGUISTIK KESANTUNAN DALAM ACARA MATA NAJWA EPISODE: RAGU-RAGU PERPU KPK Abd. Rahim1 , Nursalam2 & M. Ridwan3 1 Universitas Negeri Makassar, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, 3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, 2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis degradasi atau penyimpangan metalinguistik kesantunan dalam acara mata najwa episode: ragu-ragu perpu KPK. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis metalinguistik Geoffrey Leech. Sumber data penelitian ini adalah video youtube. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni teknik simak dan catat. Tahap analisis data di dalam penelitian ada tiga, yakni tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa degradasi metalinguistik kesantunan ditunjukkan melalui tuturan performatif langsung yang mengabaikan prinsip kesantunan dan prinsip kerja sama. Tuturan tersebut diungkapkan dengan bertanya secara langsung, menyela pendapat orang lain, dan merendahkan pendapat orang lain. Kata kunci: Degradasi, metalinguistik, kesantunan, dan Geoffrey Leech How to Cite: Rahim, A., Nursalam, N., & Ridwan, M. DEGRADASI METALINGUISTIK KESANTUNAN DALAM ACARA MATA NAJWA EPISODE: RAGU-RAGU PERPU KPK. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(1). https://doi.org/10.31943/bi.v8i1.356 DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v8i1.356 PENDAHULUAN tidak menyela pendapat orang lain, tidak Metalinguistik secara umum mengacu pada ilokusi dan menjadi penentu skala kesantunan. Metalinguistik kesantunan taat pada prinsip dan maksim kesantunan. Metalinguistik kesantunan merupakan ekspresi linguistik yang dapat ditunjukkan melalui tuturan fermormatif tidak langsung, menginterupsi, dan tidak diam dalam percakapan (Leech, 2015:219). Kesantunan terikat oleh norma sosial, sehingga harus dipatuhi setiap individu sebagai sistem komunikasi sosial. Masyarakat penutur bahasa harus memahami konsep kesantunan agar tidak menimbulkan segresi sosial dan budaya. Tuturan kesantunan menunjukkan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 231 BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. 8, No. 1, Mar. 2023 karakter dan budaya penutur bahasa. Hal ini politik. Hal ini dapat terjadi karena penutur sesuai pendapat Cahyono (2013:16) bahwa tidak memiliki sikap mental yang baik tuturan mencerminkan dalam berbahasa. Selain itu, minimnya kepribadian atau karakternya yang dapat wawasan materi penutur dalam debat diamati dalam tuturannya setiap hari. Oleh tersebut karena itu, tuturan kesantunan didukung mengeluarkan tuturan diskriminatif dan oleh sikap mental penutur bahasa. bersifat merendahkan. Tuturannya menjadi seseorang Tuturan kesantunan bukan hanya membuat penutur cenderung tidak terarah dan mengintimidasi lawan namun tuturnya, sehingga tuturan tersebut dinilai menunjukkan tindakan penutur bahasa. mengabaikan tata etika dalam berbahasa. Dalam kehidupan, konflik sosial dapat Hal inilah yang membuat Noor dan Prayitno terjadi ketika penutur tidak memiliki pola (2016:18) mengatakan bahwa kepribadian komunikasi bahasa yang baik, sehingga seseorang ditentukan melalui penggunaan harus memahami etika dalam berbahasa. bahasanya dalam berkomunikasi. Fenomena Tuturan yang mengandung implikasi tidak tersebut juga menunjukkan tidak adanya sopan dapat menimbulkan kesalahpahaman kerja sama yang dibangun oleh penutur karena dinilai mengabaikan prinsip-prinsip sehingga dianggap terjadi penyimpangan kesantunan. maksim dalam hal tersebut. sebatas tuturan gramatikal, Penutur terkadang Dinamika mengganggap hanya dirinya yang lebih degradasi metalinguistik unggul dari lawan tuturnya. Dinamika inilah kesantunan juga terjadi saat debat politik yang dinilai terjadi degradasi metalinguistik dalam acara “Mata Najwa Episode: Ragu- kesantunan sebagai bentuk penyimpangan Ragu etika dalam berbahasa. Oleh karena itu, diungkapkan kesantunan dalam bertutur sangat penting tersebut cenderung mengabaikan prinsip sebab dapat menciptakan komunikasi yang kesantunan, sehingga terjadi degradasi atau efektif antara penutur dan mitra tutur penyimpangan metalinguistik kesantunan. (Cahyaningrum, dkk. 2018:4). Debat Penutur bahasa yang mengabaikan Perpu narasumber para tuturan KPK”. narasumber tidak sopan Tuturan yang dalam acara memunculkan karena dominan proses metalinguistik kesantunan cenderung menggunakan pola komunikasi performatif merendahkan lawan tuturnya, sehingga sulit langsung. untuk menerima pendapat orang lain. mengabaikan Fenomena memunculkan arogansi dan sinisme saat degradasi metalinguistik kesantunan sering terjadi dalam debat-debat 232 Narasumber nilai etika ada yang sehingga berbahasa. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. 8, No. 1, Mar. 2023 Penelitian metalinguistik kesantunan hakikatnya sudah pernah dilakukan. Pertama, Dari, dkk (2017) tentang analisis kesantunan berbahasa pada kegiatan perujuk diri (committers), dan penurun (downtenner). Ketiga penelitian tersebut secara umum berbeda dengan penelitian ini. Fokus pembelajaran kelas VIII E SMPN 2 Kota penelitian ini Bengkulu tahun ajaran 2016/2017. Hasil metalinguistik kesantunan dalam sebuah penelitian menunjukkan ada empat data debat politik, sedangkan ketiga penelitian penyimpangan tersebut hanya mengkaji aspek kesantunan berbahasa prinsip dalam penyimpangan kesantunan pembelajaran maksim yakni kebijaksanaan, mengkaji aspek degradasi dalam berbahasa. Tujuan penelitian ini juga berbeda dengan ketiga penelitian penghargaan, kedermawanan, dan sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk kesederhanaan. Kedua, dan membongkar Wahidah aspek metalinguistik Wijaya (2017) tentang analisis kesantunan kesantunan berbahasa menurut Leech pada tuturan narasumber, sedangkan ketiga penelitian berbahasa Arab guru pondok Pesantren sebelumnya Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta tahun mengkaji prinsip/maksim kesantunan yang ajaran penelitian muncul di dalam berbahasa. Oleh karena itu, maksim hal inilah yang mendasari penulis dalam kebijaksanaan ada 17 tuturan, maksim melakukan penelitian ini dengan mengkaji kedermawanan sejumlah 4 tuturan, maksim degradasi metalinguistik kesantunan sebagai penghargaan sejumlah 14 tuturan, maksim kajian pragmatik. Hasil penelitian ini kemufakatan sejumlah 25 tuturan, dan diharapkan maksim kesimpatisan sejumlah 4 tuturan. pengembangan teori analisis metalinguistik. Ketiga, Murni (2019) tentang kesantunan Secara linguistik dalam ranah menjadi landasan pembelajaran bahasa atau 2016/2017. menunjukkan Hasil bahwa dalam sidang dewan perwakilan rakyat daerah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/download/356/239
Article home page: http://bahteraindonesia.unwir.ac.id/index.php/BI/article/view/356/239

Abd Rahim, Nursalam Nursalam, M. Ridwan. DEGRADASI METALINGUISTIK KESANTUNAN DALAM ACARA MATA NAJWA EPISODE: RAGU-RAGU PERPU KPK, Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 2023,