Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kutalaga Jaya Abadi Kota Sawahlunto
Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024)
Page 172-180
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12531418
Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan
Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kutalaga Jaya
Abadi Kota Sawahlunto
Muhammad April
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
*Email :
Arfan Husnaidi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia
Email :
ARTICLE INFO :
Keywords :
Occupational
Health
and
Safety (K3);
Employee Compensation and
Performance
--------------------------Article History :
Received :2024-03-12
Revised : 2024-05-02
Accepted :2024-06-05
Online :2024-06-25
ABSTRACT
This study looks into the relationship between occupational health and
safety (OHS), pay, and employee performance at PT Kutalaga Jaya
Abadi. With the use of questionnaires, documentation, and interviews,
data is gathered quantitatively. Purposive sampling was used to select
the sample, and 47 respondents were included. Data analysis using
multiple linear regression with traditional assumption tests and
hypothesis testing was conducted using the SPSS 26 software. The
results showed that employee performance is positively and
significantly impacted by Occupational Health and Safety (OHS).
Employee performance is positively impacted by compensation as well.
The study's findings demonstrated the simultaneous effects of
remuneration and occupational health and safety (OHS) on worker
performance. Additionally, there is a direct correlation between worker
performance (Y) and Occupational Health and Safety (OHS) (X1) and
Compensation (X2).
PENDAHULUAN
Perusahaan kini harus memaksimalkan seluruh sumber dayanya karena ketatnya persaingan di dunia
bisnis. Tujuan ini dapat dicapai melalui penggunaan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien. Sumber
daya manusia merupakan sumber daya organisasi yang sangat penting untuk mencapai tujuan karena sangat
menentukan keberhasilan organisasi (Taufik & Badar, 2023). Kinerja ditentukan oleh seberapa baik dalam
menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
PT Kutalaga Jaya Abadi bergerak dalam bidang industri jasa transportasi darat atau disebut juga dengan
jasa angkutan umum (dump truck). Berdasarkan riset yang peneliti lakukan, dimana hasil penilaian karyawan
pertahun turun sehingga membuat ketidakpuasan baik dari perusahaan dan juga karyawan.
Kesehatan dan keselamatan di tempat kerja adalah dua aspek yang memengaruhi kinerja (Merysa et al.,
2014). Tercatat pada 5 tahun terakhir, tahun 2019 menjadi tahun dengan jumlah kecelakaan tertinggi yakni
sebanyak 22 orang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti, ditetapkan bahwa kecerobohan dan kelalaian
karyawan dalam melakukan pekerjaan mereka adalah penyebab kecelakaan itu.
Pemberian kompensasi merupakan salah satu strategi, selain kesehatan dan keselamatan kerja, untuk
meningkatkan kinerja karyawan dan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Dari wawancara yang
172
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Muhammad April
Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024)
Page 172-180
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12531418
peneliti lakukan kepada pihak Direktur PT. Kutalaga Jaya Abadi, Bapak Ramon Liadi ST.MM diketahui bahwa
pemberian kompensasi kepada karyawan memakai sistem basic salary (gaji pokok). Sistem basic salary (gaji
pokok) adalah kompensasi minimal yang dibayarkan suatu organisasi kepada karyawan atau buruh
berdasarkan tingkat pekerjaannya. Pemberiannya dilakukan secara rutin dan dalam jumlah tertentu.
KAJIAN LITERATUR
A. Kinerja Karyawan
Untuk memenuhi tanggungan yang diberikan agar sejalan dengan standar yang ditentukan. Maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa kinerja ialah hasil jerih payah individu menyelesaikan tugas yang diberikan supaya
sejalan dengan standar yang ditentukan (Ritonga et al., 2022).
B. Indikator Kinerja
Menurut Ritonga et al., (2022) indikator kinerja sebagai berikut yaitu :
1. Kualitas
2. Jumlah
3. Akuntabilitas
4. Kerja Sama
5. Inisiatif Karyawan
C. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
K3 adalah subuah usaha guna membangun lingkungan kerja yang nyaman serta tentram (Hernilawati et
al., 2021).
Menurut Kenanga et al., (2020) K3 merupakan usaha dan konsep komprehensif yang bertujuan untuk
memastikan keutuhan dan kesempurnaan jasmani dan rohani pekerja, serta mendorong terwujudnya
masyarakat sejahtera dan xberkeadilan.
Berdasarkan teori-teori di atas, maka K3 kerja mengacu pada lingkungan yang aman dan sehat dimana
tidak ada kecelakaan atau penyakit akibat kerja dan karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan lebih
optimal dan efektif. Oleh karena itu, diperlukan sistem K3 yang memperhatikan teknologi dan alat yang
digunakan serta prosedur kerja lapangan. Singkatnya K3 mengacu pada layanan yang ditawarkan organisasi
yang menjamin K3 pekerjanya dengan tujuan untuk meningkatkan kinerjanya.
D. Indikator Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Studi oleh Kenanga et al., (2020) menjelaskan Indikator K3 adalah:
1. Tempat kerja
2. Pekerja
3. Peralatan dan mesin
E. Kompensasi
Kompensasi adalah jenis imbalan yang diberikan oleh bisnis kepada stafnya sebagai imbalan atas barang
dan jasa serta uang tunai agar mereka merasa dihargai atas pekerjaan yang mereka lakukan (Sugiarto, 2016).
Setelah diuraikan bagaimana upah, gaji, tunjangan insentif, dan hal-hal lain yang termasuk dalam
kompensasi, maka dapat dikatakan bahwa kompensasi adalah pembayaran yang diterima seorang karyawan
atas penyelesaian suatu tugas dan mencapai suatu target.
F. Indikator Kompensasi
Di antara beberapa indikator kompensasi yang dikemukakan (Sugiarto, 2016) adalah:
1. Gaji atau upah
2. Insentif
3. Ruang Kantor
4. Tunjangan Karyawan
173
This is an open access article under the CC BY- SA license.
Corresponding Author : Muhammad April
Vol. 2, No. 2 (Jun, 2024)
Page 172-180
DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.12531418
G. Kerangka Pemikiran
Gambar 1. Kerangka Pemikiran
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3)
(X1)
Kompensasi
Kinerja
Karyawan
(Y)
Ket:
= Berpengaruh parsial.
= Berpengaruh simultan.
METODE
A. Populasi
Studi oleh (Ahyar et al., 2020) populasi sebagai suatu kategori luas yang mencakup benda-benda serta
individu yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang dipilih guna menjadi subjek penelitian dan ditarik
kesimpulannya. Populasi penelitian ini terdiri dari 49 karyawan PT. Kutalaga Jaya Abadi di Kota Sawahlunto.
B. Sampel
Sampel adalah bagian kecil populasi yang dipilih dengan menggunakan metode tertentu untuk dijadikan
representasi dari keseluruhan populasi (Ahyar et al., 2020). Pengambilan sampel dengan teknik Purposive
Sampling. Karena sampel yang dipilih dianggap sesuai untuk penelitian ini yaitu Divisi Operasi Produksi dan
Divisi Perawatan dan Pemeliharaan. Hasilnya, 47 pekerja di PT. Kutalaga Jaya Abadi di Kota Sawahlunto
dijadikan sebagai sampel penelitian.
C. Metode
Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif. Menurut (Ahyar et al., 2020) analisis
kuantitatif merupakan jenis penelitia (...truncated)