Gambaran Pengetahuan dan Sikap Wanita Kaum Ibu GMIM Sion Tumaluntung tentang Kanker Serviks
e-CliniC 2025; Vol. 13, No. 2: 214-220
DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.v13i2. 61018
URL Homepage: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Wanita Kaum Ibu GMIM Sion
Tumaluntung tentang Kanker Serviks
Overview of Knowledge and Attitude of Women of Kaum Ibu GMIM Sion Tumaluntung
about Cervical Cancer
Brenda Wongkaren,1 Frank M. M. Wagey,2 Erna Suparman2
1
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado,
Indonesia
2
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado,
Indonesia
Email:
Received: December 27, 2024; Accepted: March 22, 2025; Published online: March 26, 2025
Abstract: Based on data from WHO, cervical cancer is ranked second among all types of cancer
that occur among Indonesian women. Lack of knowledge and the right attitude in dealing with this
matter is the basis for an increase in cases of cervical cancer. This study aimed to obtain an overview
of the knowledge and attitude of women from the GMIM Sion Tumaluntung Congregation regarding
cervical cancer. This was a quantitative and descriptive study with a cross-sectional design. Sample
were obtained by using a random sampling technique of 100 samples who met the criteria. The
results showed that 91 respondents (91%) had good level of knowledge about cervical cancer, and
nine respondents (9%) had poor level of knowledge. Meanwhile, related to attitudes in this study, 86
respondents (86%) had positive attitude towards preventing cervical cancer, and 14 people (14%)
had less positive attitude. In conclusion, the majority of women in the GMIM Sion Tumaluntung
Congregation have good knowledge and attitude about cervical cancer. This level of knowledge and
good attitude cannot be separated from the influence of several factors such as age, experience,
education, work, and sources of information.
Keywords: cervical cancer; knowledge; attitude
Abstrak: WHO menyatakan bahwa kanker serviks menduduki ranking kedua diantara semua jenis
kanker yang terjadi pada perempuan Indonesia. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat dalam
menghadapi hal ini menjadi dasar terjandinya peningkatan kasus kanker serviks. Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan dan sikap wanita kaum ibu jemaat GMIM Sion
Tumaluntung tentang kanker serviks. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan desain
potong lintang dan menggunakan teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 100 orang
yang memenuhi kriteria di Jemaat GMIM Sion Tumaluntung. Hasil penelitian mendapatkan
sebanyak 91 responden (91%) dengan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks yang baik, dan
sembilan orang (9%) lainya memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik. Untuk pengukuran
sikap diperoleh respoden sebanyak 86 orang (86%) yang memiliki sikap positif terhadapt
pencegahan kanker serviks, dan 14 orang (14%) lainya memiliki sikap yang tidak positif. Simpulan
penelitian ini ialah sebagian besar wanita di Jemaat GMIM Sion Tumaluntung memiliki
pengetahuan dan sikap yang baik tentang kanker serviks. Tingkat pengetahuan dan sikap yang baik
ini tidak lepas dari pengaruh beberapa faktor seperti, usia, pengalaman, pendidikan, perkerjaan, dan
sumber informasi.
Kata kunci: kanker serviks; pengetahuan; sikap
214
Wongkaren et al: Pengetahuan dan sikap tentang kanker serviks 215
PENDAHULUAN
Data World Health organization (WHO) menyatakan bahwa kanker serviks menduduki
ranking kedua diantara semua jenis kanker yang terjadi pada perempuan di Indonesia.1 Kanker
serviks merupakan kanker yang terjadi pada bagian serviks uterus yang merupakan pintu masuk
ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).2
Angka kejadian kanker serviks ini semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data
dari GLOBOCAN tahun 2018, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus
dan angka kematian yang disebabkan oleh kanker serviks sebesar 18.279 kasus. Artinya, setiap
hari ada sekitar 50 wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks.3 Pada tahun 2020 jumlah
kasus kanker serviks yang terdeteksi pada wanita Indonesia meningkat menjadi 36.633 kasus dan
diperkirakan sebanyak 21.003 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.4
Penyebab utama kanker serviks ialah infeksi human papiloma virus (HPV) yang dapat
menyerang siapa saja. Virus ini bersifat kronis, artinya dapat membentuk kanker setelah 10 hingga
20 tahun. Faktor risiko yang dapat menyebabkan seorang wanita terpapar infeksi HPV di
antaranya ialah memulai hubungan seksual pada usia muda (usia <20tahun), berganti-ganti
pasangan seks, dan wanita yang merokok (aktif maupun pasif). Risiko kanker serviks sangat
penting diketahui oleh setiap wanita sejak dini terutama yang sudah mengalami menstruasi.5
Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Batas et al6 dengan 50 sampel wanita di RSU
Hermana Lembaean, menyatakan bahwa tingkat pengetahuan sangat penting dalam membentuk
sikap dan perilaku. Tingkat pengetauan yang lebih tinggi dapat mempermudah seseorang dalam
menerima dan menentukan respon terhadap stimulus yang diberikan.
Dilihat dari permasalahan yang terjadi, perilaku wanita tentang faktor risiko dan deteksi dini
kanker serviks perlu menjadi perhatian penting mengingat kanker serviks merupakan penyakit
yang menjadi masalah utama pada kesehatan wanita di dunia terutama di negara berkembang
seperti Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan wanita tentang penyakit kanker
serviks dan pencegahannya. Diharapkan dengan adanya pengetahuan tersebut wanita bisa
bersikap dan bertindak yang benar untuk mengurangi angka kejadian kanker serviks. Hal ini yang
mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan dan sikap
wanita kaum ibu tentang kanker serviks, dalam hal ini di desa Tumaluntung wilayah Kecamatan
Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang ialah deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang melalui survei
dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan
reliabilitas. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling terhadap sampel yang telah
memenuhi kriteria inklusi dari semua populasi yang terjangkau.
Penelitian ini menggunakan skala Guttman dalam penilaian tingkat pengetahuan dan sikap.
Untuk pengetahuan, setiap pertanyaan dengan jawaban "ya" nilainya = 1 dan pertanyaan dengan
jawaban “Tidak” nilainya = 0, sehingga interpretasi pengukuran yang berkaitan dengan
pengetahuan responden ialah “pengetahuan baik” bila jumlah skor ≥9 dari 17 pertanyaan,
sedangkan “pengetahuan kurang baik” bila jumlah skor ≤8 dari 17 pertanyaan. Untuk sikap,
setiap peryataan dengan jawaban "positif" nilainya = 1 dan untuk setiap pernyataan dengan
jawaban "tidak positif" nilainya = 0. Untuk interpretasi pengukuran yang berkaitan dengan sikap
responden, dalam penelitian ini,yaitu “sikap positif” bila jumlah skor ≥9 dari 18 pertanyaan,
sedangkan sikap kurang positif (...truncated)