Integrasi Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Tari Kreasi Melalui Pendekatan Deep Learning Pada Siswa Kelas Vii Di Smpn 2 Ciamis
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 497-502
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4424
ISSN : 2963-5802
Integrasi Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Tari Kreasi Melalui
Pendekatan Deep Learning Pada Siswa Kelas Vii Di Smpn 2 Ciamis
Dini Indriania, Asti Tri Lestarib, Asep Wastac
a
Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya,
b
Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya,
c
Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya,
Submitted: 01-02-2026, Reviewed: 02-02-2026, Accepted: 03-02-2026
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran tari kreasi serta
dampaknya terhadap proses pembelajaran dan pengembangan karakter siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ciamis. Pendekatan
deep learning menekankan pembelajaran yang bermakna, sadar, dan reflektif melalui tahapan mengamati, mengeksplorasi,
mempraktikkan, berdiskusi, dan merefleksikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama empat kali pertemuan pembelajaran tari kreasi.
Teknik analisis data dilakukan melalui tahap deskripsi, reduksi, dan seleksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan pembelajaran tari kreasi berbasis deep learning mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, kreativitas,
keberanian tampil, serta pemahaman unsur tari ruang, waktu, dan tenaga. Selain itu, terjadi perkembangan karakter siswa
secara bertahap, khususnya pada aspek disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan percaya diri. Pembelajaran
yang berorientasi pada proses eksplorasi dan refleksi memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan deep learning efektif diterapkan dalam pembelajaran
tari kreasi karena tidak hanya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan
karakter siswa melalui pengalaman belajar yang kolaboratif dan reflektif.
Kata kunci: Deep Learning, Pembelajaran Tari Kreasi, Pendidikan Seni Tari, Pengembangan Karakter, Siswa SMP
Abstract
This study aims to describe the application of the deep learning approach in creative dance learning and its impact on the
learning process and character development of seventh-grade students at SMP Negeri 2 Ciamis. The deep learning approach
emphasizes meaningful, conscious, and reflective learning through the stages of observing, exploring, practicing, discussing,
and reflecting. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were obtained through observation,
interviews, and documentation during four creative dance learning meetings. Data analysis techniques were carried out
through the stages of description, reduction, and selection. The results of the study indicate that the application of deep
learning-based creative dance learning can increase students' active involvement, creativity, courage to perform, and
understanding of the elements of dance space, time, and energy. In addition, there is a gradual development of student
character, especially in aspects of discipline, cooperation, responsibility, creativity, and self-confidence. Learning oriented
towards the exploration and reflection process provides a more meaningful learning experience for students. Based on these
findings, it can be concluded that the deep learning approach is effective in creative dance learning because it not only
improves the quality of the learning process and outcomes, but also contributes to strengthening student character through
collaborative and reflective learning experiences.
Keywords: Deep Learning, Creative Dance Learning, Dance Arts Education, Character Development, Junior High School
Students
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Pendidikan seni memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik secara holistik,
mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Salah satu cabang pendidikan seni yang memiliki
kontribusi besar dalam pembentukan kepribadian dan karakter siswa adalah seni tari. Pembelajaran seni tari
tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan keterampilan gerak, tetapi juga sebagai media ekspresi,
pengembangan kreativitas, serta internalisasi nilai-nilai budaya dan karakter. Melalui proses eksplorasi,
penciptaan, dan penampilan tari, siswa belajar memahami makna, bekerja sama, bertanggung jawab, serta
membangun rasa percaya diri.
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya kelas VII, siswa berada pada fase remaja
awal yang ditandai dengan perkembangan emosi, kebutuhan akan pengakuan diri, serta pencarian identitas. Pada
fase ini, penguatan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, dan percaya diri menjadi
sangat penting. Namun, pembelajaran seni tari di sekolah masih sering berfokus pada aspek teknis dan
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No. 04 Januari-Februari 2026
497
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 4 Januari-Februari 2026 Hal. 497-502
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs.4424
ISSN : 2963-5802
reproduksi gerak, sehingga siswa cenderung meniru tanpa memahami makna gerak maupun nilai karakter yang
terkandung di dalamnya. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan emosional, kreativitas, serta
partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran tari .
Hasil observasi awal di SMP Negeri 2 Ciamis menunjukkan bahwa pembelajaran tari kreasi telah
dilaksanakan melalui kegiatan praktik dan kerja kelompok, tetapi belum sepenuhnya terstruktur untuk
mengintegrasikan nilai karakter secara mendalam. Beberapa siswa menunjukkan sikap pasif, kurang percaya
diri, dan belum optimal dalam bekerja sama. Pembelajaran yang belum sepenuhnya bermakna dan reflektif
menyebabkan nilai-nilai karakter yang diharapkan belum berkembang secara konsisten. Oleh karena itu,
diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, pemaknaan proses
belajar, serta refleksi pengalaman secara berkelanjutan.
Pendekatan deep learning menjadi relevan untuk menjawab permasalahan tersebut. Deep learning
menekankan pembelajaran yang berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning), dan
menyenangkan (joyful learning). Dalam konteks pembelajaran seni tari, pendekatan ini mendorong siswa tidak
hanya meniru gerakan, tetapi memahami makna tari, mengeksplorasi ide gerak, berdiskusi secara kolaboratif,
serta merefleksikan pengalaman belajar. Pembelajaran tari kreasi berbasis deep learning sejalan dengan teori
konstruktivisme yang memandang pengetahuan sebagai hasil konstruksi aktif siswa melalui pengalaman dan
interaksi social.
Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahw (...truncated)