Transformasi Karakter ASN: Strategi Pendidikan Nilai dan Integritas di Era Digital
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 1008-1012
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Transformasi Karakter ASN: Strategi Pendidikan Nilai dan Integritas
di Era Digital
Intan Elfina Pratama1,Jumiati2 ,Boni Saputra3
Departemen Ilmu Administrasi Negara, fakultas Ilmu Sosial,Universitas Negeri Padang
,,
Abstract
The transformation of the character of the State Civil Apparatus (ASN) is the main foundation in building a clean,
responsive, and competitive bureaucracy in the digital era. This article presents an in-depth study of the strategy of
educational values and integrity to form the character of ASN that is adaptive to technological developments and the
challenges of modern bureaucracy. Using the literature study method and descriptive-qualitative approach, this paper
analyzes the concepts of value-based learning, corporate universities, transformative leadership, and ethical digital
literacy. The results of the study indicate that the formation of the ideal ASN character must be carried out systematically,
through synergy between institutions, instilling a work culture with integrity, and involving the community as supervisors.
These findings are expected to be a strategic reference for policy makers and implementers of bureaucratic reform in
Indonesia.
Keywords:, ASN, character, integrity, digital literacy, leadership
Abstrak
Transformasi karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi landasan utama dalam membangun birokrasi yang bersih,
responsif, dan berdaya saing di era digital. Artikel ini menyajikan kajian mendalam mengenai strategi pendidikan nilai dan
integritas untuk membentuk karakter ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan birokrasi modern.
Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan deskriptif-kualitatif, tulisan ini menganalisis konsep-konsep
pembelajaran berbasis nilai, corporate university, kepemimpinan transformatif, dan literasi digital etis. Hasil kajian
menunjukkan bahwa pembentukan karakter ASN yang ideal harus dilakukan secara sistemik, melalui sinergi
antarlembaga, penanaman budaya kerja berintegritas, dan pelibatan masyarakat sebagai pengawas. Temuan ini diharapkan
menjadi rujukan strategis bagi pengambil kebijakan dan pelaksana reformasi birokrasi di Indonesia.
Kata kunci: ASN, karakter, integritas, literasi digital, kepemimpinan
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pelayanan
publik di Indonesia. Sebagai pelaksana kebijakan publik, ASN diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi
teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk menjaga integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme
dalam menjalankan tugasnya. Tantangan di era Revolusi Industri 4.0 dan pasca-pandemi mengharuskan
birokrasi tidak hanya adaptif terhadap perubahan teknologi, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai
dasar dalam pelayanan publik. . Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan ujung tombak pemerintahan dalam
menjalankan fungsi pelayanan publik, perumusan kebijakan, dan pembangunan nasional. Di tengah arus
globalisasi dan transformasi digital, ASN dituntut untuk tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga
memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta adaptabilitas terhadap perubahan sosial dan teknologi.
Namun, kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan birokrasi di Indonesia yang justru
bersumber dari lemahnya karakter ASN, seperti rendahnya integritas, etos kerja, dan komitmen terhadap
pelayanan. Data dari berbagai survei pelayanan publik sering kali menunjukkan tingginya tingkat keluhan
masyarakat terhadap pelayanan ASN yang tidak optimal, bahkan terlibat dalam praktik korupsi dan
penyalahgunaan wewenang. Oleh karena itu, pembentukan karakter ASN menjadi agenda penting dan
mendesak dalam reformasi birokrasi.
Karakter ASN yang ideal tidak dapat terbentuk secara instan dan cepat, tetapi harus melalui proses panjang
yang melibatkan pendidikan, pembiasaan, dan penguatan nilai-nilai moral. Dengan itu strategi pembentukan
karakter ASN tidak cukup hanya dengan pelatihan teknis, tetapi juga memerlukan pendekatan menyeluruh
yang menggabungkan pembelajaran berkelanjutan, budaya organisasi yang sehat, serta sistem penilaian yang
mendorong integritas dan tanggung jawab. Tulisan ini berupaya mengkaji secara mendalam berbagai strategi
pembentukan karakter ASN dalam konteks organisasi publik di Indonesia, berdasarkan literatur akademik
terbaru
Fenomena rendahnya kualitas layanan publik, korupsi, dan ketidakefisienan birokrasi menunjukkan bahwa
pembentukan karakter ASN belum menjadi prioritas dalam reformasi birokrasi nasional. Data dari survei
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.03 No. 06 Mei – Juni 2025
1008
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 3 No. 6 Mei – Juni 2025 Hal. 1008-1012
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Ombudsman dan KASN menunjukkan lemahnya disiplin, kurangnya akuntabilitas, serta belum meratanya
budaya integritas di kalangan ASN. Hal ini mendorong perlunya strategi pendidikan nilai yang lebih
terstruktur, terukur, dan terintegrasi dalam sistem pengelolaan SDM ASN.
Beberapa penelitian seperti Mukminin et al. (2014), Komara (2019), Faedlulloh et al. (2020), dan
Sidabutar (2020) memberikan landasan teoritik dan empiris bahwa pendidikan karakter ASN perlu
memadukan pendekatan teknis, moral, religius, serta pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, artikel ini
bertujuan untuk merumuskan strategi pembentukan karakter ASN melalui pendidikan nilai dan integritas
dalam konteks era digital.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif
untuk mengkaji strategi pembentukan karakter ASN dalam organisasi publik. Sumber data diperoleh dari
jurnal ilmiah, buku referensi, disertasi, dan artikel penelitian yang relevan, terutama dari lima hingga sepuluh
tahun terakhir, yang membahas topik seperti kompetensi ASN, pendidikan karakter, pembelajaran mandiri,
dan reformasi birokrasi. Literatur yang digunakan dipilih secara selektif dari jurnal terindeks nasional dan
internasional guna menjamin validitas dan relevansi informasi.
Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi tema-tema kunci dari setiap literatur, lalu menyintesisnya
secara sistematis sesuai dengan konteks birokrasi Indonesia. Selain pendekatan deskriptif, digunakan juga
analisis perbandingan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dari setiap strategi yang dikaji. Dengan
pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif dan rekomendasi strategis
yang aplikatif dalam pembentukan karakter ASN yang profesional dan berintegritas.
.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam organisasi publik di Indonesia memerlukan
strategi yang menyeluruh da (...truncated)