Peran Drama untuk Siswa Sekolah Dasar

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Dec 2025

This paper examines the role and benefits of drama as a learning method in elementary schools. Drama is not only a form of literary work performed, but also serves as an effective medium for developing various student abilities, including cognitive, affective, social, and psychomotor aspects. In the learning process, drama can improve speaking skills, self-confidence, empathy, and the ability to cooperate among students. This study uses a literature review method by examining various literature sources related to education, drama learning, and its application to elementary school children. In addition, this paper also discusses various types of drama in general and drama that is suitable to be introduced to elementary school students, such as folk theater and pantomime. By utilizing drama, learning becomes more interesting and enjoyable and supports the overall development of students. Therefore, the use of drama in elementary education is very important to help shape character and improve the quality of student learning.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3907/2957

Peran Drama untuk Siswa Sekolah Dasar

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 3 November-Desember 2025 Hal. 303-308 ISSN : 2963-5802 DOI: https://doi.org/10.62379/jishs.v4i3.3907 Peran Drama untuk Siswa Sekolah Dasar Riris Setyasa Hermawatia, Olyvia Hera Anggreanab, Nafisa Ameliac, Bintang Oktavianad, Artika Chrissa Agustinae, Bayu Purbha Saktif a Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD, Universitas Widya Dharma Klaten, FIKP, PGSD, c Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD, d Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD, e Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD, f Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD, b Abstrak Makalah ini mengkaji peran dan manfaat drama sebagai salah satu metode pembelajaran di sekolah dasar. Drama tidak hanya sebagai bentuk karya sastra yang dipentaskan, tetapi juga berfungsi sebagai media yang efektif untuk mengembangkan berbagai kemampuan siswa, termasuk aspek kognitif, afektif, sosial, dan psikomotorik. Dalam proses pembelajaran, drama mampu meningkatkan keterampilan berbicara, rasa percaya diri, empati, serta kemampuan bekerja sama antar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur yang berhubungan dengan pendidikan, pembelajaran drama, dan penerapannya pada anak sekolah dasar. Selain itu, makalah ini juga membahas berbagai jenis drama secara umum serta drama yang cocok untuk dikenalkan kepada siswa sekolah dasar, seperti teater rakyat dan pantomim. Dengan memanfaatkan drama, pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan serta mendukung perkembangan menyeluruh siswa. Oleh karena itu, penggunaan drama dalam pendidikan dasar sangat penting untuk membantu pembentukan karakter dan peningkatan kualitas belajar siswa. Kata Kunci : drama, pembelajaran, sekolah dasar, teater rakyat, pantomim, pendidikan seni, perkembangan anak, karakter, keterampilan berbahasa. Abstract This paper examines the role and benefits of drama as a learning method in elementary schools. Drama is not only a form of literary work performed, but also serves as an effective medium for developing various student abilities, including cognitive, affective, social, and psychomotor aspects. In the learning process, drama can improve speaking skills, selfconfidence, empathy, and the ability to cooperate among students. This study uses a literature review method by examining various literature sources related to education, drama learning, and its application to elementary school children. In addition, this paper also discusses various types of drama in general and drama that is suitable to be introduced to elementary school students, such as folk theater and pantomime. By utilizing drama, learning becomes more interesting and enjoyable and supports the overall development of students. Therefore, the use of drama in elementary education is very important to help shape character and improve the quality of student learning. Keywords: drama, learning, elementary school, folk theater, pantomime, arts education, child development, character, language skills. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar guna meneruskan warisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Proses ini diwujudkan melalui suasana belajar yang kondusif dan kegiatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk aktif mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tujuannya adalah agar mereka memiliki kekuatan spiritual, kemampuan mengendalikan diri, kepribadian yang baik, kecerdasan, akhlak yang luhur, serta keterampilan yang berguna bagi dirinya maupun masyarakat. Secara umum, pendidikan dapat dipahami sebagai usaha manusia dalam mengembangkan potensi bawaan, baik jasmani maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku dalam masyarakat. (Daulay, M.A., 2022). Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang berkualitas. Melalui pendidikan, anak anak dipersiapkan agar memiliki kemampuan berpikir, berperilaku baik, mampu berinteraksi sosial, serta dapat mengelola emosi dengan baik. Pada jenjang sekolah dasar, anak-anak berada pada masa perkembangan yang pesat, baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan mampu mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh. Dilihat dari asal katanya, peserta didik merupakan individu yang menerima pendidikan atau pelajaran. Secara istilah, peserta didik adalah seseorang yang sedang mengalami proses Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No.03 November-Desember 2025 303 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 4 No. 3 November-Desember 2025 Hal. 303-308 ISSN : 2963-5802 DOI: https://doi.org/10.62379/jishs.v4i3.3907 perkembangan dan perubahan, sehingga masih memerlukan arahan dan pendampingan dalam pembentukan karakter dan kepribadiannya. Dengan kata lain, peserta didik adalah individu yang berada dalam tahap pertumbuhan, baik secara jasmani, mental, maupun pemikiran (Putri Ani Dalimunthe, 2023). Drama pada umumnya memiliki dua makna, yaitu drama dalam pengertian luas dan drama dalam pengertian sempit. Drama dalam arti luas mencakup segala jenis pertunjukan yang berisi cerita dan disaksikan oleh banyak orang. Sementara itu, drama dalam arti sempit merujuk pada cerita kehidupan manusia dalam masyarakat yang diperankan di atas panggung dengan menggunakan dialog dan gerakan sesuai dengan naskah. Pertunjukan drama ini biasanya didukung oleh elemen-elemen seperti tata panggung, pencahayaan, musik, riasan, dan kostum. Seiring perkembangan waktu, drama juga terbagi menjadi beberapa jenis, seperti drama komedi, drama tablo, dan drama opera (Naitboho et al., 2022). Dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar, drama dapat dijadikan sebagai salah satu metode yang efektif. Melalui aktivitas drama, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman materi secara teori, tetapi juga dapat melatih kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta meningkatkan rasa percaya diri dan empati. Dengan memanfaatkan dialog, gerakan, dan ekspresi, drama dapat mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak secara menyeluruh. Oleh sebab itu, penerapan drama dalam proses belajar sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara optimal. Penggunaan drama dalam proses pembelajaran turut menciptakan suasana belajar yang interaktif dan membangun kerja sama antar peserta didik. Melalui kegiatan peran, siswa dilatih untuk saling berkomunikasi, menghargai pendapat teman, serta menyampaikan gagasan secara runtut dan logis. Kegiatan ini tidak hanya membantu mereka memahami materi pelajaran secara lebih konkret, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial seperti toleransi, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Dalam hal ini, guru memiliki peran penting sebagai pendamping dan pengarah, mulai dari memilih materi drama yang sesuai, membagi pera (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/3907/2957
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/3907/2957

Riris Setyasa Hermawati, Olyvia Hera Anggreana, Nafisa Amelia, Bintang Oktaviana, Artika Chrissa Agustina, Bayu Purbha Sakti. Peran Drama untuk Siswa Sekolah Dasar, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2025, pp. 303-308,