Peran Drama untuk Siswa Sekolah Dasar
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 3 November-Desember 2025 Hal. 303-308
ISSN : 2963-5802
DOI: https://doi.org/10.62379/jishs.v4i3.3907
Peran Drama untuk Siswa Sekolah Dasar
Riris Setyasa Hermawatia, Olyvia Hera Anggreanab, Nafisa Ameliac, Bintang Oktavianad,
Artika Chrissa Agustinae, Bayu Purbha Saktif
a
Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD,
Universitas Widya Dharma Klaten, FIKP, PGSD,
c
Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD,
d
Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD,
e
Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD,
f
Universitas Widya Dharma Klaten, FKIP, PGSD,
b
Abstrak
Makalah ini mengkaji peran dan manfaat drama sebagai salah satu metode pembelajaran di sekolah dasar. Drama tidak hanya
sebagai bentuk karya sastra yang dipentaskan, tetapi juga berfungsi sebagai media yang efektif untuk mengembangkan
berbagai kemampuan siswa, termasuk aspek kognitif, afektif, sosial, dan psikomotorik. Dalam proses pembelajaran, drama
mampu meningkatkan keterampilan berbicara, rasa percaya diri, empati, serta kemampuan bekerja sama antar peserta didik.
Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur yang berhubungan dengan
pendidikan, pembelajaran drama, dan penerapannya pada anak sekolah dasar. Selain itu, makalah ini juga membahas
berbagai jenis drama secara umum serta drama yang cocok untuk dikenalkan kepada siswa sekolah dasar, seperti teater
rakyat dan pantomim. Dengan memanfaatkan drama, pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan serta
mendukung perkembangan menyeluruh siswa. Oleh karena itu, penggunaan drama dalam pendidikan dasar sangat penting
untuk membantu pembentukan karakter dan peningkatan kualitas belajar siswa.
Kata Kunci : drama, pembelajaran, sekolah dasar, teater rakyat, pantomim, pendidikan seni, perkembangan anak, karakter,
keterampilan berbahasa.
Abstract
This paper examines the role and benefits of drama as a learning method in elementary schools. Drama is not only a form
of literary work performed, but also serves as an effective medium for developing various student abilities, including
cognitive, affective, social, and psychomotor aspects. In the learning process, drama can improve speaking skills, selfconfidence, empathy, and the ability to cooperate among students. This study uses a literature review method by examining
various literature sources related to education, drama learning, and its application to elementary school children. In
addition, this paper also discusses various types of drama in general and drama that is suitable to be introduced to
elementary school students, such as folk theater and pantomime. By utilizing drama, learning becomes more interesting and
enjoyable and supports the overall development of students. Therefore, the use of drama in elementary education is very
important to help shape character and improve the quality of student learning.
Keywords: drama, learning, elementary school, folk theater, pantomime, arts education, child development, character,
language skills.
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu upaya yang
dilakukan secara sadar guna meneruskan warisan
budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Proses ini diwujudkan melalui suasana belajar yang
kondusif dan kegiatan pembelajaran yang
mendorong
peserta
didik
untuk
aktif
mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Tujuannya adalah agar mereka memiliki kekuatan
spiritual,
kemampuan
mengendalikan
diri,
kepribadian yang baik, kecerdasan, akhlak yang
luhur, serta keterampilan yang berguna bagi dirinya
maupun masyarakat. Secara umum, pendidikan
dapat dipahami sebagai usaha manusia dalam
mengembangkan potensi bawaan, baik jasmani
maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai sosial dan
budaya yang berlaku dalam masyarakat. (Daulay,
M.A., 2022).
Pendidikan memiliki peran penting dalam
membentuk manusia yang berkualitas. Melalui
pendidikan, anak anak dipersiapkan agar memiliki
kemampuan berpikir, berperilaku baik, mampu
berinteraksi sosial, serta dapat mengelola emosi
dengan baik. Pada jenjang sekolah dasar, anak-anak
berada pada masa perkembangan yang pesat, baik
secara kognitif, emosional, maupun sosial. Oleh
karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang
menarik, menyenangkan, dan mampu mendukung
perkembangan mereka secara menyeluruh.
Dilihat dari asal katanya, peserta didik
merupakan individu yang menerima pendidikan atau
pelajaran. Secara istilah, peserta didik adalah
seseorang yang sedang mengalami proses
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.04 No.03 November-Desember 2025
303
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 4 No. 3 November-Desember 2025 Hal. 303-308
ISSN : 2963-5802
DOI: https://doi.org/10.62379/jishs.v4i3.3907
perkembangan dan perubahan, sehingga masih
memerlukan arahan dan pendampingan dalam
pembentukan karakter dan kepribadiannya. Dengan
kata lain, peserta didik adalah individu yang berada
dalam tahap pertumbuhan, baik secara jasmani,
mental, maupun pemikiran (Putri Ani Dalimunthe,
2023).
Drama pada umumnya memiliki dua makna,
yaitu drama dalam pengertian luas dan drama dalam
pengertian sempit. Drama dalam arti luas mencakup
segala jenis pertunjukan yang berisi cerita dan
disaksikan oleh banyak orang. Sementara itu, drama
dalam arti sempit merujuk pada cerita kehidupan
manusia dalam masyarakat yang diperankan di atas
panggung dengan menggunakan dialog dan gerakan
sesuai dengan naskah. Pertunjukan drama ini
biasanya didukung oleh elemen-elemen seperti tata
panggung, pencahayaan, musik, riasan, dan kostum.
Seiring perkembangan waktu, drama juga terbagi
menjadi beberapa jenis, seperti drama komedi,
drama tablo, dan drama opera (Naitboho et al.,
2022).
Dalam pembelajaran di tingkat sekolah
dasar, drama dapat dijadikan sebagai salah satu
metode yang efektif. Melalui aktivitas drama,
peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman
materi secara teori, tetapi juga dapat melatih
kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta
meningkatkan rasa percaya diri dan empati. Dengan
memanfaatkan dialog, gerakan, dan ekspresi, drama
dapat
mendukung
perkembangan
kognitif,
emosional, dan sosial anak secara menyeluruh. Oleh
sebab itu, penerapan drama dalam proses belajar
sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik secara optimal.
Penggunaan
drama
dalam
proses
pembelajaran turut menciptakan suasana belajar
yang interaktif dan membangun kerja sama antar
peserta didik. Melalui kegiatan peran, siswa dilatih
untuk saling berkomunikasi, menghargai pendapat
teman, serta menyampaikan gagasan secara runtut
dan logis. Kegiatan ini tidak hanya membantu
mereka memahami materi pelajaran secara lebih
konkret, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial
seperti toleransi, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
Dalam hal ini, guru memiliki peran penting sebagai
pendamping dan pengarah, mulai dari memilih
materi drama yang sesuai, membagi pera (...truncated)