Tradisi Tingkeban di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang

JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), Jun 2022

Salah satu tradisi Jawa yang masih dilaksanakan di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang adalah Tingkeban. Tingkeban di Desa Sambigede memiliki ciri khas pada bagian prosesi pelaksanaan dan ubarampe yang digunakan. Tingkeban dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas kehamilan ibu yang menginjak usia tujuh bulan serta doa yang dipanjatkan supaya bayi selalu diberi keselamatan hingga waktu kelahiran tiba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Prosesi pelaksanaan tingkeban (2) Makna ubarampe dalam tingkeban (3) Wujud perubahan dalam tingkeban. Penelitian ini dianalisis dengan teori folklor setengah lisan oleh Danandjaja. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, daftar pertanyaan, serta beberapa alat bantu seperti gawai, kertas, dan bolpoin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan open coding, axial coding, lan selective coding. Hasil penelitian ini yakni pada prosesi pelaksanaan tingkeban secara lengkap yakni menentukan hari, menyiapkan ubarampe, mengundang tetangga, macapatan, arak arakan, siraman, dan genduren. Terdapat makna pada prosesi dan pada ubarampe yang mencerminkan harapan warga. Dan wujud perubahan tingkeban dapat diamati secara internal maupun eksternal. Kata Kunci :Tradisi, Tingkeban, Folklor

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/46699/39490

Tradisi Tingkeban di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang

TRADISI TINGKEBAN DI DESA SAMBIGEDE KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG Siti Faricha Nursyifa’ Fakultas Bahasa dan Seni,Universitas Negeri Surabaya ABSTRACT One of the Javanese traditions that is still carried out in Sambigede Village, Sumberpucung District, Malang Regency is Tingkeban. Tingkeban in Sambigede Village has a characteristic in the part of the implementation procession and the ubarampe used. Tingkeban is carried out as a form of gratitude for the mother's pregnancy which is seven months old and prayers are said so that the baby is always given safety until the time of birth arrives. The purpose of this study was to determine (1) the procession of the implementation of tingkeban (2) the meaning of ubarampe in tingkeban (3) the form of change in tingkeban. This study was analyzed using the theory of semi-oral folklore by Danandjaja. The research approach uses descriptive qualitative methods. The research instrument is the researcher, a list of questions, as well as several tools such as gadgets, paper, and ballpoint pens. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. To analyze the data, open coding, axial coding, and selective coding were used. The results of this study are the complete tingkeban procession, namely determining the day, preparing ubarampe, inviting neighbors, macapatan, arak arakan, siraman, and genduren. There is meaning in the procession and in the ubarampe which reflects the expectations of the citizens. And the form of level change can be observed internally and externally. Keywords: Tradition, Tingkeban, Folklore ABSTRAK Salah satu tradisi Jawa yang masih dilaksanakan di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang adalah Tingkeban. Tingkeban di Desa Sambigede memiliki ciri khas pada bagian prosesi pelaksanaan dan ubarampe yang digunakan. Tingkeban dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas kehamilan ibu yang menginjak usia tujuh bulan serta doa yang dipanjatkan supaya bayi selalu diberi keselamatan hingga waktu kelahiran tiba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Prosesi pelaksanaan tingkeban (2) Makna ubarampe dalam tingkeban (3) Wujud perubahan dalam tingkeban. Penelitian ini dianalisis dengan teori folklor setengah lisan oleh Danandjaja. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, daftar pertanyaan, serta beberapa alat bantu seperti gawai, kertas, dan bolpoin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan open coding, axial coding, lan selective coding. Hasil penelitian ini yakni pada prosesi pelaksanaan tingkeban secara lengkap yakni menentukan hari, menyiapkan ubarampe, mengundang tetangga, macapatan, arak arakan, siraman, dan genduren. Terdapat makna pada prosesi dan pada ubarampe yang mencerminkan harapan warga. Dan wujud perubahan tingkeban dapat diamati secara internal maupun eksternal. Kata Kunci :Tradisi, Tingkeban, Folklor penting bagi warga. Maka dari itu, sebisa PENDAHULUAN Tradisi jawa merupakan bagian budaya yang dijadikan sebagai pola kebiasaan oleh masyarakat jawa. Menurut Poerwadarminta (1976:1088) tradisi adalah keseluruhan adat kebiasaan, kepercayaan, dan sebagainya yang diwariskan dari nenek moyang atau leluhur. Tradisi tergolong budaya lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat Desa Sambigede. Masyarakat menganggap mungkin tradisi ini dibuat sakral. Contohnya di dalam prosesi pelaksanaan terdapat arak arakan dengan lantunan sholawat nabi. Ciri khas lain dalam tingkeban di Sambigede yakni ubarampe yang tidak ada pada daerah lain. Di Sambigede saat genduren terdapat kue yang dinamakan golekan ripih. Kue ini berupa boneka yang menyimbolkan anak laki laki dan perempuan. bahwa tradisi merupakan warisan para Tingkeban juga sering disebut juga sesepuh yang mengandung nilai nilai dengan mitoni. Tingkeban dilaksanakan saat kebaikan jika terus dilaksanakan. Namun usia kandungan ibu menginjak tujuh bulan. tradisi dapat mengalami perubahan seiring Tingkeban berjalannya sudah dilaksanakan dengan tujuan untuk berdoa mengalami perubahan, baik dalam tata supaya ibu dan bayi yang ada di dalam pelaksanaan kelengkapan kandungan selalu diberikan kesehatan, ubarampe namun warga tetap melakukan keselamatan, dan kesempurnaan. Selain upaya pelestarian. Supaya tradisi tetap sebagai doa, tingkeban juga merupakan lestari warga terus melakukan proses wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang pewarisan baik secara lisan dan tulisan. Maha Esa atas putra yang telah ada dalam waktu. Meskipun maupun Tingkeban di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung hingga kini masih eksis dikalangan masyarakat. Hal yang menarik dan patut untuk diulas pada tradisi tingkeban di Desa Sambigede yakni merupakan tradisi yang rahim ibu. Anak merupakan anugerah berharga yang telah diberikan Tuhan maka dari itu sudah sepatutnya jika seseorang melaksanakan syukuran atas apa yang telah diperoleh. dalam prosesi pelaksanaan dan ubarampe Saat ini meskipun tingkeban masih khas yang membedakan dengan daerah lain. sering dilakukan namun ada beberapa Tingkeban dianggap sebagai tradisi yang perubahan yang terjadi baik dalam tata pelaksanaan laksana maupun ketersediaan dan bukan lisan. Ketiga wujud folklor ubarampe. Ditambah dengan kondisi negara tersebut memiliki jenis yang beragam di yang saat ini masih dikatakan pandemi. dalam pelaksanaanya. Folklor sebagian Terdapat batasan batasan yang harus lisan dipatuhi demi menjaga keselamatan. Hal ini merupakan gabungan dari unsur lisan dan tentunya berpengaruh terhadap pelaksanaan bukan lisan. Yang termasuk kedalam sebuah dalam golongan folklor sebagian lisan yakni tingkeban ada prosesi yang mengharuskan kepercayaan rakyat, permainan rakyat, mengumpulkan karena teater rakyat, tarian rakyat, adat istiadat, kondisi tidak menentukan, harus ada upacara, dan pesta rakyat. Dalam hal ini pengurangan dalam aspek tata pelaksanaan kajian folklor dengan wujud setengah lisan maupun ubarampe di dalamnya. Meskipun ini menjadi dasar utama dalam mengulas adanya tidak tradisi tingkeban karena tingkeban termasuk mengurangi esensi dari tradisi tingkeban, kedalam upacara adat yang merupakan namun akan dapat mengurangi sisi makna tradisi yang berkembang di pulau Jawa. tradisi. Pada dasarnya masa, perubahan namun tersebut pada setiap tata pelaksanaan maupun ubarampe. Maka dari itu, Peneliti ingin meneliti lebih dalam mengenai perubahan yang terjadi di dalam tingkeban di Desa Sambigede, baik dari perubahan secara internal maupun eksternal. yakni folklor yang unsurnya Penelitian lain yang relevan dengan penelitian ini antara lain, “Kearifan Lokal Bahasa Jawa Dalam Tradisi Tingkeban Di Kelurahan Laweyan Kotamadya Surakarta (Sebuah Kajian Etnolinguistik)”. Penelitian ini ditulis oleh Nuraningsih yang Teori folklor sebagian lisan menjadi dipublikasikan di (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/download/46699/39490
Article home page: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/46699/39490

Nursyifa' Siti Faricha, Yohan Susilo. Tradisi Tingkeban di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, JOB (Jurnal Online Baradha) (e-Journal), 2022, pp. 669-690,