PERANCANGAN SISTEM REGULATOR PADA LAMPU EMERGENCY MENGGUNAKAN ARDIUNO UNO
JTE UNIBA, Vol. 3, No. 2, April 2019
7
PERANCANGAN SISTEM REGULATOR PADA LAMPU
EMERGENCY MENGGUNAKAN ARDIUNO UNO
Aswadul Fitri1, Mayda Waruni Kasrani2, Arwin3
1,2,3
Teknik Elektro,Fakultas Teknologi Industri Universitas Balikpapan
Jln. Pupuk Raya Gn. Bahagia Balikpapan 76114 INDONESIA
Abstract — The disadvantage of the system charging to the battery
in the emergency light is the absence of a breaker system to the
battery when the battery is fully charged so the battery will
experience over-charging and over-voltage continuously. This will
have a bad impact on the battery. So that it occurred to me how to
make a device with ardiuno uno to protect the emergency lamp
battery from damage . The purpose of this research and design of
this final project is to design a regulator device to order when to
stop charging and when to re-charge the battery and make a
program with Ardiuno IDE software so that the regulator works as
desired. The workings of this tool are started by reading the battery
voltage by the INA129 sensor, if the sensor reads the battery
voltage less than 4.50 V then Ardiuno will order the relay to be
active. During battery charging, the INA129 sensor will continue to
monitor the battery voltage, when the battery voltage has reached
5.00 V the charger will be instructed by ardiuno to stop charging.
Out of ten attempts of charging OFF, all devices function properly
including: INA 219 sensor readings monitored on the LCD, Relay
ON position when the battery voltage is above the specified set of
ponit, charging indication lights off, Voltage detected in multitester
0 V and status charging to the battery will OFF position and from
ten attempts of charging ON all devices are functioning properly
including: INA 219 sensor readings monitored on the LCD, Relay
OFF position when the battery voltage is below the specified set of
ponit, the charging indication light is on, Voltage in the multitester
4.97 V is detected and the charging status to the battery will be ON
Intisari — Kekurangan dari sistem pengisian daya ke baterai di
lampu emergency adalah tidak adanya sistem pemutus ke baterai
ketika baterai sudah terisi penuh sehingga beterai akan
mengalami over charging dan over voltage secara terus-menerus.
Ini akan berdampak buruk pada baterai tersebut. Sehingga
terpikir bagaimana membuat suatu alat dengan ardiuno uno
untuk memproteksi baterai lampu emergency dari kerusakan..
Tujuan dari penelitian dan perancangan tugas akhir ini adalah
merancang sebuah alat regulator untuk memerintahkan kapan
harus berhenti mengisi dan kapan harus kembali mengisi baterai
dan membuat program dengan sofware Ardiuno IDE agar
regulator berkerja sesuai dengan yang diinginkan. Cara kerja
alat ini adalah dimulai dengan membaca tegangan baterai oleh
sensor INA129, jika sensor membaca tegangan baterai kurang
dari 4.50 V maka ardiuno akan memerintahkan relay untuk
aktif. Selama pengisian baterai, sensor INA129 akan terus
memantau tegangan baterai, pada saat kondisi tegangan baterai
telah mencapai 5.00 V charger akan di perintahkan oleh ardiuno
untuk berhenti mengisi. Dari sepuluh kali percobaan pengisian
OFF semua alat berfungsi dengan baik diantaranya : Pembacaan
sensor INA 219 termonitor di LCD, Relay posisi ON ketika
tegangan baterai berada di atas set ponit yang telah di tentukan,
lampu indikasi pengisian mati, Tegangan di multitester
terdeteksi 0 V dan status pengisian ke baterai akan posisi OFF
dan dari sepuluh kali percobaan pengisian ON semua alat
berfungsi dengan baik diantaranya : Pembacaan sensor INA 219
termonitor di LCD, Relay posisi OFF ketika tegangan baterai
berada di bawah set ponit yang telah di tentukan, lampu indikasi
pengisian menyala, Tegangan di multitester terdeteksi 4.97 V
dan status pengisian ke baterai akan posisi ON.
Kata Kunci - Arduino UNO, Sensor INA219, Sistem regulator
baterai.
I. PENDAHULUAN
Lampu emergency merupakan lampu unit penerangan
darurat otomatis. Lampu ini akan berfungsi otomatis ketika
tegangan Pembangkit Listrik Negara (PLN) padam dan
sebaliknya jika tegangan PLN menyala maka secara otomatis
lampu ini akan padam. Kekurangan dari sistem pengisian daya
ke baterai di lampu emergency adalah tidak adanya sistem
pemutus ke baterai ketika baterai sudah terisi penuh sehingga
beterai akan mengalami over charging dan over voltage secara
terus-menerus dan ini akan berdampak buruk pada baterai
tersebut[1].
Tujuan dari penelitian dan perancangan tugas akhir
ini antara lain :
1. Merancang sebuah alat regulator untuk memerintahkan
kapan harus berhenti mengisi dan kapan harus kembali
mengisi baterai.
2. Membuat program dengan sofware Ardiuno IDE agar
regulator berkerja sesuai dengan yang diinginkan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Berikut detail dari teori yang berkaitan dengan alat makan
dan minum ayam secara otomatis sebagai landasan dalam
pembuatan alat dan penyusunan laporan :
A. Penelitian Terdahulu
Yang pertama adalah alat yang dibuat oleh Wahyudi Putra,
Ibnu Kahfi Bachtiar, ST., M.Sc, dan Tonny Suhendra, ST.,
M.Cs dari Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan
judul“Perancangan Battery Charge Control Unit (BCCU)
Untuk Aplikasi Solar Home System (SHS). Alat ini
menggunakan Ardiuno Uno sebagai pengendali utama, IC
LM317 sebagai penstabil tegangan output dan sensor arus
sebagai pembacaan tegangan. Cara kerja dari perangkat
discharge ini adalah apabila sensor tegangan membaca nilai
14V maka arduino akan mengalirkan tegangan pada pin 13.
Tegangan yang mengalir pada pin 13 akan digunakan sebagai
Aswadul Fitri : PERANCANGAN SISTEM REGULATOR ...........
P-ISSN 2528 – 6498
E-ISSN 2549-0842
8
JTE UNIBA, Vol. 3, No. 2, April 2019
tegangan input pada basis transistor. Kaki basis transitor akan
mendapatkan tegangan untuk mengktifkan relay dan
mengubah saklar NC (normally close) menjadi NO (normally
open). Setelah saklar berubah posisi maka tegangan baterai
akan pindah ke dummy load. Perangkat discharge juga
berfungsi sebagai protect pada baterai apabila baterai
sudah mencapai kondisi penuh (full) dan mengalirkan
tegangan ke dummy load (beban). dummy load berfungsi
sebagai beban pengalihan tegangan output regulator karena
apabila tegangan output tidak dialihkan kebeban maka akan
terjadi proses overcharging dan kondisi seperti ini akan
merusak baterai [1].
Kedua adalah alat yang telah dibuat oleh salah satu
mahasiswa dengan nama M. Irfan Fahmi dan Dahriansyah
dengan judul “Sistem Pemutus
Arus Pada
Charger
Handphone” Alat ini menggunakan mikrokontroller AT89S52
sebagai pengendali utama. Cara kerja alat ini adalah Dalam
rangkaian ini terdapat sebuah sumber tegangan 12Volt yang
bersumber dari Power Supply dan mampu menyuplai arus
sekitar 2A yang dihubungkan dengan keluaran terminal.
Rangkaian ini juga mampu memonitor level tegangan
baterai yang sedang dicharger dan secara otomatis akan
memutus
proses charging ketika terminal keluaran
mendeteksi level tegangan baterai tertentu yang telah
ditentukan sebelumnya. IC timer NE555 digunakan untuk
mengisi dan memonitor level tegangan (...truncated)