Analisis Efektivitas Kualitas Konten Instagram Menggunakan Customer Response Index (CRI) pada Instagram @studio.dapur
COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting
Volume 7 Nomor 5, Tahun 2024
e-ISSN: 2597-5234
ANALISIS EFEKTIVITAS KUALITAS KONTEN INSTAGRAM MENGGUNAKAN
CUSTOMER RESPONSE INDEX (CRI) PADA INSTAGRAM @STUDIO.DAPUR
Agisny1, Ismail Yusuf2, Nizza Nadya Rachmani3
Program Studi Kewirausahaan, Universitas Pendidikan Indonesia
ABSTRACT
This research aims to determine the effectiveness of the quality of Instagram content
@studio.dapur. The research method uses descriptive quantitative with a sample of 100
respondents from @studio.dapur followers. The analytical method used is the Customer
Response Index (CRI), a measuring tool to measure consumer response at various levels,
starting from awareness, comprehension, interest, intention, and action. The research results
show that the quality of @studio.dapur Instagram content has achieved a CRI value of 55%
which is categorized as quite effective.
Keywords: Effectiveness, Content Quality, Instagram, Customer Response Index, Studio
Dapur.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kualitas konten instagram @studio.dapur.
Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 responden dari
followers @studio.dapur. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Response Index
(CRI), sebuah alat ukur untuk mengukur tingkat respon konsumen pada berbagai tingkatan,
mulai dari kesadaran (awareness), pemahaman (comprehend), minat (interest), niat (intention),
hingga tindakan nyata (action). Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas konten instagram
@studio.dapur berhasil mencapai nilai CRI sebesar 55% yang dikategorikan cukup efektif.
Kata Kunci : Efektivitas, Kualitas Konten, Instagram, Customer Response Index, Studio
Dapur.
PENDAHULUAN
Dengan berkembangnya teknologi
yang semakin canggih, masyarakat
mempunyai kebiasaan baru yang tidak
terlepas dari perangkat elektronik dalam
mencari informasi yang beragam di media
online. Berdasarkan data We Are Social:
Hootsuite per Januari 2023, masyarakat
indonesia menghabiskan rata-rata 7 jam 42
menit sehari menggunakan internet melalui
perangkat apapun, yang berarti hampir
setengah hari dari waktu mereka. Dengan
adanya fenomena ini, internet sudah
menjadi bagian melekat bagi kehidupan
masyarakat Indonesia.
Di era digital ini, internet telah
menimbulkan persaingan antar semua
perusahaan untuk mempromosikan produk
atau jasanya melalui media online. Cara ini
lebih cepat, mudah, dan bisa menjangkau
audiens yang lebih luas sehingga membuka
peluang besar untuk menarik pelanggan
baru. Selain itu, kini terdapat berbagai
platform media sosial yang dapat
digunakan secara gratis untuk memasarkan
atau mempromosikan perusahaan, merek,
bisnis, produk, serta jasa.
2024. COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting 7(5): 1198-1211
bisnis untuk menjadikan konten sebagai
fokus utama dalam upaya berbagi informasi
dan memberikan edukasi kepada audiens
terkait produk yang akan dipasarkan. Para
pelaku bisnis dapat memanfaatkan
instagram untuk menciptakan konten dalam
bentuk katalog produk yang mencakup foto
serta kelengkapan informasi seperti
deskripsi produk, fitur, warna, dan detail
lainnya. Hal tersebut memudahkan calon
pembeli untuk menelusuri produk yang
ditawarkan.
Konten dalam ranah komunikasi
adalah informasi, materi, atau pesan yang
disajikan dalam berbagai bentuk seperti
teks, gambar, infografis, video, atau suara.
Konten pemasaran hingga saat ini menjadi
topik yang sangat populer dalam ranah
pemasaran digital selama beberapa tahun
terakhir (Kingsnorth, 2016). Konten
pemasaran sering digunakan sebagai alat
untuk membangun merek, menarik
perhatian
audiens,
mempertahankan
keterlibatan mereka, dan mempengaruhi
keputusan pembelian. Ketika memproduksi
sebuah konten pemasaran, para pelaku
bisnis perlu memperhatikan beberapa
konsep agar konten tersebut layak dan
berkualitas untuk dibagikan. Untuk
mengukur kualitas konten pemasaran
terdapat 7 indikator yang dapat digunakan
yaitu relevant, credibel, different, useful,
interesting,
timely,
dan
shareable
(Kingsnorth, 2016).
Salah satu perusahaan yang turut
menggunakan media sosial instagram
sebagai salah satu sarana promosi maupun
beriklan adalah Studio Dapur. Studio Dapur
merupakan wirausaha sosial yang berfokus
pada produk bambu yang berkualitas tinggi.
Produk - produk yang dihasilkan studio
dapur merupakan hasil kolaborasi dengan
pengrajin bambu di Tasikmalaya. Hasil dari
produk tanaman bambu tersebut kemudian
diunggah dan dipromosikan melalui
instagram @studio.dapur.
Instagram @studio.dapur hingga
Maret 2024 memiliki 36.977 pengikut
dengan total postingan sebanyak 809
Gambar 1. Platform Media Sosial yang
banyak digunakan di Indonesia Tahun
2023
(Sumber: Hootsuite (We are Social):
Indonesian Digital Report 2023)
Instagram menjadi peringkat kedua
sebagai aplikasi yang banyak digunakan
setelah Whatsapp dengan presentase 86,5%
hal ini mengalami kenaikan dari tahun
sebelumnya yang memperoleh 84,8%.
(Hootsuite (We Are Social): Indonesian
Digital Report 2023, 2023)
Peningkatan jumlah pengguna
instagram di Indonesia membuka peluang
besar bagi pelaku bisnis untuk melakukan
pemasaran baik produk barang ataupun
jasa.
Instagram menjadi pilihan utama
para pengusaha dalam melakukan promosi
karena
platform
ini
menawarkan
kemudahan
dalam
memperkenalkan
produk atau layanan kepada konsumen,
sehingga memungkinkan untuk mencapai
audiens
potensial
dan
sarana
mengembangkan bisnis (Kurnianto, 2020).
Instagram merupakan platform
media sosial berbasis konten visual yang
memungkinkan pengguna untuk mencari,
membagikan, dan mengedit foto, video
serta melakukan siaran langsung (live
video) dengan teman dan keluarga.
Instagram mengkarakteristikan unggahan
oleh pengguna dalam bentuk foto dan video
dan hal ini menjadi elemen yang penting
untuk manajemen hubungan konsumen
untuk perusahaan (Moatti & Moedas,
2018).
Meningkatnya jumlah pengguna
instagram dapat dimanfaatkan oleh pelaku
1199
2024. COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting 7(5): 1198-1211
postingan, dan 17 highlight story (per maret
2024). Akun ini juga telah menerima status
verified dari instagram.
yang diperoleh dari situs planx, akun
instagram @studio.dapur hanya memiliki
tingkat engagement sebesar 0.12% yang
jelas tergolong rendah. Terdapat penelitian
menunjukan bahwa kualitas konten dapat
dianggap sebagai faktor kunci yang dapat
mendorong engagement rate (Brubaker &
Wilson, 2018).
Berangkat dari hal tersebut peneliti
ingin mendeskripsikan bagaimana pengikut
dari @studio.dapur melihat dan merespon
kualitas konten @studio.dapur sebagai
media pemasaran. Dalam penelitian ini,
peneliti memilih menggunakan model
Customer Response Index (CRI) sebagai
alat untuk mengukur tingkat respon
konsumen, dimulai dari kesadaran
(awareness) hingga tindakan pembelian
dengan harapan dapat menemukan faktor
penyebab dan solusi ketidaksadaran
konsumen
(unawareness).
CRI
menunjukan efektivitasnya dengan melihat
respon audiens (Wulandari & Lutfiyanti,
2018). Lima tahap dalam pengukuran (...truncated)