ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN BERTEMPAT TINGGAL DI KOTA BEKASI BAGI PENDUDUK MIGRAN BERPENGHASILAN RENDAH YANG BEKERJA DI KOTA JAKARTA

Diponegoro Journal of Economics, Oct 2012

ABSTRACT This study aims to analyze the influence of price perseption, accessibility, public utility, surroundings, and personal income toward residential decision for migrant with low income who lived in Bekasi City and worked in Jakarta City. Most of the migrant who lived in Bekasi City and worked in Jakarta City called as consolidators, according to the mobility residential, the consolidators are people who have lived longer in urban area. They will be opting residential in suburban area than urban area caused by achievable house price.This study using binary logistic regression analysis. Primary data which used in this study came from questionnaire that distributed for a hundred respondents who agree with sample criteria. Interpretation of accounting statistic also supported by interview result to some respondents who become key person in this study. Dependent variable in this study organized as nominal scale. Whole of independent variables in this study used ordinal scale that changed to be interval scale through Successive Interval Method (SIM), except personal income variable. Based on the result of classification table accounting, data can predicted correctly amounts 79%. Trough Wald Test, independent variables which had an influence on its dependent variables are price perception variable, public utility, surroundings and personal income. The most independent variable which had an influence on its dependent variable is public utility.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jme/article/download/402/402

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN BERTEMPAT TINGGAL DI KOTA BEKASI BAGI PENDUDUK MIGRAN BERPENGHASILAN RENDAH YANG BEKERJA DI KOTA JAKARTA

DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMIC http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jme Volume 1, Nomor1, Tahun 2012, Halaman 1-15 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN BERTEMPAT TINGGAL DI KOTA BEKASI BAGI PENDUDUK MIGRAN BERPENGHASILAN RENDAH YANG BEKERJA DI KOTA JAKARTA Annisa Purbosari, R. Mulyo Hendarto1 Jurusan IESP Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone, +6224746486851 ABSTRACT This study aims to analyze the influence of price perseption, accessibility, public utility, surroundings, and personal income toward residential decision for migrant with low income who lived in Bekasi City and worked in Jakarta City. Most of the migrant who lived in Bekasi City and worked in Jakarta City called as consolidators, according to the mobility residential, the consolidators are people who have lived longer in urban area. They will be opting residential in suburban area than urban area caused by achievable house price.This study using binary logistic regression analysis. Primary data which used in this study came from questionnaire that distributed for a hundred respondents who agree with sample criteria. Interpretation of accounting statistic also supported by interview result to some respondents who become key person in this study. Dependent variable in this study organized as nominal scale. Whole of independent variables in this study used ordinal scale that changed to be interval scale through Successive Interval Method (SIM), except personal income variable. Based on the result of classification table accounting, data can predicted correctly amounts 79%. Trough Wald Test, independent variables which had an influence on its dependent variables are price perception variable, public utility, surroundings and personal income. The most independent variable which had an influence on its dependent variable is public utility. Keywords: residential decision, mobility residential theory, binary logistic regression method, successive interval method. PENDAHULUAN Setiap individu atau keluarga memiliki pilihan masing-masing terhadap kebutuhan akan tempat tinggalnya. Preferensi bermukim adalah keinginan atau kecenderungan seseorang untuk bermukim atau tidak bermukim disuatu tempat. Preferensi bertempat tinggal bagi seseorang atau keluarga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor pendapatan, lingkungan, fasilitas kota, transportasi, dan akses menuju tempat kerja. Namun, faktor-faktor tersebut tidak sama nilainya bagi semua rumah tangga. Dalam perkembangannya, ternyata penduduk terus mengalami dinamika dalam bertempat tinggal yang didorong oleh berbagai faktor, seperti pendapatan individu atau keluarga yang berubah, keinginan mendapatkan lingkungan dan fasilitas tempat tinggal yang lebih baik, kemudahan transportasi serta kelancaran menuju tempat kerja. Perubahan-perubahan tersebut akan mendorong individu atau keluarga melakukan perpindahan atau mobilitas tempat tinggal. Fenomena ini akan nampak jelas terjadi di daerah-daerah yang relatif cepat berkembang seperti daerah perkotaan (Sriyono, 2012). Kota Bekasi merupakan salah satu contoh nyata dari fenomena mobilitas tempat tinggal tersebut. Semenjak tahun 1985 penduduk yang melakukan migrasi keluar dari Kota Jakarta menuju kota-kota pinggiran seperti Kota Bekasi terus mengalami peningkatan. Mayoritas dari mereka yang melakukan migrasi keluar dari Kota Jakarta menuju kota pinggiran adalah penduduk migran (bukan penduduk asli Kota Jakarta). Alasan utama perpindahan penduduk dari Propinsi DKI Jakarta ke 1 Penulis penanggung jawab DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMIC Volume 1, Nomor1, Tahun 2012, Halaman 2 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jme kota pinggiran disekitarnya seperti Kota Bekasi adalah karena masalah perumahan dan kenyamanan lingkungan (Haning Romdiati, dan Mita Noveria, 2006). Selain itu, hal tersebut didukung pula oleh berkembangnya sarana dan prasarana permukiman, transportasi serta memadainya jaringan jalan yang menghubungkan antara Kota Jakarta dengan Kota Bekasi. Pengalihan pilihan tempat tinggal ke Kota Bekasi yang dilakukan oleh sebagian penduduk migran yang bekerja di Kota Jakarta menyebabkan pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi terus mengalami pertumbuhan.Pertambahan penduduk Kota Bekasi mencapai 4% setiap tahunnya, dan pertambahan tersebut lebih banyak dikarenakan oleh pertambahan penduduk yang datang ke Kota Bekasi.Pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi menyebabkan pembangunan dan pengadaan perumahan di Kota Bekasi ikut berkembang secara pesat pula. Hal tersebut tercermin dari total tanah di Kota Bekasi yang sudah terbangun adalah seluas 10.773 hektar dengan 90% lahan berupa permukiman (www.ciptakarya.pu.go.id). Pada penelitian ini yang akan dijadikan sebagai obyek penelitian adalah penduduk migran berpenghasilan rendah yang tinggal di Kota Bekasi namun bekerja di Kota Jakarta. Kriteria migran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penduduk migran permanen (yang bukan penduduk asli Kota Bekasi dan Kota Jakarta) yang telah bertempat tinggal di Kota Bekasi dan bekerja di Kota Jakarta selama minimal satu tahun serta memiliki penghasilan pada kisaran 1 – 5 juta setiap bulannya. Studi ini berencana untuk meneliti sejumlah faktor yang mempengaruhi keputusan bertempat tinggal di Kota Bekasi bagi penduduk migran berpenghasilan rendah yang bekerja di Kota Jakarta. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan bertempat tinggal di Kota Bekasi dalam penelitian ini adalah faktor aksesibilitas (Lusht, 1997), faktor lingkungan fisik dan sosial (Drabkin, 1980 dalam Malla Paruntung, 2004), faktor penghasilan (Turner, 1968 dalam Hadi Sabari Yunus, 2004), faktor fasilitas dan pelayanan umum serta faktor harga rumah (Catenese dan Synder, 1989). KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Menurut John Turner dalam teori mobilitas tempat tinggal terdapat beberapa dimensi yang bergerak paralel dengan mobilitas tempat tinggal ini, antara lain: dimensi lokasi, dimensi perumahan, dimensi siklus kehidupan, dimensi penghasilan. Dimensi lokasi mengacu pada tempattempat tertentu pada suatu kota yang oleh seseorang atau sekelompok orang dianggap paling cocok untuk tempat tinggal dalam kondisi dirinya. Dimensi perumahan oleh John Turner dibatasi pada aspek “penguasaan (tenure)”. Pandangan seseorang terhadap aspek penguasaan tempat tinggal selalu dikaitkan dengan tingkat penghasilan dan siklus kehidupannya. Mereka yang berpenghasilan rendah misalnya, akan memilih menyewa atau mengontrak saja karena sesuai dengan tingkat penghasilannya. Dimensi siklus kehidupan membahas tahap-tahap seseorang mulai menapak dalam kehidupan mandirinya, dalam artian bahwa semua kebutuhan hidupnya seratus persen ditopang oleh penghasilannya sendiri. Dimensi penghasilan menekankan pembahasannya pada besar kecilnya penghasilan yang diperoleh persatuan waktu. Kerangka Pemikiran Teoritis Dari sekian banyak faktor yang berpengaruh terhadap pemiihan tempat ting (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jme/article/download/402/402
Article home page: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jme/article/view/402/402

Annisa Purbosari, Mulyo Hendarto. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN BERTEMPAT TINGGAL DI KOTA BEKASI BAGI PENDUDUK MIGRAN BERPENGHASILAN RENDAH YANG BEKERJA DI KOTA JAKARTA, Diponegoro Journal of Economics, 2012, pp. 215-228,