ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN BERTEMPAT TINGGAL DI KOTA BEKASI BAGI PENDUDUK MIGRAN BERPENGHASILAN RENDAH YANG BEKERJA DI KOTA JAKARTA
DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMIC
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jme
Volume 1, Nomor1, Tahun 2012, Halaman 1-15
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEPUTUSAN BERTEMPAT TINGGAL DI KOTA BEKASI BAGI
PENDUDUK MIGRAN BERPENGHASILAN RENDAH YANG
BEKERJA DI KOTA JAKARTA
Annisa Purbosari, R. Mulyo Hendarto1
Jurusan IESP Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone, +6224746486851
ABSTRACT
This study aims to analyze the influence of price perseption, accessibility, public utility,
surroundings, and personal income toward residential decision for migrant with low income who
lived in Bekasi City and worked in Jakarta City. Most of the migrant who lived in Bekasi City and
worked in Jakarta City called as consolidators, according to the mobility residential, the
consolidators are people who have lived longer in urban area. They will be opting residential in
suburban area than urban area caused by achievable house price.This study using binary logistic
regression analysis. Primary data which used in this study came from questionnaire that
distributed for a hundred respondents who agree with sample criteria. Interpretation of accounting
statistic also supported by interview result to some respondents who become key person in this
study. Dependent variable in this study organized as nominal scale. Whole of independent
variables in this study used ordinal scale that changed to be interval scale through Successive
Interval Method (SIM), except personal income variable. Based on the result of classification table
accounting, data can predicted correctly amounts 79%. Trough Wald Test, independent variables
which had an influence on its dependent variables are price perception variable, public utility,
surroundings and personal income. The most independent variable which had an influence on its
dependent variable is public utility.
Keywords: residential decision, mobility residential theory, binary logistic regression method,
successive interval method.
PENDAHULUAN
Setiap individu atau keluarga memiliki pilihan masing-masing terhadap kebutuhan akan
tempat tinggalnya. Preferensi bermukim adalah keinginan atau kecenderungan seseorang untuk
bermukim atau tidak bermukim disuatu tempat. Preferensi bertempat tinggal bagi seseorang atau
keluarga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor pendapatan, lingkungan, fasilitas
kota, transportasi, dan akses menuju tempat kerja. Namun, faktor-faktor tersebut tidak sama
nilainya bagi semua rumah tangga.
Dalam perkembangannya, ternyata penduduk terus mengalami dinamika dalam bertempat
tinggal yang didorong oleh berbagai faktor, seperti pendapatan individu atau keluarga yang
berubah, keinginan mendapatkan lingkungan dan fasilitas tempat tinggal yang lebih baik,
kemudahan transportasi serta kelancaran menuju tempat kerja. Perubahan-perubahan tersebut akan
mendorong individu atau keluarga melakukan perpindahan atau mobilitas tempat tinggal.
Fenomena ini akan nampak jelas terjadi di daerah-daerah yang relatif cepat berkembang seperti
daerah perkotaan (Sriyono, 2012).
Kota Bekasi merupakan salah satu contoh nyata dari fenomena mobilitas tempat tinggal
tersebut. Semenjak tahun 1985 penduduk yang melakukan migrasi keluar dari Kota Jakarta menuju
kota-kota pinggiran seperti Kota Bekasi terus mengalami peningkatan. Mayoritas dari mereka yang
melakukan migrasi keluar dari Kota Jakarta menuju kota pinggiran adalah penduduk migran (bukan
penduduk asli Kota Jakarta). Alasan utama perpindahan penduduk dari Propinsi DKI Jakarta ke
1
Penulis penanggung jawab
DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMIC Volume 1, Nomor1, Tahun 2012, Halaman 2
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jme
kota pinggiran disekitarnya seperti Kota Bekasi adalah karena masalah perumahan dan
kenyamanan lingkungan (Haning Romdiati, dan Mita Noveria, 2006). Selain itu, hal tersebut
didukung pula oleh berkembangnya sarana dan prasarana permukiman, transportasi serta
memadainya jaringan jalan yang menghubungkan antara Kota Jakarta dengan Kota Bekasi.
Pengalihan pilihan tempat tinggal ke Kota Bekasi yang dilakukan oleh sebagian penduduk
migran yang bekerja di Kota Jakarta menyebabkan pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi terus
mengalami pertumbuhan.Pertambahan penduduk Kota Bekasi mencapai 4% setiap tahunnya, dan
pertambahan tersebut lebih banyak dikarenakan oleh pertambahan penduduk yang datang ke Kota
Bekasi.Pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi menyebabkan pembangunan dan
pengadaan perumahan di Kota Bekasi ikut berkembang secara pesat pula. Hal tersebut tercermin
dari total tanah di Kota Bekasi yang sudah terbangun adalah seluas 10.773 hektar dengan 90%
lahan berupa permukiman (www.ciptakarya.pu.go.id).
Pada penelitian ini yang akan dijadikan sebagai obyek penelitian adalah penduduk migran
berpenghasilan rendah yang tinggal di Kota Bekasi namun bekerja di Kota Jakarta. Kriteria migran
yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penduduk migran permanen (yang bukan penduduk asli
Kota Bekasi dan Kota Jakarta) yang telah bertempat tinggal di Kota Bekasi dan bekerja di Kota
Jakarta selama minimal satu tahun serta memiliki penghasilan pada kisaran 1 – 5 juta setiap
bulannya. Studi ini berencana untuk meneliti sejumlah faktor yang mempengaruhi keputusan
bertempat tinggal di Kota Bekasi bagi penduduk migran berpenghasilan rendah yang bekerja di
Kota Jakarta. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan bertempat tinggal di Kota Bekasi
dalam penelitian ini adalah faktor aksesibilitas (Lusht, 1997), faktor lingkungan fisik dan sosial
(Drabkin, 1980 dalam Malla Paruntung, 2004), faktor penghasilan (Turner, 1968 dalam Hadi
Sabari Yunus, 2004), faktor fasilitas dan pelayanan umum serta faktor harga rumah (Catenese dan
Synder, 1989).
KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
Menurut John Turner dalam teori mobilitas tempat tinggal terdapat beberapa dimensi yang
bergerak paralel dengan mobilitas tempat tinggal ini, antara lain: dimensi lokasi, dimensi
perumahan, dimensi siklus kehidupan, dimensi penghasilan. Dimensi lokasi mengacu pada tempattempat tertentu pada suatu kota yang oleh seseorang atau sekelompok orang dianggap paling cocok
untuk tempat tinggal dalam kondisi dirinya. Dimensi perumahan oleh John Turner dibatasi pada
aspek “penguasaan (tenure)”. Pandangan seseorang terhadap aspek penguasaan tempat tinggal
selalu dikaitkan dengan tingkat penghasilan dan siklus kehidupannya. Mereka yang berpenghasilan
rendah misalnya, akan memilih menyewa atau mengontrak saja karena sesuai dengan tingkat
penghasilannya. Dimensi siklus kehidupan membahas tahap-tahap seseorang mulai menapak dalam
kehidupan mandirinya, dalam artian bahwa semua kebutuhan hidupnya seratus persen ditopang
oleh penghasilannya sendiri. Dimensi penghasilan menekankan pembahasannya pada besar
kecilnya penghasilan yang diperoleh persatuan waktu.
Kerangka Pemikiran Teoritis
Dari sekian banyak faktor yang berpengaruh terhadap pemiihan tempat ting (...truncated)